-Manchester United menghadirkan kejutan taktis yang manis saat mengamankan kemenangan tipis namun krusial. Setan merah unggul 1-0 atas Newcastle United, Jumat (26/12) malam waktu setempat.
Bermain di Old Trafford, Manchester United menunjukkan bahwa sedikit keberanian dalam strategi bisa menghasilkan tiga poin yang sangat berharga. Ruben Amorim sebelumnya sempat memberi sinyal akan ada perubahan formasi.
Saat pemanasan, Manchester United terlihat siap dengan skema 3-4-2-1 yang sudah cukup familiar. Namun begitu peluit kick-off dibunyikan, formasi itu langsung dibongkar menjadi 4-2-3-1. Sebuah keputusan berani dan ternyata tepat sasaran dari Ruben Amorim.
Melansir Sports Illustrated, Setan Merah memang tidak tampil sempurna. Tapi mereka bermain cukup nyaman dan disiplin. Momen penentu datang di pertengahan babak pertama lewat aksi magis Patrick Dorgu.
Pemain sayap kanan itu mencetak gol tunggal kemenangan lewat tendangan voli di dalam kotak penalti. Itu gol pertamanya bersama Manchester United menjadi terasa spesial.
Di babak kedua, Amorim tampaknya mencoba kembali ke sistem awal lewat beberapa pergantian pemain. Sayangnya, perubahan itu justru membuat United kehilangan kontrol permainan.
Newcastle mulai lebih dominan dalam penguasaan bola, meski dominasi tersebut tak banyak berubah menjadi ancaman nyata. Beruntung bagi tuan rumah, Newcastle tampil kurang klinis.
Meski sempat menekan dan membuat lini belakang United bekerja keras, peluang-peluang mereka gagal dimaksimalkan. Hingga laga usai, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Setan Merah.
Tambahan tiga poin ini membawa Manchester United naik ke posisi kelima klasemen Liga Premier. Mereka kini mengoleksi poin yang sama dengan Chelsea di peringkat keempat, setidaknya hingga seluruh pertandingan akhir pekan rampung.
Jalannya Pertandingan di Old Trafford
Sejak awal laga, perhatian tertuju pada pendekatan taktis Amorim. Lisandro Martínez yang kembali bermain terlihat mengisi sisi kanan dalam formasi tiga bek saat pemanasan.
Namun saat pertandingan dimulai, United langsung beralih ke empat bek. Casemiro dan kolega berusaha mengontrol tempo.
Peluang emas datang cepat. Casemiro seharusnya bisa membawa United unggul lewat sundulan dari situasi sepak pojok di menit ketiga. Tapi bola justru melambung di atas mistar meski dia berdiri bebas di kotak enam yard.
Newcastle mencoba mengambil alih permainan lewat penguasaan bola, tetapi justru United yang memecah kebuntuan. Menit ke-25, Patrick Dorgu menyambut bola di dalam kotak penalti dan melepaskan tendangan voli indah yang tak mampu dibendung kiper, sebuah penyelesaian klinis yang membuat Old Trafford bergemuruh.
Dorgu hampir menambah gol beberapa saat kemudian, namun upayanya kali ini berhasil ditepis Aaron Ramsdale. United tetap tampil positif, meski sistem permainan mereka masih menyisakan celah di lini belakang.
Jacob Murphy sempat mengirim umpan silang berbahaya yang melintas di depan gawang, namun United berhasil bertahan hingga turun minum.
Kabar kurang menyenangkan datang saat jeda, ketika Mason Mount harus ditarik keluar karena cedera. Kehadiran Jack Fletcher dari bangku cadangan setidaknya sedikit menjaga energi positif di kubu tuan rumah.
Babak kedua berjalan lebih menegangkan. Benjamin Sesko dan Lewis Hall sama-sama membentur mistar gawang setelah menit ke-60, tanda bahwa Newcastle mulai semakin berbahaya. Amorim kemudian mengubah formasi United kembali ke 3-4-2-1, yang justru membuat timnya lebih tertekan.
Meski demikian, Newcastle tetap kesulitan menciptakan peluang bersih. Menariknya, mereka hampir 70 menit tanpa satu pun tembakan tepat sasaran. Di 10 menit terakhir, Anthony Gordon dan Lewis Miley melepaskan tembakan spekulatif yang melambung, sementara United bertahan dengan penuh semangat.
Pada akhirnya, kombinasi pertahanan solid United dan tumpulnya penyelesaian akhir Newcastle memastikan skor tak berubah. Satu gol Patrick Dorgu cukup untuk mengantar Manchester United meraih kemenangan penting dan mungkin, membuka lembaran baru dalam eksperimen taktis Ruben Amorim.
