PORTAL PATI– Selamat datang, rekan-rekan Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) peserta Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) Kementerian Agama tahun 2025!
Proses mendalami materi Modul Pedagogik yang sangat menyeluruh telah Anda selesaikan dengan baik.
Selama delapan hari berurutan, Anda berhasil mengikuti 8 topik pembelajaran, diikuti dengan pengumpulan tugas mandiri dan refleksi yang membutuhkan banyak tenaga.
Sekarang, tiba saatnya menghadapi penilaian akhir, yaitu Ujian Akhir Modul (UAM).
Modul TAM Pedagogik SKI akan diadakan pada hari ke-9 hingga hari ke-10 setelah seluruh proses pembelajaran dan tugas selesai. Ujian ini sangat penting karena menilai kompetensi pedagogis yang mendasar bagi Anda.
Harap diingat, TAM ini terdiri dari 50 soal berbentuk pilihan ganda dengan 5 opsi jawaban yang tersedia,five option multiple choice), dan Anda hanya memiliki waktu pengerjaan selama 75 menit.
Kombinasi antara banyaknya soal dan waktu yang terbatas memerlukan persiapan yang lebih terencana.
Laporan ini kami sajikan sebagaisimulasidan panduan belajar utama, menyajikan latihan soal beserta jawaban TAM Modul Pedagogik SKI PPG Daljab Kemenag 2025.
Gunakan bahan ini untuk mengevaluasi kesiapan, mengidentifikasi kelemahan, serta meningkatkan pengelolaan waktu Anda sebelum ujian yang sebenarnya.
Soal dan Jawaban TAM Modul Pedagogik SKI PPG Daljab Kemenag 2025
Soal Nomor 1
Guru menerapkan tahapan pembelajaran yang meliputi eksplorasi, investigasi, refleksi, dan penerapan saat mengajar sejarah peradaban Islam. Tahapan yang digunakan guru sesuai dengan sintaks Deep Learning karena…
A. Tidak ada hubungan antara proses belajar dengan pengalaman siswa.
B. Siswa hanya menerima pelajaran tanpa terlibat secara aktif.
C. Pembelajaran yang berfokus pada pemahaman mendalam serta pengembangan keterampilan berpikir kritis.
D. Guru hanya mengandalkan metode ceramah sebagai pendekatan utama.
E. Siswa hanya menghafal tanpa memperdalam pemahaman konseptual.
Soal Nomor 2
Dalam pendidikan inklusif, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, seperti guru, orang tua, dan tenaga ahli lainnya, dalam merancang program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap peserta didik. Guru perlu mampu menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan mendukung agar setiap siswa merasa dihargai dan diterima. Apa makna kolaborasi dalam konteks pendidikan inklusif?
A. Kolaborasi antara guru dalam membagikan metode pengajaran yang efisien
B. Kerja sama antara sekolah dan pemerintah dalam menyusun kebijakan pendidikan
C. Kerja sama antara siswa dalam kelompok belajar guna mencapai tujuan akademik
D. Kerja sama antara guru, orang tua, dan tenaga profesional lainnya dalam mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh
E. Kolaborasi antara siswa yang memiliki disabilitas dan siswa tanpa disabilitas dalam kegiatan pembelajaran
Soal Nomor 3
Pendidikan inklusi juga menekankan pada pembentukan sikap positif terhadap perbedaan di kalangan peserta didik. Dengan belajar bersama, siswa diajarkan untuk menghargai perbedaan, bekerja sama, serta meningkatkan rasa empati terhadap sesama. Hal ini penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan adil. Apa pengaruh utama yang diharapkan dari pengembangan sikap positif terhadap keberagaman dalam pendidikan inklusi?
A. Menghasilkan peserta didik yang mampu menyesuaikan diri dengan kurikulum yang lebih ketat
B. Meningkatkan prestasi belajar siswa tanpa mempertimbangkan perbedaan mereka
C. Mempermudah proses pembelajaran sehingga lebih mudah dipahami oleh seluruh siswa
D. Membentuk individu yang mandiri dan percaya diri tanpa mempertimbangkan keragaman
E. Menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan menghargai perbedaan dengan memanfaatkan empati serta kerja sama
Soal Nomor 4
Pendekatan refleksi dalam supervisi klinis mendorong supervisee untuk meninjau pengalaman mereka secara mendalam. Hal ini membantu mereka mengenali kelebihan dan kekurangan dalam praktik konseling, serta meningkatkan standar pelayanan. Mengapa refleksi menjadi bagian penting dalam supervisi klinis?
A. Karena refleksi hanya dilakukan sebagai bentuk penilaian terhadap keberhasilan pengawasan.
B. Karena refleksi mengurangi keharusan untuk menerima masukan dari atasan.
C. Karena refleksi memungkinkan supervisee untuk menyadari bidang pengembangan diri dan karier.
D. Karena refleksi bertujuan mengidentifikasi kelemahan tanpa mempertimbangkan kekuatan.
E. Karena refleksi menyebabkan supervisee sepenuhnya tergantung pada supervisor.
Soal Nomor 5
Seorang guru SKI menyusun pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengeksplorasi peristiwa Perang Badar melalui permainan peran dan refleksi terhadap nilai-nilai strategis dalam kehidupan. Pembelajaran berbasis skenario ini memenuhi ciri-ciri Deep Learning karena…
A. Guru hanya menyampaikan materi tanpa melibatkan siswa dalam diskusi.
B. Melibatkan penjelajahan, pemikiran mendalam, serta hubungan dengan kehidupan sebenarnya.
C. Pembelajaran hanya menekankan hasil akhir tanpa memperhatikan proses berpikir kritis.
D. Pengujian dilakukan tanpa adanya tujuan pembelajaran yang pasti.
E. Siswa hanya menghafal informasi sejarah tanpa memahami maknanya secara mendalam.
Untuk Soal dan Jawaban TAM Modul Pedagogik SKI PPG Daljab Kemenag 2025 versi lengkap, klik tautan di bawah ini:
Unduh Soal dan Jawaban TAM Modul Pedagogik SKI PPG Daljab Kemenag 2025
Semoga berhasil dan peroleh hasil terbaik dalam TAM!
***
