Renungan Harian Katolik
Selasa 30 Desember 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
CAHAYA ILAHI KANAK YESUS MENGHALAU BELENGGU KEGELAPAN KEJAHATAN
“Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.” (Luk 2:40).
Dekat, melihat dan ada bersama Sang Juru Selamat adalah kerinduan setiap orang beriman. Berkat kesucian Maria, ia menjadi wanita pertama yang menyatu dengan Mesias Sang Sabda yang menjelma menjadi manusia dalam rahimnya. Yusuf oleh ketulusannya ia Allah perkenankan untuk dekat Sang Mesias untuk melindungi Dia dan Bunda-Nya di saat-saat kritis mengancam.
Hana si nabi perempuan oleh kesalehan hidupnya, cahaya ilahi Sang Mesias menembusi hati dan pikirannya dan mendesaknya untuk mewartakan kanak Yesus kepada orang banyak yang menantikan pelepasan.
Inilah buat dari kedekatan Hana dengan Allah dalam Bait Allah melalui ibadah, puasa dan dan doa yang tak henti-hentinya puluhan tahun setelah hidup menjanda.
Cara hidup yang saleh ini telah membebaskan dia dari beelenggu kegelapan kejahatan dunia yang menantang. Kekuatan hidup rohani dan hidup religiusnya yang luar biasa itu, menjadikan dia nabi wanita pertama yang boleh melihat, dan menggendong, serta menatang Sang Mesias. Berkat anugerah kearifan ilahi Allah, ia hidup menjauh dari pengaruh kekuatan jahat dunia.
Santo Yohanes mengingatkan kita, agar hidup tidak turut dunia. Sebab yang ada di dunia itu adalah keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan.
Untuk hidup selamanya turutilah apa yang menjadi rencana terindah Allah dalam hidup. Sebut dan bawalah nama dan Sabda Kudus Yesus dalam hidup, sebab nama itu penuh kuasa.
Kekuatan kuasa nama dan Sabda Yesus, mengampuni dosa dan kekuatan jahat dunia pun sedang lenyap. Kita semua dan terutama kaum muda hendak memperhatikannya. Yohanes berkata, “Aku menulis kepadamu, hai orang-orang muda, sebab kamu telah mengalahkan yang jahat.
Kamu kuat dan Firman Allah diam di dalam kamu.” (1Yoh 2:13b.14b). Karib dengan Sang Sabda dan Sabda Ilahi-Nya amat memberdayakan untuk menjauhi dosa.
Baca Kita Suci, berdoa rosario dan tekun dalam hidup saleh menjadi media spiritual untuk dekat dan mempersembahkan hidup kepada Tuhan.
Pemazmur menanggapi dalam madahnya, “Bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya, sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi.” (Mzm 96:8b-9).
Untuk bisa melihat Yesus, Kitab Suci memberi petunjuk, hidup mesti berhiaskan kekudusan supaya berbuah kesucian dan kesalehan.
Cara hidup demikian dapat membuka mata hati kita untuk dapat melihat Yesus dalam iman, harap dan kasih. Dalam Kanak Yesus Sang Mesias ada roh kebijaksaan dan kebenaran, kita boleh menerima rahmat demi rahmat dalam hidup ini.
Mengapa kita mesti dekat dengan Sang cahaya ilahi? Ketika dekat Dia kita dilepaskan dari genggaman maut kuasa kegelapan dosa.
Ia adalah kasih kita. Apakah yang menjadi kehendak Allah dengan kedatangan dan kehadiran Sang Mesias di tengah kita?
Sang Sabda yang telah menjelma harus mengendap dan meresap dalam hati. Setelah satu dengan Dia, kita wartakan agar sesama pun hidup dan tinggal dalam Sang Sabda itu.
Dengan demikian sebagai pengikut Tuhan di tengah tata dunia, hidup kita semua sungguh dipengaruhi kuat oleh Sabda Sang Cahaya. Dialah satu-satunya pengharapan kita.
Dialah Pribadi yang membuat kita teduh ketika dihantam badai keras tantangan hidup ini. Setialah terus menjadi murid-Nya hingga keabadian.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Selasa/Hari Keenam Oktaf Natal/A/II, 301225)
