Isi Artikel
- 1 Pelabuhan Chornomorsk dan Odesa Menjadi Target
- 2 Kapal Cenk T Terbakar
- 3 Drone dan Rudal Balistik Dipakai Drone serta Rudal Balistik Digunakan Penggunaan Drone dan Rudal Balistik Drone serta Rudal Balistik Dimanfaatkan Penggunaan Pesawat Tanpa Awak dan Rudal Balistik Pesawat Tanpa Awak dan Rudal Balistik Digunakan Drone dan Rudal Balistik Diterapkan Drone serta Rudal Balistik Dioperasikan Penggunaan Drone dan Rudal Balistik Dilakukan Drone dan Rudal Balistik Digunakan Secara Umum
- 4 Zelensky: Tidak Ada Tujuan Militer
- 5 Erdogan Mengusulkan Perdamaian Sementara
- 6 Ankara Soroti Keselamatan Navigasi
- 7 Ketegangan Maritim Meningkat
- 8 Pelabuhan Odesa Bernilai Vital
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Turki mengecam serangan Rusia terhadap pelabuhan Chornomorsk dan Odesa di Ukraina, yang menghancurkan tiga kapal milik perusahaan Turki di Laut Hitam.
- Ankara menyatakan tidak ada korban jiwa, namun menganggap serangan tersebut membahayakan keselamatan pelayaran dan stabilitas wilayah.
- Salah satu kapal yang mengalami kerusakan adalah kapal feri kargo Cenk T dari Cenk Shipping yang mengangkut pasokan makanan.
https://mediahariini.comPemerintah Turki mengkritik serangan Rusia terhadap dua pelabuhan Ukraina.
Serangan ini mengakibatkan kerusakan pada tiga kapal perusahaan Turki di wilayah Laut Hitam.
Ankara menyatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Namun, Turki menganggap serangan tersebut membahayakan keselamatan pelayaran dan stabilitas regional.
Pelabuhan Chornomorsk dan Odesa Menjadi Target
Reuters melaporkan, serangan Rusia pada hari Jumat (12 Desember 2025) mengarahkan fokusnya ke pelabuhan Chornomorsk dan Odesa.
Dua pelabuhan tersebut terletak di wilayah Odesa, barat daya Ukraina.
Seorang perwakilan angkatan laut Ukraina mengatakan tiga kapal yang rusak total merupakan milik perusahaan Turki.
Beberapa kapal diketahui mengangkut persediaan makanan.
Kapal Cenk T Terbakar
Kementerian Luar Negeri Turki mengonfirmasi bahwa salah satu kapal yang terkena dampak adalah kapal feri kargo Cenk T.
Kapal tersebut dikelola oleh perusahaan pelayaran Cenk Shipping.
Cenk T dilaporkan menjadi korban serangan udara tidak lama setelah kapalnya berlabuh sekitar pukul 16.00 waktu setempat.
Serangan tersebut menyebabkan kebakaran di bagian depan kapal.
Kru kapal dijamin aman oleh operator.
Kerusakan pada kapal dikategorikan sebagai kerusakan yang bersifat terbatas.
Drone dan Rudal Balistik Dipakai Drone serta Rudal Balistik Digunakan Penggunaan Drone dan Rudal Balistik Drone serta Rudal Balistik Dimanfaatkan Penggunaan Pesawat Tanpa Awak dan Rudal Balistik Pesawat Tanpa Awak dan Rudal Balistik Digunakan Drone dan Rudal Balistik Diterapkan Drone serta Rudal Balistik Dioperasikan Penggunaan Drone dan Rudal Balistik Dilakukan Drone dan Rudal Balistik Digunakan Secara Umum
Serangan dilakukan dengan menggunakan pesawat tanpa awak dan rudal balistik.
Serangan tersebut menyerang infrastruktur pelabuhan sipil.
Wakil Perdana Menteri Ukraina Oleksiy Kuleba menyebutkan bahwa serangan tersebut mengarah pada infrastruktur sipil dan pengiriman barang dagangan.
Di pelabuhan Odesa, dalam serangan terpisah, seorang karyawan perusahaan swasta dilaporkan mengalami luka.
Sebuah perangkat pengangkut barang juga mengalami kerusakan.
Zelensky: Tidak Ada Tujuan Militer
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membagikan gambar kebakaran yang terjadi pada sebuah kapal di Chornomorsk.
Ia menekankan bahwa serangan Rusia tersebut “tidak memiliki tujuan militer”.
Zelensky menganggap Moskow terus mengabaikan kesempatan diplomasi.
Ia menyatakan tindakan Rusia justru memperpanjang perang.
Erdogan Mengusulkan Perdamaian Sementara
Kritik dari Ankara diungkapkan beberapa jam setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan berkomunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam percakapan tersebut, Erdoğan mengusulkan gencatan senjata yang terbatas.
Usulan tersebut meliputi infrastruktur energi dan pelabuhan.
Tujuan dari hal tersebut adalah menghindari memperburuk perselisihan di Laut Hitam.
Di dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Turki menekankan pentingnya kesepahaman antara kedua belah pihak.
Perjanjian tersebut bertujuan untuk menghentikan serangan yang berisiko mengancam keselamatan pelayaran.
Turki juga menyoroti bahaya yang mengancam infrastruktur energi dan pelabuhan.
Ankara menganggap peristiwa ini memperkuat kekhawatiran tentang penyebaran dampak perang Rusia-Ukraina ke Laut Hitam.
Ketegangan Maritim Meningkat
The Guardian melaporkan, serangan ini terjadi saat ketegangan di laut semakin meningkat.
Moskow sebelumnya mengancam akan menghentikan akses Ukraina ke laut.
Ancaman tersebut muncul setelah serangan drone Ukraina terhadap kapal tanker yang terkait dengan ekspor minyak Rusia.
Sampai saat ini, Rusia belum memberikan pernyataan resmi mengenai laporan serangan tersebut.
Pelabuhan Odesa Bernilai Vital
Pelabuhan utama di kawasan Odesa menjadi jalur ekonomi penting bagi negara Ukraina.
Wilayah ini berperan sebagai pintu utama ekspor barang dagangan Ukraina ke pasar internasional.
Turki, yang memiliki pantai terpanjang di Laut Hitam, tetap mengawasi perkembangan situasi.
Ankara menegaskan bahwa akan mempercepat langkah diplomatik untuk mengakhiri konflik secepat mungkin.
(https://mediahariini.com/Andari Wulan Nugrahani)
