Isi Artikel
Ringkasan Berita:
- Suriani seorang ibu rumah tangga tak terima ditipu Rp 75 juta oleh oknum ASN
- Pelaku mengatakan bisa beri posisi jalur sisipan kepada Suriani di Pemkab Asahan
Suriani seorang ibu rumah tangga mengaku telah ditipu puluhan juta rupiah.
Seorang wanita curhat di media sosial terkait penipuan CPNS yang dilakukan oleh diduga oknum ASN di wilkum Pemerintah Kabupaten Asahan.
Suriani Putri, seorang ibu rumah tangga mengaku telah ditipu oleh oknum ASN berinisial NM dengan total Rp 75 juta.
Suriani mengaku, kejadian tersebut terjadi pada tahun 2014.
Janji jalur sisipan
Modus oknum ASN tersebut diduga mengaku dapat luluskan CPNS melalui jalur sisipan di pemerintah Kabupaten Asahan.
Saat dijumpai, korban mengaku uang sebesar Rp 75 juta itu diberikan secara bertahap dengan dua kali penyerahan.
“Awalnya saya dibilang sama teman ASN ini, ada orang yang mencari orang mau masuk PNS melaluí sisipan. Saya dijumpakan dengan oknum ASN ini,” ujar Suriani saat dijumpai tribun-medan.com dikediamannya di Jalan Syaikh Ismail, Kisaran Timur, Kamis (25/12/2025), dikutip , Minggu (28/12/2025).
Kemudian, setelah berkompromi dengan keluarga, Suriani mendapatkan restu dan izin untuk mencoba keberuntungan.
Keberuntungan tak didapat, Suriani malah buntung setelah mengetahui ternyata iming-iming NM tidak terjadi dan Suriani tak kunjung dipanggil untuk dilantik hingga bekerja.
“Awalnya sudah kami setor Rp 30 juta, selang satu Minggu, kami setor lagi uang Rp 45 juta jadi total Rp 75 juta. Setelah pembayaran lunas, tidak ada berita sama sekali,” katanya.
Katanya, pihaknya sempat menjumpai NM, namun NM hanya menjanjikan akan membayarkan uang tersebut.
Namun, hingga belasan tahun berlalu, uang Rp 75 juta tersebut tak kunjung dibayarkan oleh NM.
“Kami belum pernah melaporkan ini ke polisi, kami masih menunggu itikad baiknya. Kalau tidak ada ya terpaksa kami membuat laporan,” pungkasnya.
Seleksi tahun 2026
Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selalu dinantikan apalagi untuk lulusan baru maupun pekerja yang ingin meniti karier di birokrasi pemerintah.
Namun apakah pendaftaran CPNS 2026 akan dibuka?
Sebagian pihak penasaran terkait syarat dan mekanisme yang akan diterapkan di tahun depan.
Selain itu, waktu pendaftaran juga menentukan strategi persiapan calon pelamar, mulai dari dokumen hingga ujian kompetensi yang wajib diikuti.
Lalu, kapan pendaftaran CPNS 2026 dibuka?
Jawaban Kemenpan-RB soal Kapan Pendaftaran CPNS 2026 Dibuka?
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Rini Widyantini mengatakan, pemerintah membuka peluang pendaftaran CPNS akan dibuka pada 2026.
Pendaftaran CPNS 2026 rencananya dibuka untuk lulusan baru atau fresh graduate.
Ia menambahkan, pihaknya sudah meminta kementerian dan lembaga untuk mempersiapkan atau menganalisis kebutuhan pegawai berdasarkan strategi lima tahun ke depan.
Sebabnya, kementerian dan lembaga harus melihat posisi yang membutuhkan regenerasi pegawai.
“Kemarin kan kita memang banyak fokus untuk menyelesaikan tenaga honorer. Ke depannya saya sih berharap saya bisa fokus kepada para fresh graduate untuk bisa ikut serta menjadi bagian daripada birokrasi,” ujar Rini dikutip dari Kompas.com, Kamis (11/12/2025).
“Tentunya saya sangat concern terhadap bagaimana regenerasi untuk para ASN dan tentunya para fresh graduate,” tambahnya.
Rini juga mengatakan, analisis dilakukan agar terlihat perkembangan jabatan-jabatan tertentu, seperti perlu atau tidaknya penambahan pegawai.
Menurutnya, analisis kebutuhan juga dilakukan oleh kementerian atau lembaga baru.
Jawaban BKN soal Kapan Pendaftaran CPNS 2026 Dibuka?
Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan beberapa instansi mengenai pendaftaran CPNS 2026.
Hal tersebut dikatakan Zudan saat menanggapi isu pendaftaran CPNS pada 2026 yang sempat beredar di media sosial.
Zudan menambahkan masyarakat yang ingin mengikuti pendaftaran CPNS sebaiknya menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.
“Kami sedang berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait,” kata Zudan dikutip dari Kompas.com, Senin (6/10/2025).
“Tunggu informasi resmi dari pemerintah,” pungkasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews
