Isi Artikel
Janji-janji Menteri ESDM yang Belum Terealisasi di Desa Garoga
Desa Garoga, yang terletak di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), kini menjadi sorotan setelah banjir bandang melanda. Bencana ini menyebabkan kerusakan parah dan menghancurkan rumah-rumah warga. Dalam kunjungan ke desa ini, Menteri Energi Sumber Daya Air Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan beberapa janji kepada warga. Namun, hingga saat ini, hanya satu dari tiga janji tersebut yang telah terpenuhi.
Janji tentang Tenda untuk Warga
Salah satu janji utama Bahlil adalah pemberian 250 tenda untuk setiap kepala keluarga (KK) di Desa Garoga. Desa ini memiliki sekitar 245 KK, sehingga diperlukan 245 tenda. Tenda-tenda ini ditujukan sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang kehilangan rumah akibat banjir. Namun, hingga hari ke-18 pasca-banjir, belum ada satu pun warga yang menerima tenda tersebut.
Camat Batangtoru Mara Tinggi Siregar mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima tenda yang dijanjikan. Meskipun begitu, ia menyampaikan bahwa informasi menunjukkan bahwa tenda tersebut sedang dalam perjalanan. Saat ini, warga Garoga lebih memilih bertahan di posko pengungsian seperti Batu Hula, Puskesmas Batangtoru, Sopo Daganak, hingga aula kantor camat.
Janji Soal Utang KUR
Selain janji tentang tenda, Bahlil juga memberikan janji terkait utang Kredit Usaha Rakyat (KUR). Banyak warga Garoga yang terjerat utang karena gagal panen akibat banjir. Saat itu, mereka mengeluhkan kesulitan ekonomi dan meminta solusi dari Bahlil.
Bahlil menyampaikan bahwa ia telah menyampaikan aspirasi warga kepada Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, dengan menyatakan bahwa beban utang warga Garoga akan menjadi tanggung jawab bersama. Namun, Camat Mara Tinggi mengaku tidak mengetahui detail lebih lanjut mengenai hal ini.
Janji tentang Listrik Tegangan Rendah
Janji ketiga Bahlil adalah tentang pemasangan listrik tegangan rendah. Saat kunjungannya, ia berjanji untuk memperbaiki tower dan menggunakan tiang listrik tekanan rendah. Berdasarkan laporan, janji ini tampaknya telah ditepati. Listrik tegangan rendah di sisi kiri jalan mulai dari Huta Godang dan Garoga sudah terpasang, dengan tiang berwarna merah tua.
Harapan Warga Garoga
Warga Garoga sangat berharap agar janji-janji Bahlil dapat segera direalisasikan. Azhar Dalimunte, salah satu warga vokal, menyampaikan bahwa mereka bingung harus tinggal di mana setelah rumah mereka hancur. Ia juga menyebutkan bahwa kayu gelondongan dari banjir membuat warga geram, karena rumah mereka hancur, keluarga tewas, dan masih ada yang hilang.
Riswan Pohan, Kepala Desa Garoga, juga menyampaikan keluhan warganya yang terjerat utang KUR akibat gagal panen. Ia menjelaskan bahwa lahan sawah seluas 45 hektare milik warga terendam air, sehingga mereka tidak bisa membayar utang.
Respons Bahlil atas Bencana
Dalam kunjungannya ke Garoga, Bahlil menyampaikan rasa dukanya atas bencana yang menimpa warga. Ia mengakui bahwa kondisi desa ini paling parah dibanding dua desa lain yang terkena banjir. Bahlil juga meminta bantuan PT Agincourt Resources (AR) untuk membersihkan sisa-sisa banjir, termasuk lumpur dan kayu gelondongan.
Perlu Tindakan Lebih Lanjut
Meski janji tentang listrik telah terpenuhi, warga masih menantikan realisasi janji tentang tenda dan utang KUR. Mereka berharap agar Bahlil dapat menepati janjinya dan tidak hanya sekadar diucapkan di sana tapi tidak ditepati. Azhar berharap agar pemerintah segera memberikan solusi nyata untuk meringankan beban warga Garoga.
