Isi Artikel
Renungan Katolik Hari Ini: Berjalan Mendahului Tuhan dalam Roh dan Kuasa
Renungan Katolik hari ini mengangkat tema “Berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa”. Tema ini sangat relevan dengan perayaan hari Sabtu Biasa Pekan II Adven, yang juga menjadi Peringatan Wajib Santa Lusia Perawan dan Martir serta Santa Odilia atau Ottilia Pengaku Iman. Dengan warna liturgi merah, renungan ini menekankan pentingnya persiapan hati untuk menyambut kedatangan Tuhan.
Bacaan-bacaan suci hari ini mencakup Bacaan Pertama dari Kitab Sirakh 48:1-4.9-11, Mazmur Tanggapan Mzm 80:2ac.3b.15-16.18-19, Bait Pengantar Injil Lukas 3:4.6, dan Bacaan Injil Matius 17:10-13. Setiap bacaan memberikan pesan yang jelas tentang kepercayaan kepada Tuhan dan pentingnya kesiapan hati dalam menjalani iman.
Bacaan Pertama: Elia, Nabi Besar yang Berkuasa
Elia adalah seorang nabi besar di Israel yang berjuang untuk mengembalikan bangsa Israel kepada Yahwe atau Allah. Dia menghadapi tantangan besar dari raja Ahab dan istrinya Izebel, yang membawa dewa-dewa Baal. Elia menubuatkan bahwa tidak akan ada embun atau hujan di Israel karena ketidakpercayaan mereka kepada Yahwe. Dia melarikan diri dari kejaran raja yang ingin membunuhnya dan tinggal di pinggir sungai Kerit, diberi makan oleh burung gagak. Di sana, dia menolong seorang janda di Safrat daerah Sidon karena kekeringan dan kelaparan.
Elia menantang raja Ahab untuk mengumpulkan nabi-nabi Baal. Ada 450 orang. Nabi-nabi Baal itu ditantang untuk memanggil dewa-dewinya agar menurunkan api di atas korban. Nabi-nabi Baal tidak berhasil, sedangkan doa Elia didengarkan oleh Yahwe. Kurban di atas mesbah disambar api dari langit. Melalui peristiwa itu, orang banyak mulai percaya kepada Yahwe dan mengakui bahwa Yahwe adalah Tuhan. Lalu mereka menangkap nabi-nabi palsu itu dan membunuhnya.
Bacaan Injil: Yohanes Pembaptis dan Kedatangan Elia
Dalam Bacaan Injil Matius 17:10-13, Yesus menjelaskan bahwa Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia. Murid-murid Yesus mengerti bahwa Yesus berbicara tentang Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis datang membawa roh nabi Elia. Dia berusaha mengembalikan umat pilihan kepada Allah. Pesan Malaikat Gabriel tentang kelahiran Yohanes Pembaptis mengatakan bahwa ia berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar.
Yohanes Pembaptis juga menegur raja Herodes karena perkawinannya dengan Herodias tidak sah. Ia merebut istri saudaranya, Filipus. Karena hal itu, Yohanes ditangkap, dimasukkan dalam penjara, dan dipenggal kepalanya. Yesus pun menubuatkan diri-Nya yang akan diperlakukan sama seperti Yohanes Pembaptis. Ia ditolak oleh bangsa-Nya sendiri dan dihukum mati di salib.
Renungan Harian: Persiapan Hati untuk Menyambut Tuhan
Bacaan-bacaan suci hari ini menunjukkan bahwa salah satu alasan beberapa orang menolak Yesus sebagai Mesias adalah karena dalam pandangan mereka, kedatangan Mesias didahului dengan kedatangan kembali Elia. Karena fokus mereka pada kedatangan Elia, mereka terus menanti dan lupa bahwa isi warta yang disampaikan oleh Elia sekarang dinubuatkan oleh Yohanes Pembaptis.
Beberapa tokoh yang terlibat dalam penantian disebut-sebut namanya dalam pewartaan Sabda, tetapi kita tetap dihimbau untuk memberi perhatian lebih pada penantian akan kedatangan Tuhan Yesus, Sang Mesias. Biarlah Yesus Kristus menjadi pusat keberadaan kita dan ajaran-ajaran-Nya memberikan makna yang lebih dalam tentang kehidupan ini.
Pada masa Adven ini, mari kita tidak bertegar hati melainkan mendengarkan warta Yohanes Pembaptis untuk berbalik kepada Allah. Gereja menyiapkan kita agar pantas menyambut kedatangan Putera Manusia, yakni Yesus Tuhan kita, Pembawa Damai. Damai di bumi, damai di hati.
Doa
Ya Allah Bapa kami, utuslah Dia, yang lebih agung daripada para nabi. Utuslah Dia, Sabda-Mu sendiri, agar kami dapat lebih beriman kepada-Mu. Demi Yesus Kristus …Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Sabtu Pekan II Adventus. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus…Amin.
