Sibuk tapi tidak berhasil? Ini dua hal yang mungkin Anda lewatkan

CHANELSULSEL.COM– Di tengah kesibukan kehidupan modern yang sangat cepat, banyak orang terjebak dalam rutinitas harian tanpa menyadari betapa besar anugerah yang mereka miliki.

Agama Islam, berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, sejak lama telah mengingatkan umatnya untuk tidak lengah terhadap anugerah yang diberikan.

Bacaan Lainnya

Tuhan yang sering dianggap remeh, namun sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan seorang hamba.

Salah satu peringatan penting tersebut terdapat dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Nabi Shallallahu alaihi wasallam berkata:

Dua hal yang sering diabaikan oleh banyak orang adalah kesehatan dan waktu luang.

Artinya:

“Dua kebahagiaan yang sering terabaikan oleh kebanyakan orang adalah kesehatan dan waktu senggang.” (HR. Bukhari No. 6412)

Hadis ini memberikan peringatan mendalam bahwa tidak semua kebaikan disadari nilainya ketika masih tersedia. Justru ketika kebaikan tersebut hilang, manusia baru menyadari betapa berharganya hal itu.

Manfaat Kesehatan yang Sering Terlewatkan

Kesehatan adalah aset utama dalam menjalani kehidupan. Dengan kondisi tubuh yang baik, seseorang dapat beribadah dengan penuh khusyuk, bekerja secara optimal, serta melakukan berbagai kegiatan sosial dan keluarga.

Namun, ironisnya, kesehatan sering kali hanya dihargai ketika penyakit datang menyerang.

Dari sudut pandang agama Islam, menjaga kesehatan merupakan bagian dari tanggung jawab yang diberikan oleh Allah.

Jasad manusia bukanlah milik pribadi sepenuhnya, melainkan amanah yang suatu saat akan diminta pertanggungjawaban.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sendiri memberikan teladan mengenai gaya hidup yang seimbang, menjaga pola makan, cukup beristirahat, serta tidak berlebihan dalam segala hal.

Para ulama menyampaikan bahwa kesehatan tidak hanya terbatas pada kondisi tubuh, tetapi juga mencakup kesehatan jiwa dan hati. Hati yang bersih dari rasa iri, dengki, dan kesombongan merupakan salah satu bentuk karunia kesehatan yang besar, namun sering kali tidak mendapat perhatian yang cukup.

Waktu Senggang, Kenikmatan yang Cepat Berlalu

Selain kesehatan, Nabi Muhammad juga menekankan pentingnya waktu luang. Banyak orang menganggap waktu sebagai hal yang biasa, bahkan sering digunakan tanpa arah yang jelas. Padahal, waktu merupakan harta yang tidak bisa dipulangkan atau dibeli kembali.

Dalam agama Islam, setiap detik dalam kehidupan memiliki makna yang penting. Waktu senggang sebenarnya merupakan peluang berharga untuk meningkatkan kebaikan, mencari ilmu, memperkuat hubungan silaturahmi, dan semakin dekat kepada Allah SWT.

Sayangnya, banyak orang yang justru tertipu oleh kelalaian, menunda tindakan baik, dan membuang-buang waktu dengan hal-hal yang tidak berguna.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah menyampaikan bahwa menghabiskan waktu secara sia-sia lebih berbahaya dibandingkan kematian, karena kematian hanya memutus hubungan dengan dunia, sedangkan menyia-nyiakan waktu akan memutus hubungan dengan kehidupan akhirat.

Kerugian Nyata bagi Manusia yang Tidak Berwaspada

Dalam hadis tersebut, Nabi Muhammad menggunakan kata maghbun yang berarti seseorang yang merugi dalam perdagangan. Maksudnya, banyak manusia yang sebenarnya memiliki “modal besar” berupa kesehatan dan waktu luang, tetapi gagal memanfaatkannya untuk keuntungan di akhirat.

Kerugian ini tidak selalu terlihat jelas, tetapi akan dirasakan ketika usia bertambah, kekuatan menurun, dan kesempatan untuk berbuat baik semakin berkurang. Pada saat itulah penyesalan sering muncul, namun waktu tidak dapat kembali.

Refleksi dan Ajakan Introspeksi

Hadis ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi setiap umat Islam. Apakah kesehatan yang dimiliki telah digunakan untuk hal-hal yang disukai oleh Allah? Apakah waktu senggang telah diisi dengan perbuatan baik atau justru terbuang sia-sia?

Di tengah kesibukan dunia, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam mengajarkan keseimbangan hidup: bekerja dengan tekun tanpa mengabaikan ibadah, menikmati kehidupan tanpa lupa akan akhirat.

Kesehatan dan waktu luang bukan hanya kebahagiaan, tetapi juga ujian dalam cara manusia menghargainya.

Pesan Nabi Muhammad mengenai dua nikmat ini tetap berlaku hingga kini. Pada masa digital sekarang, di mana waktu sering terbuang tanpa disadari dan gaya hidup sering kali melupakan kesehatan, hadis ini menjadi pengingat yang sangat penting.

Semoga kita termasuk dalam golongan hamba yang bijak dalam bersyukur atas kesehatan dan waktu luang, dengan memanfaatkannya secara optimal untuk kebaikan dunia serta bekal di akhirat.

Karena, nikmat yang dihargai akan semakin bertambah, sedangkan nikmat yang diabaikan dapat menjadi penyebab penyesalan kelak.***

 

Disclaimer: Artikel ini disusun dengan bantuan AI ChatGPT yang diubah oleh editor manusia agar lebih nyaman dibaca.

Pos terkait