Sejarah hubungan Anrez Adelio dan Friceilda Prillea: Awal pertemuan yang mencuri perhatian

– Nama public figureAnrez Adelio kini menjadi perhatian publik setelah diduga menyebabkan kehamilan kekasihnya, Friceilda Prillea, dan tidak menunjukkan niat baik untuk bertanggung jawab. Dugaan ini disampaikan langsung oleh pihak Friceilda dalam konferensi pers bersama tim kuasa hukum dari LIM Komite Nasional Advokat Indonesia (KNAI). Dalam pertemuan tersebut, kuasa hukum menyatakan bahwa Friceilda Prillea saat ini sedang mengandung delapan bulan, dan kehamilan tersebut dianggap hasil dari hubungan dengan Anrez Adelio.

Kuasa hukum menyatakan bahwa kliennya merupakan korban dan selama masa kehamilan harus menghadapi semua hal sendirian tanpa bantuan dari pihak laki-laki yang diduga sebagai ayah biologis anak tersebut.

Bacaan Lainnya

Wewenang hukum juga menyampaikan bahwa Anrez Adelio pernah mengakui kehamilan tersebut, bahkan membuat surat pernyataan yang berisi janji akan menikahi Friceilda dan bertanggung jawab terhadap anak yang sedang dikandungnya.

Namun, sampai saat ini janji tersebut belum pernah diwujudkan.

Rangkaian Peristiwa Pertemuan Anrez Adelio dan Friceilda Prillea

1. Mengenal Melalui Sosial Media

Friceilda Prillea menyampaikan, bahwa pertemuan mereka dengan Anrez Adelio dimulai melalui aplikasi TikTok pada bulan Mei 2024.

Komunikasi yang intens berlangsung hingga akhirnya keduanya bertemu secara langsung untuk pertama kalinya pada September 2024.

Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka berkembang seperti pasangan kekasih. Friceilda mengatakan bahwa ia menjalani hubungan ini dengan serius dan penuh keyakinan.

2. Janji Pernikahan dan Kedekatan Seksual

Berdasarkan pengakuan Friceilda, sebelum hubungan intim terjadi, Anrez Adelio dikatakan melakukan rayuan dan memberikan janji-janji, termasuk janji akan menikah serta bertanggung jawab.

Janji itu kemudian membuat Friceilda percaya dan terkesan. Namun, setelah diketahui Friceilda sedang mengandung, sikap Anrez justru berubah.

Friceilda mengakui telah memberitahu Anrez tentang kehamilannya pada 9 Juni 2025, dan pernah mengunjungi rumah Anrez.

Pada saat itu, Anrez terlihat kaget namun mengakui bahwa bayi tersebut adalah putranya.

3. Surat Pernyataan dan Janji yang Tidak Ditepati

Keluarga Friceilda selanjutnya meminta penjelasan mengenai tanggung jawab.

Anrez diketahui mengeluarkan pernyataan yang menyatakan kemauannya untuk menikahi Friceilda 21 hari setelah 24 Juni 2025.

Namun, hingga saat ini, pernikahan tersebut tidak pernah terwujud dan hubungan komunikasi justru terhenti.

Friceilda mengatakan, sejak awal kehamilannya, ia terus menuntut pertanggungjawaban, baik sebagai suami maupun ayah dari anak yang sedang dikandungnya.

Namun, Anrez dianggap hanya membuang waktu tanpa niat tulus, sehingga akhirnya Friceilda menghentikan komunikasi untuk menjaga kesehatan mentalnya dan janin yang ada dalam kandungannya.

Dugaan Pengabaian dan Permohonan Aborsi

Di dalam konferensi pers, pengacara mengungkapkan bukti percakapan yang menunjukkan bahwa Anrez Adelio diduga menolak untuk bertanggung jawab dengan alasan belum siap menikah dan belum ingin memiliki anak.

Bahkan, Friceilda mengakui pernah dianjurkan untuk menggugurkan kandungan, sesuatu yang dengan tegas ia menolak.

Selanjutnya, Friceilda juga mengungkap adanya ancaman berupa video pribadi yang diambil tanpa izinnya.

Video tersebut disinyalir digunakan sebagai cara untuk memaksa Friceilda tetap diam dan tidak meninggalkan hubungan tersebut.

Tindakan Hukum dan Permintaan Pertanggungjawaban

Wewenang hukum menegaskan, bahwa prioritas utama mereka bukan hanya masalah konflik pribadi, tetapi hak anak yang sedang dikandung oleh perempuan tersebut.

Mereka merujuk pada Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46 Tahun 2010 yang menyatakan bahwa anak yang lahir di luar nikah tetap memiliki hubungan hukum dengan ayah biologisnya.

Pihak Friceilda mengatakan siap mengikuti tes DNA untuk membuktikan kebenaran, bahkan bersedia menanggung biaya tes jika pihak Anrez tidak mampu.

Wewenang hukum juga menetapkan tenggat waktu 2×24 jam bagi Anrez untuk membuktikan niat baik sebelum mengambil tindakan hukum perdata dan pidana, termasuk dugaan penipuan melalui janji palsu.

Di akhir pernyataannya, Friceilda menegaskan bahwa yang ia inginkan hanyalah keadilan untuk anak yang sedang ia kandung.

Ia mengakui telah melalui masa kehamilan sendirian, tetap bekerja hingga perutnya membesar, tanpa adanya perhatian atau dukungan dari pihak yang diduga menjadi ayah biologis dari bayi tersebut.

Anak yang dikandung oleh Friceilda Prillea diketahui berjenis kelamin laki-laki, dengan diperkirakan lahir antara bulan Januari hingga Februari.

Friceilda berharap proses hukum yang dijalani mampu memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi anaknya di masa depan.

Pos terkait