Ringkasan Berita:
- Pihak Roy Suryo menyamakan ijazah Joko Widodo (Jokowi) dengan Surat Perintah Sebelas Maret alias Supersemar. Keduanya disebut sama-sama misterius.
- Kuasa hukum pakar telematika Roy Suryo cs, Abdul Gafur Sangaji, menyebut keabsahannya pun masih menjadi misteri.
- Adapun ijazah analog Jokowi diperlihatkan oleh penyidik Polda Metro Jaya pada gelar perkara khusus (GPK), Senin (15/12/2025) lalu.
, Jakarta –Pihak Roy Suryo menyamakan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Surat Perintah Sebelas Maret alias Supersemar. Keduanya disebut sama-sama misterius.
Supersemar adalah dokumen yang ditandatangani oleh Soekarno pada 11 Maret 1966. Dokumen itu berisi pemberian wewenang kepada Letjen Soeharto untuk mengambil tindakan apa pun yang ‘dianggap perlu’ untuk memulihkan ketertiban akibat situasi politik yang tidak stabil setelah Gerakan 30 September 1965 (G30S) yang diduga didorong oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).
Namun, Supersemar masih menjadi perdebatan meski berdampak besar terhadap wajah dunia politik Indonesia, terutama karena menjadi penanda dimulainya Orde Baru yang dipimpin Soeharto selama lebih dari tiga dekade.
Dalam sebuah artikel bertajuk SUPERSEMAR: SEJARAH, DAMPAK, DAN KONTROVERSI DI INDONESIA yang diterbitkan pada 11 Maret 2025 di laman Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR), pasca.unair.ac.id, salah satu kontroversi Supersemar adalah keberadaan naskah aslinya yang sampai kini tidak ditemukan, sehingga isi dan legalitasnya masih misterius.
Kuasa hukum pakar telematika Roy Suryo cs, Abdul Gafur Sangaji, lantas menyamakannya dengan ijazah Jokowi. Keabsahan ijazah Jokowi, kata dia, juga masih menjadi misteri.
Hal ini disampaikan Abdul Gafur saat menjadi tamu dalam podcast atau siniar yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Sabtu (27/12/2025).
“Jadi, memang ijazah tersebut betul-betul adalah suatu dokumen yang saya pikir nilai historikalnya sama seperti Supersemar,” tutur Abdul Gafur, dikutip dari Tribunnews, Minggu (28/12/2025).
“Supersemar itu kan cuma satu lembar kertas, yaitu perintah Presiden Soekarno kepada Soeharto untuk mengambil alih keamanan negara pada saat situasi kacau setelah peristiwa G30S PKI dan kemudian sampai hari ini masih misterius,” kata dia.
“Saya kira sama seperti selembar kertas ijazah Pak Joko Widodo yang sampai hari ini saya pikir masih menjadi tanda tanya besar, asli atau palsu,” sambungnya.
Abdul Gafur juga mengungkap, pihak Roy Suryo cs terkejut karena akhirnya ijazah analog Jokowi diperlihatkan oleh penyidik Polda Metro Jaya pada gelar perkara khusus (GPK), Senin (15/12/2025) lalu.
Mulanya, Abdul mengungkap bahwa kubu Roy Suryo tidak terlalu terkejut sekaligus bisa bernafas lega saat ijazah Jokowi dibuka. Sebab, ijazah analog Jokowi yang ditunjukkan oleh penyidik, sama seperti bentuk digitalnya yang pernah diunggah oleh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama di media sosial X (dulu Twitter), pada Selasa (1/4/2025).
Scan dokumen ijazah yang diunggah Dian Sandi tersebut-lah yang juga diteliti oleh Roy Suryo bersama pakar digital forensik Rismon Sianipar dan dokter Tifauzia Tyassuma.
“Detik-detik ijazah ditunjukkan kepada seluruh peserta gelar perkara khusus, itu menurut saya momen yang paling kritis dan paling dinanti-nantikan terutama oleh para tersangka dan kuasa hukumnya,” ucap Abdul Gafur.
“Setidaknya untuk memastikan ijazah seorang presiden RI yang pernah berkuasa selama 10 tahun yang dipertanyakan, dipersoalkan. Apakah itu adalah ijazah yang seperti diteliti oleh Mas Roy atau nggak, yang sudah beredar di publik dalam beberapa bulan terakhir ini.”
“Kami [sempat] khawatir juga, jangan sampai ijazahnya [yang ditunjukkan penyidik]bukan itu [yang diteliti], gitu loh. Kalau ijazahnya bukan itu, mohon maaf berarti Mas Roy, Bang Rismon dan Dr. Tifa, setidak-tidaknya sudah terpenuhi unsur deliknya.”
“Tapi karena yang diperlihatkan itu adalah ijazah yang sama seperti yang pernah diunggah Dian Sandi, kemudian sudah beredar luas di media sosial dan pernah menjadi objek penelitiannya Mas Roang Rism dan Dr. Tifa, sebetulnya bagi kami tidak ada sesuatu yang surprise.”
Namun, saat ijazah analog Jokowi ditunjukkan kala gelar perkara khusus, itulah yang mengejutkan. Bahkan, dengan berkelakar, Abdul Gafur menyebut bahwa pihak Roy Suryo cs adalah orang-orang yang beruntung bisa melihat ijazah Jokowi, beda dengan Supersemar yang hingga saat ini masih misterius dan belum ada yang melihat.
“Yang surprise itu hanyalah satu, yaitu ijazah analognya bisa diperlihatkan kepada kami,” kata Abdul Gafur.
“Kami yang ada dalam ruangan itu mungkin adalah warga negara Indonesia yang beruntung ya, bisa melihat ijazah analog Pak Joko Widodo.”
“Seperti orang belum sampai hari ini belum pernah melihat teks Supersemar yang masih misterius itu ya. Jadi, kami beruntung bisa melihat ijazah analognya Pak Joko Widodo.”
Berita selanjutnya Wagub Hellyana Jadi Tersangka Ijazah Palsu, Roy Suryo Singgung Jokowi
