Sebulan Sebelum Puasa, Warga Rantau Panjang Butuh Meunasah

Ringkasan Berita:

  • Komunitas penggemar mobil offroad dari Xtrim Langsa kembali mendatangi warga yang terkena dampak bencana banjir bandang.
  • Masyarakat di Gampong Rantau Panjang sangat memerlukan meunasah serta sumur bor untuk mendapatkan air bersih menjelang bulan suci Ramadhan.
  • Warga yang tinggal di daerah terpencil berada di ujung wilayah Kabupaten Aceh Timur, yang berbatasan dengan Aceh Tamiang dan Aceh Tenggara, harus tinggal di tenda darurat.

Kami saat ini memerlukan tempat ibadah sementara, karena mushola yang sebelumnya kami gunakan sebagai tempat beribadah rusak akibat banjir.SAID RIDWAN, Keuchik Rantau Panjang

Bacaan Lainnya

, LANGSA– Warga Gampong Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, sangat memerlukan adanya meunasah dan sumur bor untuk mendapatkan air bersih menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H.

Rumah ibadah yang selama ini digunakan rusak dan tidak dapat digunakan lagi karena terendam banjir akhir tahun 2025, sementara masjid utama Desa Rantau Panjang sedang dalam tahap pembangunan.

Diketahui, saat banjir besar terjadi pada tanggal 26-27 November 2025, sekitar 60 rumah serta mushala Desa Rantau Panjang Beudari mengalami kerusakan parah akibat terbawa air dan dihancurkan oleh kayu.

Bahkan mengecewakan, lahan pertanian seperti nilam, pohon durian, dan yang lainnya yang menjadi sumber penghidupan masyarakat di daerah yang pernah terisolasi ini banyak hilang.

Saat ini, penduduk di daerah terpencil berada di ujung wilayah Kabupaten Aceh Timur yang berbatasan dengan Aceh Tamiang dan Aceh Tenggara, harus tinggal di tenda darurat.

Kayu bulat dan kayu-kayu yang terbawa oleh banjir bandang akhir tahun 2025, kini masih menumpuk di area seluas tiga hingga lima hektare bekas lahan pertanian serta lokasi rumah penduduk.

Kepala Rantau Panjang, Said Ridwan, Senin (19/1/2026), menyampaikan bahwa saat ini puluhan kepala keluarga (KK) masih tinggal di tenda darurat yang disediakan pemerintah dan relawan.

“Kami saat ini sangat memerlukan tempat ibadah sementara, karena mushala yang sebelumnya kami gunakan sebagai tempat beribadah rusak terbawa banjir,” katanya.

Ia menambahkan, masjid utama Desa Rantau Panjang yang sebelumnya masih dalam proses pembangunan, kini terpaksa dihentikan sementara akibat bencana banjir.

Warga sangat berharap pemerintah daerah atau pihak lain dapat membantu pembangunan sementara tempat ibadah mereka, karena tidak lama lagi akan tiba bulan suci Ramadhan.

Kemudian, lanjut Keuchik, saat ini masyarakat di sana juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, karena pipa air yang ada terbawa oleh banjir.

Sejauh ini, penduduk Rantau Panjang menggunakan air bersih yang berasal dari pegunungan di sekitar Gunung Bendahara melalui sistem pipa. Saat ini, para relawan ustadz dari Jawa Timur membantu mengalirkan air dari gunung tersebut, namun masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan air bersih warga setempat.zb)

Kembali Salurkan Bantuan

Komunitas penggemar mobil offroad dari Xtrim Langsa kembali mengunjungi warga yang terkena dampak bencana banjir di Gampong Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, pada hari Minggu (18/1/2026).

Untuk sampai ke wilayah paling jauh di pedalaman Kabupaten Aceh Timur, Xtrim Langsa yang diwakili oleh Wahyu Hidayat Lubis dan Buanto (Anto Mekanik) beserta kru menggunakan dua mobil jeep 4×4 memerlukan waktu perjalanan selama 6 jam.

Waktu perjalanan yang kedua lebih cepat dalam misi kemanusian yang mengedepankan kepedulian terhadap korban bencana banjir dan longsor Aceh, karena jalur darat dari Kecamatan Birem Bayeun menuju lokasi telah mulai diperbaiki.

Sebelumnya, pada 27 Desember 2025, Tim Xtrim Langsa harus melakukan perjalanan hingga 10 jam atau sekali pergi pulang selama 20 jam agar bisa sampai ke desa yang lebih dikenal sebagai Rantau Panjang Beudari ini.

Perjalanan menuju desa yang terletak di sekitar kaki Gunung Bendahara pada masa itu masih sulit dilakukan, bahkan kendaraan roda dua pun tidak mampu melewatinya, apalagi kendaraan roda empat, hanya jeep 4×4 dengan roda besar yang bisa melaluinya.

Bantuan berupa beras, termasuk sayuran, camilan anak-anak, dan lainnya dari Komunitas Xtrim Langsa diserahkan langsung kepada Keuchik Rantau Panjang, Said Ridwan.

“Semoga bantuan yang kami berikan dapat mengurangi beban warga di sini yang sedang mengalami musibah banjir,” ujar Anggota Xtrim Langsa, Wahyu di tengah penyerahan bantuan kepada keuchik.zb)

Pos terkait