Isi Artikel
Jakarta, IDN Times – Pihak pemerintah Tiongkok secara resmi mengumumkan penerapan kebijakan bebas visa bagi warga negara Kanada dan Inggris, pada hari Minggu (15/2/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral setelah kedatangan pemimpin dari kedua negara tersebut ke Beijing.
Kebijakan ini dimaksudkan untuk memulihkan koneksi internasional serta mendorong perkembangan ekonomi dengan mempermudah akses masuk bagi warga negara mitra.
Keputusan yang mulai berlaku sejak pertengahan Februari ini merupakan tindak lanjut dari diskusi konstruktif antara Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, serta Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, pada bulan Januari lalu. Dengan kebijakan ini, Tiongkok berupaya membuka suasana yang lebih terbuka untuk pertukaran bisnis dan budaya.
1. Visa tidak diperlukan berlaku mulai 17 Februari hingga akhir Desember 2026
Kementerian Luar Negeri Tiongkok secara resmi mengumumkan bahwa penduduk Kanada dan Inggris yang memiliki paspor biasa sekarang diperbolehkan masuk ke daratan Tiongkok tanpa memerlukan visa. Kebijakan ini berlaku untuk masa tinggal maksimal selama 30 hari, mulai tanggal 17 Februari hingga akhir Desember 2026.
Tindakan ini diambil guna menghilangkan hambatan administratif yang selama ini memberatkan, termasuk biaya pengajuan visa Inggris yang sebelumnya mencapai 151 poundsterling (Rp3,4 juta), agar meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan dan pelaku bisnis ke pusat-pusat ekonomi seperti Beijing dan Shanghai.
Fasilitas bebas visa ini mencakup berbagai keperluan, mulai dari wisata, bisnis, kunjungan keluarga, hingga program pertukaran budaya dan aktivitas transit. Meskipun memperoleh kemudahan akses, para pengunjung tetap harus mengikuti aturan perbatasan yang berlaku, membawa dokumen perjalanan yang sah, serta memiliki tiket perjalanan selanjutnya. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan keterhubungan internasional dan mendukung perkembangan ekonomi melalui akses yang lebih terbuka bagi warga negara mitra strategis.
Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok menekankan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari usaha untuk memberikan kemudahan perjalanan yang lebih besar.
“Untuk memudahkan perjalanan lintas batas, Tiongkok memutuskan memperluas kebijakan bebas visa bagi pemegang paspor biasa dari Kanada dan Inggris,” katanya, dilaporkanCGTN.
2. Diplomasi tingkat tinggi menghasilkan kebijakan bebas visa China bagi Kanada dan Inggris
Pelaksanaan penghapusan visa ini merupakan bukti nyata dari diplomasi tingkat tinggi yang dilakukan oleh Perdana Menteri Keir Starmer dan Perdana Menteri Mark Carney saat berkunjung ke Beijing pada Januari 2026. Pertemuan tersebut menandai pemulihan hubungan bilateral setelah hampir sepuluh tahun tanpa kunjungan kepala negara. Kunjungan Perdana Menteri Starmer menjadi perjalanan pertama seorang pemimpin Inggris ke Tiongkok sejak 2018, sementara kunjungan Perdana Menteri Carney adalah yang pertama bagi pemimpin Kanada dalam delapan tahun terakhir. Fokus utama dari kedua kunjungan ini adalah upaya untuk mereformasi hubungan ekonomi dan memperkuat dialog strategis antar negara.
Di dalam pertemuan tersebut, para pemimpin berhasil mencapai sejumlah perjanjian penting, termasuk pengurangan hambatan perdagangan di bidang pertanian dan farmasi. Perjanjian ini diperkuat dengan komitmen pemerintah Tiongkok untuk memberikan akses bebas visa bagi warga negara Kanada dan Inggris. Tindakan ini diapresiasi sebagai kemajuan signifikan dalam memperkuat posisi bisnis di pasar Tiongkok yang merupakan salah satu ekonomi terbesar di dunia. Keberhasilan negosiasi ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap stabilitas ekonomi dan hubungan diplomatik di masa depan.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menunjukkan rasa harapan terhadap hasil pertemuan dengan Presiden Xi Jinping di Balai Besar Rakyat yang dinilai menguntungkan kepentingan nasional negaranya. Starmer menjelaskan bahwa hasil pembicaraan tersebut bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta pengembangan lapangan kerja di Inggris.
“Kami telah mencapai kemajuan yang sangat baik terkait tarif wiski, perjalanan bebas visa ke Tiongkok, serta pertukaran informasi dan kerja sama dalam migrasi ilegal,” kata Perdana Menteri Starmer, dilansirTimes of India.
3. Tiongkok menjadi mitra strategis Kanada dan Inggris dalam perubahan geopolitik global
Kebijakan bebas visa ini mencerminkan perubahan geopolitik yang lebih luas, di mana Inggris dan Kanada mulai memperluas hubungan ekonomi mereka. Tindakan ini dilakukan guna mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat yang dianggap semakin protektif dalam kebijakan perdagangannya. Dalam kerja sama ini, Kanada berhasil meraih kesepakatan penting yang meliputi pengurangan tarif biji canola dari 84 persen menjadi 15 persen. Selain itu, Kanada juga membuka kuota untuk 49 ribu kendaraan listrik dari Tiongkok yang masuk ke pasar dalam negeri dengan tarif rendah sebesar 6,1 persen.
Perdana Menteri Kanada menyampaikan bahwa tindakan ini merupakan strategi untuk menghadapi sistem dunia yang kini terpecah belah. Ia menilai bahwa kekuatan ekonomi nasional perlu dibangun melalui hubungan yang lebih seimbang dengan berbagai kekuatan global besar, termasuk Tiongkok. Meskipun menghadapi kritik dalam negeri dan tekanan dari sekutu lama, pemimpin Inggris dan Kanada menegaskan bahwa kerja sama dengan Beijing adalah langkah yang realistis. Ini dianggap penting untuk memastikan kelangsungan hidup serta masa depan sektor pertanian dan manufaktur masing-masing negara.
Dalam merespons perubahan dinamika hubungan internasional, Perdana Menteri Mark Carney menekankan perlunya negara-negara untuk menyesuaikan diri dengan realitas global yang terus berkembang. Ia menilai bahwa pengakuan terhadap posisi China yang stabil dalam peta perdagangan dunia sangat penting saat ini.
Tiongkok Memanfaatkan Liburan Tahun Baru Imlek untuk Meningkatkan Perekonomian Tiongkok Menggunakan Cuti Tahun Baru Imlek sebagai Kesempatan untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Pemerintah Tiongkok Memanfaatkan Liburan Tahun Baru Imlek untuk Meningkatkan Kinerja Ekonomi Tiongkok Memanfaatkan Perayaan Tahun Baru Imlek untuk Membangkitkan Perekonomian Liburan Tahun Baru Imlek Digunakan oleh Tiongkok untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Menggunakan Momentum Tahun Baru Imlek untuk Meningkatkan Kondisi Ekonomi Tiongkok Mempergunakan Liburan Tahun Baru Imlek untuk Menaikkan Kinerja Ekonomi Tiongkok Memanfaatkan Hari Raya Tahun Baru Imlek untuk Meningkatkan Ekonomi Nasional Perusahaan dari Tiongkok, Jepang, dan Prancis turut terlibat dalam pengembangan proyek WTE. Daftar Tujuan Tiongkok Menerapkan Bebas Tarif untuk Afrika, Apa Saja?
