– Pasar mobil bekas diprediksi masih menjadi pilihan menarik di 2026 bagi konsumen yang mencari kendaraan efisien bahan bakar dan biaya pajak rendah tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Di tengah tren kenaikan harga BBM dan biaya kepemilikan kendaraan, beberapa model lawas justru menawarkan kombinasi hemat konsumsi dan pajak terjangkau yang cocok untuk mobilitas harian maupun penggunaan keluarga.
Pilihan pertama yang kerap muncul adalah Toyota Agya dan Daihatsu Ayla generasi pertama yang dikenal sebagai juara efisiensi di kelas mobil perkotaan. Dengan mesin kecil dan bobot ringan, kedua model ini bisa menghasilkan konsumsi bahan bakar sekitar 18 sampai 20 km per liter dalam pemakaian normal serta pajak tahunan yang umumnya di bawah Rp2 juta. Keunggulan lainnya adalah biaya perawatan yang ringan dan suku cadang yang mudah ditemukan di banyak bengkel.
Masih di segmen LCGC, Honda Brio Satya generasi pertama juga layak dilirik jika ingin sedikit peningkatan performa tanpa mengorbankan efisiensi. Mesin 1.200 cc i-VTEC pada Brio Satya membuatnya terasa lebih responsif dibanding kompetitornya, sekaligus tetap menjaga konsumsi bahan bakar di kisaran yang kompetitif. Desainnya yang sporty juga menjadi daya tarik tersendiri meskipun ruang belakang terasa agak sempit.
Untuk kebutuhan keluarga yang butuh ruang lebih, pilihan MPV bekas seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia generasi awal tetap menjadi andalan banyak orang. Meski tidak seterang LCGC dalam hal konsumsi BBM, duo MPV ini menawarkan efisiensi relatif baik sekitar 13 sampai 15 km per liter serta pajak yang termasuk ringan pada model-model lebih tua. Keuntungan lain adalah ketersediaan suku cadang dan jaringan servis yang luas di berbagai daerah.
Alternatif lain di kelas MPV adalah Suzuki Ertiga generasi pertama yang menawarkan kenyamanan lebih baik dibanding Avanza/Xenia. Dengan penggerak roda depan, Ertiga cenderung lebih efisien untuk penggunaan dalam kota dengan konsumsi sekitar 15 sampai 16 km per liter. Kabin yang lebih senyap dan interior yang terasa lebih modern menjadi alasan tambahan bagi pembeli yang mengutamakan kenyamanan.
Tidak hanya mobil perkotaan atau keluarga, sedan bekas seperti Toyota Vios juga masuk dalam daftar kendaraan bekas yang efisien. Mesin 1.500 cc pada Vios dikenal bandel serta memberikan efisiensi BBM tinggi di luar kota, mencapai lebih dari 20 km per liter. Pajak tahunan untuk model 2004 sampai 2008 biasanya juga relatif terjangkau, membuatnya layak dipertimbangkan meskipun desainnya sudah mulai klasik.
Selain itu, Mitsubishi Mirage bekas menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mencari city car dengan konsumsi BBM efisien namun dilengkapi fitur lebih lengkap. Model ini mampu mencapai konsumsi sekitar 14 sampai 16 km per liter di dalam kota dan hingga 22 km per liter saat melaju di luar area urban, sekaligus menawarkan paket fitur yang cukup baik untuk mobil hatchback di kelasnya.
Menimbang pilihan mobil bekas paling irit ini bisa membantu calon pembeli membuat keputusan lebih bijak ketika ingin menambah atau mengganti kendaraan di tahun mendatang. Faktor-faktor seperti efisiensi bahan bakar, biaya pajak tahunan, ketersediaan suku cadang, serta biaya perawatan perlu menjadi perhatian utama agar investasi kendaraan bekas tetap hemat dan praktis dalam jangka panjang.***
