Desember D-nya apa? D-nya adalah “Di luar dugaan, waktu terasa begitu cepat”.
Rasanya belum lama rencana awal tahun 2025 dibuat, waktu berlalu dengan segala dinamikanya — di luar dugaan dan rencana. Sekarang sudah memasuki minggu terakhir Desember, yang menjadi momen menutup tahun dan membuka ingatan. Menengok kembali ke belakang, mencoba memahami yang terjadi sepanjang tahun ini.
Lalu, tahun 2025, angka 5-nya apa? Bagi saya 5-nya adalah “5 Tren Sehat Tahun 2025”. Selain lari yang tetap menjadi paling populer, berikut 5 tren lain yang saya catat – nomor 5 sangat fenomenal, ini dia:
5 Tren Sehat Tahun 2025
1. Makan Bergizi Gratis
Kenapa Makan Bergizi Gratis (MBG) saya masukkan ke dalam daftar ini? Karena MBG bukan sekadar program, tapi sebuah fenomena sosial dan politik. Sebenarnya, kita mengetahui pada saat kampanye pemilihan presiden nama program ini adalah Makan Siang dan Susu Gratis. Dalam pelaksanaannya, nama itu berubah menjadi Makan Bergizi Gratis.
Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, niat program ini sebenarnya sangat baik. Berangkat dari masalah stunting dan kekurangan gizi, dan bertujuan memenuhi gizi anak dan remaja serta memutus rantai stunting.
Awal tahun 2025 menjadi awal program ini diluncurkan. Namun selama sepanjang tahun 2025, pelaksanaannya masih kental dengan nuansa politis. Kita ingat kembali kasus keracunan MBG yang menimpa ribuan siswa. Belum lagi menu makanannya yang lebih mirip makanan cepat saji daripada makanan bergizi.
Program ini dijalankan dengan anggaran Rp71 Triliun dalam APBN 2025 untuk menjangkau 82,9 juta jiwa termasuk siswa dan ibu hamil (Buku II Nota Keuangan APBN 2025 & Perpres Badan Gizi Nasional). Jika program ini masih akan dilaksanakan, saya berharap dikelola dengan basis kebutuhan gizi, bukan sekadar kejar tayang atau kejar citra.
2. Sportainment
Sepanjang tahun 2025, olahraga naik kelas menjadi hiburan populer. Kita sudah menyaksikan banyak event olahraga seperti bulu tangkis, tenis meja, voli, padel dan lain sebagainya yang diisi bukan oleh atlet profesional, melainkan oleh selebritis, influencer, dan publik figur.
Fenomena ini menjadi sinyal positif bagi tren sehat: olahraga menjadi populer dan menjadi lebih dekat dengan masyarakat, tidak lagi terasa eksklusif atau “punya atlet saja.” Di sisi lain olahraga pun bisa dijadikan sebagai hiburan.
Data menunjukan bahwa engagement rate konten olahraga yang melibatkan selebritis meningkat hingga 300% dibandingkan siaran olahraga konvensional. Dan event seperti Turnamen Olahraga Selebritis Indonesia (TOSI) menjadi komoditas iklan terbesar tahun ini (Laporan Tren Media Digital Indonesia 2025 dan Nielsen Sport Analytics). Tantangannya, jangan sampai olahraga berhenti di panggung hiburan tanpa benar-benar membangun kebiasaan sehat di belakang layar.
3. Combat Sport
Banyak Combat sport yang mulai dikenal oleh masyarakat. Terutama boxing atau tinju menjadi combat sport yang ramai di tahun 2025. Jika saya tarik ke belakang, saya merasa olahraga tinju dulu itu identik dengan tontonan orang tua, tidak tertarik untuk menonton, tidak mengerti apa serunya tinju. Sekarang, hal baiknya combat sport ini diminati oleh kalangan muda — dan saya pun ikut memantau beritanya.
Banyak yang bukan atlet mendadak tampil di event besar. Semoga ini berdampak tidak hanya pada rasa ingin bertarung semata, tapi pembuktian yang sehat dan kuat. Karena untuk tampil di ring tidak cukup hanya keberanian, dibutuhkan latihan, kesiapan fisik dan mental, serta disiplin.
