Renungan Harian Katolik Selasa 30 Desember 2025,andquotBersaksi Tentang Kanak-kanak Yesusandquot

Renungan Harian Katolik Suara Pagi

Bersama Pastor John Lewar, SVD

Bacaan Lainnya

Gereja Katolik Kunjungan St. Perawan Maria

Paroki Pamakayo Solor Keuskupan Larantuka

Selasa, 30 Desember 2025 – Hari Keenam dalam Oktaf Natal

1Yoh 2:12-17; Mzm 96:7-10; Luk 2:36-40

Warna Liturgi: Putih

Bersaksi tentang Kanak-Kanak Yesus

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Di hari keenam oktaf Natal ini kita mendengarkan kisah tentang sosok Hana, seorang nabi perempuan yang sudah lanjut usianya dan tak pernah meninggalkan Bait Allah serta siang malam beribadah dengan berdoa dan

berpuasa.

Sama seperti Simeon, Hana juga orang Israel yang suci dan saleh. Simeon digambarkan sebagai seseorang yang dipenuhi oleh Roh Kudus, sementara Hana disebut sebagai nabi perempuan.

Keduanya sudah berusia lanjut, menghabiskan hari-hari mereka di Bait Allah, menyembah Tuhan siang dan malam. Mereka adalah wakil sejati umat Allah yang kudus.

Baik Hana maupun Simeon bersukacita saat melihat Yesus, dan berbicara tentang Yesus sebagai penggenapan janji Allah di dalam Perjanjian Lama. Simeon dan Hana merupakan perwakilan terbaik dari bangsa Israel.

Simeon sangat mungkin berasal dari kalangan imam karena dia memberkati Yesus dan orang tua-Nya. Dia mungkin juga imam yang menyunat Yesus sebagaimana ditentukan oleh Hukum Musa.

Sementara itu, Hana adalah nabi perempuan, orang yang diilhami oleh Roh Kudus untuk berbicara kehendak Tuhan kepada umatNya. Jadi, Simeon dan Hana mewakili dua institusi paling terhormat di Israel kuno, dua pilar

agama Israel kuno: imamat dan para nabi.

Baik imam maupun nabi Perjanjian Lama mengakui bahwa Yesus adalah Mesias yang diharapkan. Simeon dan Hana tidak hanya mewakili dua pilar agama Israel, namun keduanya berbicara tentang dua kelas sosio-ekonomi yang berbeda di masyarakat Israel.

Simeon sebagai pria dan imam, mewakili kelompok yang kuat dan elit. Sebagai pria, mereka memiliki kekuatan atas rumah tangga mereka, dan sebagai imam, mereka memiliki kekuatan atas berkat dan berbagai urusan keagamaan.

Sementara, Hana sebagai wanita, janda dan nabi, mewakili kelompok yang relatif lemah dan terpinggirkan di Israel. Sebagai wanita, mereka harus mematuhi ayah dan suami mereka. Sebagai janda, mereka sering merupakan bagian masyarakat yang paling miskin dan paling rentan.

Sebagai nabi, mereka sering dibenci oleh banyak orang karena keberanian mereka untuk mengkritik berbagai korupsi di masyarakat. Kita tentu tidak dapat menghindari aneka kesibukan pekerjaan dan urusan duniawi untuk kehidupan sekarang.

Namun, semua itu tidak boleh membuat kita lupa akan kehidupan abadi yang menjadi tujuan akhir dari seluruh ziarah kita.

Di tengah kesibukan itu, baiklah hati kita tetap terarah pada Tuhan. Mari kita meneladan Simeon dan Hana dengan meluangkan waktu bagi Allah dalam hidup kita.

Kita bangun komunikasi dengan Allah melalui doa-doa kita, kita libatkan Allah dalam setiap karya kita, dan akhirnya kita wujudkan relasi mesra dengan Allah itu dalam tindakan kita.

Dengan demikian rahmat Allah yang kita terima juga semakin bisa dirasakan oleh banyak orang. Semoga Tuhan yang lahir di Betlehem, senantiasa menyertai hidup kita.

Yesus datang untuk semua, untuk semua orang dan tanpa membuat perbedaan. Ini diperlambangkan dengan pertemuannya dengan Simeon dan Hana. Yesus tidak hanya datang ke kelas yang kuat dalam masyarakat, namun Dia juga datang bagi orang-orang yang lemah, miskin dan terpinggirkan.

Ini adalah Kabar Baik. Kepada Simeon, Yesus membawa penggenapan Hukum dan imamat, dan kepada Hana, Yesus membawa penebusan kepada mereka yang menderita.

Saat kelahiran, Yesus datang ke Simeon dan Hana, di saat ini, hari ini dan di sini, Yesus juga datang kepada kita semua untuk membawa penggenapan dalam kasih karunia, dan penebusan dalam kehidupan, untuk menyelamatkan orang dari dosa, dan pembebasan dari berbagai jenis penindasan.

Doa:

Ya Bapa Mahabaik, semoga perayaan kelahiran Putra-Mu pada hari Natal mengantar kami pada perjumpaan dengan-Mu. Dialah sumber penghiburan dan penuntun bagi kami dalam perjalanan menuju hidup

kekal. Demi kristus Tuhan kami…Amin.

Sahabatku yang terkasih, Salam Damai Natal. NATALKU, NATALMU, NATAL KITA BERSAMA. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada. Bapa dan Putera dan Roh Kudus…Amin. (Pastor John Lewar SVD)

Pos terkait