Tidak Ada Kembang Api, Buleleng Ganti Hiburan, Gianyar Gelar Doa Bersama

, BULELENG– Tidak ada pesta kembang api dalam perayaan malam pergantian tahun di Kabupaten Buleleng. Masyarakat akan diberi hiburan melalui pertunjukan seni dan budaya.

Perayaan malam Tahun Baru 2026 direncanakan akan diadakan di Pelabuhan Buleleng.

Bacaan Lainnya

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menyampaikan, terdapat himbauan agar perayaan tahun baru tidak dilakukan dengan menggunakan kembang api.

Ini merupakan wujud dukungan terhadap peristiwa bencana yang terjadi di Sumatera.

“Sebagai alternatif, perayaan tahun baru diadakan melalui pertunjukan seni budaya. Kami akan mempersembahkan seni budaya khas Buleleng, agar tidak ada aktivitas yang kurang bermakna,” katanya.

Berdasarkan jadwal yang diterima Tribun Bali, acara hiburan yang telah disiapkan meliputi bondres rare kual, Gong Mebarung (Sanggar Langgen Kertu Budaya Lokapaksa vs Sanggar Suara Mustika Banyuning).

Selain itu juga terdapat tampilan seni modern berupa band lokal Sendari Band (Band Lokal) dan Motifora.

Selain itu, Bupati juga merencanakan menyantap nasi jinggo bersama masyarakat, sebagai bentuk keakraban pemerintah dengan rakyat.

Rencananya tersedia 4.000 bungkus nasi.

“4.000 ini sebagian akan didistribusikan ke pelabuhan dan sebagian lainnya akan dibawa keliling untuk diserahkan kepada masyarakat. Keseluruhannya disediakan oleh pihak sponsor,” tambahnya.

Menyambut perayaan Natal, Bupati bersama Forkopimda melakukan pengawasan langsung terhadap kegiatan di beberapa gereja di Kota Singaraja. Selanjutnya, Bupati mengunjungi Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berada di depan Taman Kota Singaraja.

Dikatakan dia, seluruh titik keramaian telah terpantau.

Pos yang diinisiasi Kapolres Buleleng ini juga telah terintegrasi dengan CCTV dan terkoneksi dengan Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG). Hal itu memudahkan koordinasi dan mitigasi jika terjadi gangguan.

“Astungkara, semua berjalan lancar. Harapannya, upaya-upaya yang sudah kita lakukan di 2025 ini bisa lebih disempurnakan lagi di tahun 2026,” jelasnya. 

Sementara itu, pesta kembang api dalam rangka perayaan pergantian tahun di Kabupaten Gianyar dibatalkan. Pemkab Gianyar memastikan malam tahun baru diisi dengan doa bersama untuk korban bencana.

Hal tersebut disampaikan Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama. Dikatakan acara doa bersama akan dipusatkan di Alun-alun Gianyar, pada Rabu (31/12).

“Kita batalkan acara kembang api, hal tersebut sebagai tindak lanjut dari instruksi Kapolri,” ujar Gus Bem sapaannya. 

Gus Bem mengatakan, perayaan tersebut akan dimeriahkan oleh konser.

“Perayaan kita hanya konsep saja,” ujarnya. 

Iapun menegaskan bahwa dalam acara tersebut nantinya, Pemkab Gianyar bersama pengunjung akan menggelar doa bersama untuk para korban bencana, baik untuk Aceh, Sumatera serta korban bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Bali itu sendiri.

“Dalam acara puncak, kita gelar doa bersama, serta menyanyikan lagu nasional Padamu Negeri,” ujarnya.

Anggota DPRD Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra berharap Pemkab Gianyar menyampaikan bentuk empati dan keprihatinan atas rangkaian musibah yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. 

Gus Gaga sapaannya, menilai suasana duka akibat bencana alam belum sepenuhnya reda. Banjir bandang di Sumatera dan Aceh yang menelan korban ribuan orang masih menyisakan luka mendalam.

Di Bali, musibah serupa juga terjadi hampir di seluruh wilayah dan menelan korban jiwa, selain berbagai kerusakan pemukiman dan infrastruktur lain, sehingga meninggalkan duka bagi banyak warga yang terdampak. 

Gus Gaga memandang penyelenggaraan pesta kembang api dengan segenap hingar-bingar kemeriahan tidak ubahnya merupakan cerminan sikap dan prilaku yang nir-empati dan menjadi paradoks sosial.

“Di satu sisi ada pesta dan euforia, sementara di sisi lain terdapat tangis pilu para korban bencana yang masih berjuang untuk bertahan hidup,” ujarnya.

Anggota Dewan Fraksi Demokrat ini mengusulkan agar anggaran yang biasanya dialokasikan untuk pesta kembang api, yang nilainya bisa mencapai ratusan juta dialihkan untuk membantu warga terdampak bencana maupun masyarakat miskin.

“Dana tersebut akan jauh lebih bermanfaat jika digunakan untuk kebutuhan dasar para korban, dibandingkan sekadar menjadi letupan cahaya yang hanya memberi euforia sesaat,” ujar Gus Gaga. (*)

   

Berita lainnya di Perayaan Tahun Baru

Pos terkait