, MEDAN –Ikatan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Medan mengadakan kegiatan sosial kemanusiaan dengan mendistribusikan bantuan serta pelayanan kesehatan kulit kepada masyarakat yang terkena dampak banjir dan bencana alam di Sumatera Utara dan Aceh.
Ketua Perdoski Cabang Medan, dr. Riyadh Ikhsan, SpDVE, M.Ked(DV), FINSDV, FAADV, menyatakan bahwa kegiatan ini berfokus pada wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya, seperti Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang yang mengalami dampak cukup berat, dan selanjutnya akan dilakukan di Kabupaten Aceh Timur.
“Kami bekerja mewakili Perdoski Cabang Medan. Karena kami berada di Sumatera Utara, maka fokus kegiatan kami adalah di wilayah Sumut dan daerah sekitarnya seperti Aceh, khususnya Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Selain pendistribusian bantuan, kami juga menyediakan layanan kesehatan kulit secara langsung,” kata dr. Riyadh.
Selain Aceh Tamiang, tim Perdoski Medan juga mengunjungi wilayah Langkat, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga. Di area tersebut, tim mendistribusikan bantuan logistik, kebutuhan pokok, obat-obatan, serta menyediakan layanan kesehatan dan pemeriksaan kulit bagi masyarakat yang terkena dampak.
Aksi kemanusiaan ini mendapatkan dukungan yang luas dari berbagai pihak. Donasi berasal dari para dokter spesialis kulit anggota Perdoski PC Medan – Sumatera Utara, masyarakat umum, Perdosri Sumut-Aceh, Perdosri Jaya, Ikatan Alumni (ILUNI) Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi FK UI, IMKA 71, 72, 73, dan 74 Fakultas Kedokteran USU, serta Alumni SMANSA angkatan 1971.
Selain itu, beberapa perusahaan farmasi juga memberikan dukungan berupa obat-obatan dan bantuan dana, antara lain Inna Pharmaceutical, Labore, Galenium, Proderma, Ikapharmindo, PT MIP, dan PT SDM.
“Kontribusi dari berbagai pihak sangat berguna. Ada yang memberikan bantuan dana, ada juga yang menyumbangkan obat-obatan. Berkat dukungan ini, kami mampu menjangkau lebih banyak warga di daerah yang terkena dampak,” tambah dr. Riyadh.
Ketua Bidang 3 Perdoski PC Medan, dr. Riri Arisanty Syafrin Lubis, M.Ked(DV), SpDVE, FINSDV, menyampaikan bahwa setelah bencana banjir, angka kasus penyakit kulit cenderung meningkat, hal ini sesuai dengan pengalaman bencana alam sebelumnya di mana penyakit kulit sering kali muncul secara masif.
“Secara umum, satu hingga dua minggu setelah bencana, berbagai penyakit kulit mulai muncul. Kami sering menemukan infeksi jamur, peradangan pada kulit, serta penyakit akibat parasit seperti cutaneous larva migrans. Terdapat pula kasus infeksi virus karena penurunan daya tahan tubuh masyarakat,” ujar dr. Riri.
Menurutnya, kondisi sanitasi dan kebersihan yang belum sepenuhnya pulih menjadi salah satu penyebab utama munculnya masalah kesehatan kulit di tempat pengungsian.
Dalam pelaksanaan layanan kesehatan, Perdoski Medan tidak menyediakan posko khusus. Tim justru menggunakan metode “jemput bola” dengan langsung mengunjungi lokasi pengungsian.
“Kami tidak membuka posko sendiri karena masyarakat mungkin belum mampu datang mengaksesnya, mereka lebih fokus pada kebutuhan pokok seperti makanan dan keselamatan keluarga. Oleh karena itu, kami yang datang menemui mereka,” kata dr. Riri.
Akses menuju lokasi rumah penduduk menjadi tantangan tersendiri bagi para relawan dokter yang turun langsung. Meskipun demikian, hal itu tidak mengurangi semangat mereka dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.
Di Aceh Tamiang, sekitar 20 dokter spesialis kulit secara langsung terlibat dan ditempatkan di empat lokasi pelayanan agar dapat mencapai lebih banyak masyarakat yang terkena dampak.
“Antusiasme rekan-rekan sangat luar biasa. Banyak dokter yang dengan sukarela turun ke lapangan tanpa diminta. Kami sangat terkesan dengan semangat solidaritas dan kohesi yang ditunjukkan oleh cabang Perdoski Medan,” katanya.
Perdoski Medan juga menambahkan melalui Ketua Bidang 1 PC Medan, dr. Tri Nanda Syafitri, M.Ked(DV), Sp.D.V.E, FINSDV, bahwa aksi kemanusiaan ini akan terus berlangsung secara bergilir. Beberapa dokter rencananya akan kembali turun ke lokasi yang terdampak dalam waktu dekat.
“Kami akan bergantian turun. Selama masih diperlukan, kami akan terus berusaha membantu sebaik mungkin agar masyarakat dapat segera pulih,” kata dr. Riyadh.
(cr26/)
Baca artikel lain dari TRIBUN MEDAN di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
