Semen Padang tertahan di zona degradasi seusai dibantai Madura United

Ringkasan Berita:

  • Semen Padang FC belum mampu keluar dari zona degradasi klasemen BRI Super League 2025/2026
  • Semen Padang FC berangkat dengan modal percaya diri yang kuat setelah mampu mengalahkan Persija Jakarta 1-0 di kandang
  • Alih-alih mencuri poin, Kabau Sirah justru harus menerima tekanan dari Madura United sejak menit awal pertandingan hingga kalah 5-1 

Semen Padang FC belum mampu keluar dari tekanan di papan bawah klasemen BRI Super League 2025/2026. 

Bacaan Lainnya

Kekalahan telak 1-5 dari Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (28/12/2025) malam, membuat Kabau Sirah tetap tertahan di zona degradasi.

Kekalahan tersebut membuat Kabau Sirah tertahan di zona degradasi dengan raihan 10 poin dari 15 pertandingan.

Tren negatif masih menghantui Semen Padang FC yang belum mampu keluar dari tekanan papan bawah liga musim ini.

Kekalahan itu terjadi pada laga tunda pekan ke-8 yang berlangsung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (28/12/2025) malam.

Semen Padang FC berangkat dengan modal percaya diri yang kuat setelah mampu mengalahkan Persija Jakarta 1-0, Senin (22/12/2025). 

Sebelum menantang Madura United, Kabau Sirah mampu mencuri poin penuh dari Persija yang berada di posisi 4 klasemen liga.

Persija sudah mengoleksi 29 poin dari 14 laga. 

Sementara Madura United yang ditantang SPFC berada di posisi 14 dengan 14 poin.

Semen Padang FC dan Madura United hanya dipisahkan PSBS Siak yang ada di posisi 15. 

Sementara SPFC ada di posisi 16 klasemen.

Alih-alih mencuri poin, Kabau Sirah justru harus menerima tekanan sejak menit awal pertandingan. 

Madura United tampil dominan dan langsung membuka keunggulan pada menit ke-5 melalui gol Lulinha.

Gawang Semen Padang FC kembali kebobolan pada menit ke-13. Jorge Mendoga sukses menggandakan keunggulan Madura United lewat sundulan hasil situasi bola mati. 

Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Madura United Makin Agresif Babak Kedua

Memasuki babak kedua, kedua tim melakukan sejumlah pergantian pemain.

Madura United tetap tampil agresif dan kembali menekan lini pertahanan Semen Padang FC.

Hasilnya, pada menit ke-55 Madura United menambah keunggulan lewat serangan balik cepat.

Jordy Wehrmann yang berhadapan langsung dengan kiper Athur Augusto sukses mencetak gol dan membawa Madura unggul 3-0.

Semen Padang FC sempat memperkecil ketertinggalan satu menit berselang. 

Cornelius Stewart mencetak gol melalui sepakan keras memanfaatkan kesalahan antisipasi lini belakang Madura United. Skor berubah menjadi 3-1.

Jual beli serangan terjadi setelah gol tersebut.

Namun, Madura United kembali memperlebar jarak pada menit ke-72 melalui gol penalti Balotelli.

Wasit menunjuk titik putih setelah Leo Guntara dinilai melakukan pelanggaran di area terlarang.

Balotelli yang maju sebagai eksekutor sukses mengecoh kiper Semen Padang. Skor 4-1.

Madura United kembali mencetak gol pada menit ke-75 melalui Lulinha, namun dianulir wasit karena sang pemain lebih dulu berada dalam posisi offside.

Tiga menit berselang, Lulinha akhirnya kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Memanfaatkan kemelut di depan gawang Semen Padang FC, Lulinha melepaskan sepakan keras mendatar yang tak mampu dibendung kiper.

Skor telak 5-1 untuk Madura United.

Hingga wasit memberikan tambahan waktu tujuh menit, tak ada gol tambahan tercipta. Skor 5-1 bertahan hingga laga usai.

Tertahan di Zona Degradasi

Dengan hasil ini, Semen Padang FC tetap tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan raihan 10 poin.

Sementara Madura United naik ke posisi ke-13 dengan koleksi 17 poin.

Susunan Pemain

Semen Padang FC:

Athur Augusto (GK), Angelo Meneses, Leo Guntara, Ricky Ariansyah, Samuel Christianson Simanjuntak, Ripal Wahyudi, Alhasan Wakaso, Pedro Matos, Firman Juliansyah, Irsyad Maulana, Cornelius Stewart.

Madura United:

Moch Diky Indriyana (GK), Novan Setya Sasongko, Pedro Monteiro, Jordy Wehrmann, Kerim Palic, Roger Badia, Lulinha, Paulo Sitanggang, M Rizki Afrisal, Jorge Mendoga, Aji Kusuma.

Pos terkait