Secara data promotor seperti Byon Combat dan HSS mencatat rekor penonton streaming tertinggi tahun 2025. Di saat yang sama pendaftaran anggota baru di sasana tinju (boxing gym) di kota besar meningkat drastis dari kalangan pekerja (Laporan Platform Streaming 2025 dan Data Asosiasi Promotor Olahraga Kombat Indonesia).
Mudah-mudahan, di tahun 2026 dan seterusnya, event-event tersebut tidak hanya viral, tapi juga mencetak atlet berprestasi.
4. Makanan Kukusan
Kesadaran akan makanan sehat tidak hanya muncul melalui program MBG. Di tahun 2025 makanan kukusan dan rebusan kembali naik daun. Banyak Gen-Z yang menjadikannya peluang bisnis, dan sempat ramai di TikTok. Menariknya, tren juga ikut dipromosikan oleh Menteri Kesehatan sebagai menu sarapan sehat berbasis makanan lokal.
Semoga ini bukan hanya sekadar tren bisnis semata, tapi juga menjadi titik balik untuk memperhatikan makanan. Karena sebelum makanan instan dan gorengan mendominasi, budaya kita sebenarnya akrab dengan makanan kukusan dan rebusan.
Tren ini sejalan dengan kampanye pembatasan Gula, Garam, Lemak dan memicu kenaikan permintaan bahan pangan lokal seperti ubi dan jagung hingga 40% di pasar ritel (Laporan Tahunan Ketahanan Pangan Kemenkes RI dan Data Ritel Indonesia 2025).
5. Padel
Tidak lengkap bicara tren sehat 2025 tanpa tren Padel.
Terlepas dari Sportainment, padel menjadi olahraga paling fenomenal, data menunjukan bahwa tren ini tidak hanya tren di Indonesia tapi tren global. Banyak bermunculan lapangan padel baru di kota-kota besar. Padel menarik karena kompetitif, dan terasa “naik kelas”. Padel bukan sekadar olahraga, tapi juga ruang pertemuan.
Padel menjadi olahraga dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia pada 2025, melonjak hingga 1.684%. Kota-kota besar, terutama Jakarta dan Bali kini memiliki ratusan lapangan padel baru (Garmin Connect Data Report 2025 dan International Padel Federation – Indonesia Chapter).
Melihat Sudut Pandang di Balik Tren Sehat 2025
Menurut saya, ada beberapa sudut pandang dalam tren sehat 2025 ini, sebagai berikut:
Investasi Masa Depan: munculnya kesadaran bahwa sehat itu penting. Banyak anak muda yang mulai menerapkan pola hidup sehat. Artinya mereka memperhatikan kesehatan mereka supaya tidak mudah jatuh sakit atau setidaknya lebih bisa cepat jika sakit.
Kerapuhan Manusia: munculnya kesadaran bahwa tubuh kita itu rapuh. Banyak orang sadar untuk mulai berperilaku sehat karena sudah jatuh sakit. Banyak kita temui orang-orang yang mulai berhenti merokok, berhenti konsumsi alkohol, mulai mengatur pola makan, mulai berolahraga, dan seterusnya. Atau setidaknya ada orang mulai mengimbangi kebiasaan tidak sehatnya dengan perilaku sehat.
Simbol Status Baru: sehat bukan sekadar gaya hidup. Sekarang kebiasaan sehat menjadi sesuatu yang bisa dipamerkan. Foto atau video sedang olahraga menjadi mata uang sosial baru yang bisa dipamerkan di media sosial, yang menunjukan bahwa seseorang punya disiplin dan kelas.
Lalu, Bagaimana di Tahun 2026?
Tentu tidak ada yang tahu apa akan yang akan terjadi di hari esok. Tapi, kita bisa membaca kemungkinan.
Berdasarkan perkembangan teknologi informasi, dikabarkan bahwa di tahun 2026 tampaknya kesehatan akan menjadi lebih personal. Kemajuan perangkat wearable dan AI, membuat tubuh kita akan semakin terukur, memungkinkan informasi dan data dianalisis secara individual. Hasilnya tentu akan berbasis data unik dari tubuh masing-masing.
Dari situ muncul kesadaran bahwa kebiasaan individu A belum tentu cocok untuk individu B. Untuk menjadi sehat tidak lagi seragam, bukan sekadar mengikuti tren, tapi benar-benar memahami tubuh sendiri untuk menentukan porsi makanan, olahraga dan tidur yang sesuai.
Bagaimana menurut Anda?
Salam,
A. Hasbi
***
