– Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menggunakan jet pribadi milik tersangka pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, ternyata lebih sering daripada yang sebelumnya dilaporkan.
Dilansir dari Korea Times,fakta tersebut berasal dari sebuah email yang dikirim oleh seorang jaksa di New York, yang merupakan bagian dari kumpulan dokumen terbaru mengenai Epstein yang dirilis pada hari Selasa (22/12) oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Pada sebuah email yang dikirim pada 7 Januari 2020, seorang jaksa yang tidak mengungkapkan identitasnya menyatakan bahwa catatan penerbangan menunjukkan bahwa Trump pernah menggunakan pesawat pribadi Epstein sebanyak delapan kali selama tahun 1990-an.
Di antara penerbangan-penerbangan tersebut, setidaknya terdapat empat penerbangan yang mana rekan Epstein, Ghislaine Maxwell, juga turut serta di dalamnya.
Maxwell diketahui mendekam di penjara selama 20 tahun karena membantu mantan pengusaha Epstein, serta melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan di bawah umur.
Namun demikian, dalam unggahan media sosial pada tahun 2024, Trump menyangkal pernah berada di pesawat Epstein atau mengunjungi pulau milik Epstein yang sering dikaitkan dengan kasus tersebut.
Berkas jaksa tidak menyebutkan adanya dugaan keterlibatan Trump dalam tindakan kejahatan apa pun. Sampai saat ini, Gedung Putih belum memberikan respons resmi terkait isi email tersebut.
Satu catatan penerbangan terbaru menunjukkan bahwa dalam sebuah perjalanan, pesawat hanya mengangkut tiga penumpang, yaitu Epstein, Trump, dan seorang wanita berusia 20 tahun yang identitasnya tidak diungkapkan. Di sisi lain, pada dua penerbangan lainnya, terdapat beberapa wanita yang diduga bisa menjadi saksi dalam kasus Maxwell.
Pada penerbangan lainnya, dua penumpang masing-masing adalah wanita yang berpotensi menjadi saksi dalam perkara Maxwell,demikian pernyataan yang terdapat dalam dokumen tersebut.
