Ringkasan Berita:
- Pastikan SFC WO kontra PSMS jika gugatan dikabulkan.
- Putusan Pengadilan Niaga ditunda Senin (22/12/2025).
- Putusan sidang sempat dijadwalkan Kamis (18/12/2025).
, PALEMBANG –Direktur Kompetisi PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Berman Limbong SH MH memastikan Sriwijaya FC bakal WO (Walk Out) di laga ke-13 kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 kontra PSMS Medan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (27/12/2025) pukul 15.30 mendatang, seandainya Pengadilan Niaga mengabulkan permohonan PKPU (pernyataan kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang) yang diajukan pihak Hotel Majestic Palembang, Sumatera Selatan.
“Karena tanggal 27 ini kita sudah tanding lagi. Kalau keputusannya (dikabulkan) hari Senin, ngapain lagi main tangal 27. Saya mau sampaikan kalau putusan majelis hakim megabulkan permohonan PKPU, suporter dari Sriwijaya FC jangan berharap mau nonton tim kesayangannya di stadion lagi. Saya pastikan tanggal 27 tidak akan ada pertandingan kalau putusan majelis mengabulkan permohonan itu. Itu saya pastikan,” kata Berman Limbong SH MH kepada , Jumat (19/12/2025).
Berman Limbong SH MH selaku kuasa hukum Sriwijaya FC mengatakan dirinya tidak mau memberikan advice kepada rekan-rekan bisnisnya untuk nyemplung sumur lebih dalam lagi.
“Lu rugi, gua juga rugi. Selesai sudah. Lu tagih aja ke manajemen Sriwijaya FC yang dulu. Ini kan bicara PT, kagak ada tanggung jawab pribadi di situ. Tanggung jawabnya badan hukum. Tanggung jawab PT-nya. PT-nya gak punya apa-apa, ya zonk,” ujar Berman Limbong.
Berman Limbong menjelaskan pengadilan niaga menunda putusan atas permohonan PKPU (pernyataan kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang) yang diajukan pihak Hotel Majestic Palembang, yang sempat dijadwalkan pada Kamis (18/12/2025) kemarin.
“Masih berjalan. Kayaknya (putusan) ditunda. Biasalah majelis hakim yang diurus bukan hanya itu. Lalu mereka kalau mau bikin PKPU musyawarah biar teliti banget. Karena menyangkut nasib banyak orang. Permohonan PKPU ini dan kepailidan itu biasanya orang memperhatikan,” kata Berman Limbong.
Dijelaskan Limbong, yang pertama yang diperhatikan adalah kemampuan membayar. Menurutnya, kalau kemampuan tidak bisa membayar, ngapain di-PKPU-in.
Kedua, karena dipailidkan harus dilihat ada asetnya gak. Kalau tidak, berarti like or dislike. Pihak Hotel Majestic tahu, teman-teman penasehat hukumnya pun tahu kalau Sriwijaya FC itu asetnya itu hanya kebanggaan dan semangat.
“Ya sudah, kalau dia sudah masuk ranah PKPU, ya tinggal kenangan aja Sriwijaya FC. Kekecewaan para suporter, kita sangat kecewa sekali dengan kondisi itu. Putusan sidang ini Senin (22/12/2025),” terangnya.
Sementara itu, pihak manajemen Hotel Majestic Palembang yang dikonfirmasi enggan membeberkan nominal utang Sriwijaya FC ke mereka.
Manajemen Hotel Majestic Palembang pun tak menampik kabar viral pemain Sriwijaya FC musim lalu sempat tak diberikan sarapan pagi.
Suyanto, Manajer Hotel Majestic, menjelaskan bahwa hotel tidak bisa menyediakan sarapan karena kekurangan dana.
Menurutnya, sejak para pemain Sriwijaya FC menginap di hotel tersebut pada Juli 2024, mereka tidak membayar uang muka (DP) terlebih dahulu, namun hotel tetap menerima mereka karena telah menjalin kerja sama lama dengan PT SOM, manajemen klub Sriwijaya FC.
Namun, situasi keuangan hotel semakin memburuk. Suyanto menyebutkan bahwa hotel harus menanggung biaya konsumsi para pemain, yang hingga saat ini belum dibayar oleh manajemen Sriwijaya FC.
Ia juga mengungkapkan bahwa hotel memiliki sejumlah utang kepada pemasok, serta kewajiban lainnya, seperti pembayaran pajak dan gaji karyawan.
“Saya sudah memberitahukan pihak manajemen bahwa keuangan hotel Majestic sudah kosong, kami tidak punya dana lagi untuk menyediakan makanan.
Kami belum dibayar oleh manajemen, sementara kami punya kewajiban lain yang harus dipenuhi,” ungkap Suyanto.
Meski demikian, ia mengungkapkan rasa kecewa karena merasa sudah berusaha keras membantu.
“Saya sudah mencoba mencari uang agar para pemain bisa makan, apalagi menjelang pertandingan. Tapi saat ini saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” katanya dengan nada sedih.
Suyanto juga mengatakan bahwa sejak bulan Juli hingga Desember 2024, baik hotel maupun pemain sudah terpaksa harus bersabar menghadapi situasi ini.
“Kami sudah berusaha menutupi kekurangan ini selama lima bulan terakhir, tetapi sekarang kami benar-benar tidak bisa lagi,” tambahnya.
Hotel Majestic sendiri memastikan bahwa jika tidak ada sarapan atau makan untuk pemain, pihak hotel akan segera mengonfirmasi hal ini kepada manajemen Sriwijaya FC.
Pihak hotel juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pemain, pelatih, dan staf yang terdampak.
“Kami mohon maaf kepada semua pihak, ini bukan karena kami sengaja. Kami juga kasihan dengan para pemain, pelatih, dan official yang sudah sangat kesulitan,” ujar Suyanto.
