Isi Artikel
Warta Bulukumba –Di layar bioskop yang mulai gelap, suara jam berdetak terdengar jelas. Rapi Films secara resmi merilis potongan (trailer) dan poster film Sebelum Dijemput Nenek, yang direncanakan tayang di bioskop Indonesia sejak 22 Januari 2025. Trailer ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan cerita dan tokoh utama kepada masyarakat.
Produser Rapi Films, Sunil Samtani, mengatakan, “Dengan film Sebelum Dijemput Nenek, kami berharap bisa menyajikan hiburan yang menarik sekaligus memberikan pengalaman layar lebar yang memuaskan bagi penonton.” Peluncuran trailer dan poster dilakukan di Jakarta pada Jumat lalu.
Video trailer resmi menunjukkan bagian-bagian ketegangan yang dirasakan dua tokoh utama, Hestu dan Akbar, beserta perubahan dinamika karakter pendukung. Skenario film menekankan hubungan keluarga yang dekat serta menyisipkan nuansa mencekam yang memikat.
Dua bersaudara, dua jalur kehidupan
Konflik dalam film muncul dari perbedaan pilihan Hestu dan Akbar, dua saudara kembar yang diperankan oleh Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto. Hestu memutuskan untuk pergi ke kota dan memutus hubungan dengan keluarganya, sedangkan Akbar tetap tinggal di desa untuk merawat nenek yang telah mengasuh mereka sejak kecil.
Tegangan semakin memuncak ketika Hestu bersumpah bahwa ia hanya akan kembali ke rumah jika neneknya meninggal. Kejadian tersebut akhirnya benar-benar terjadi pada hari yang dianggap memiliki makna istimewa, memicu rangkaian peristiwa yang memaksa kedua saudara harus berlari melawan waktu.
Trailer menunjukkan Hestu yang sedang merenung di kota, sementara Akbar sibuk dengan kegiatan sehari-hari di desa. Penonton merasakan ketegangan yang semakin meningkat, dengan setiap adegan dibalut suasana penuh misteri dan konflik dalam keluarga.
Mitologi masyarakat setempat dan keterikatan emosional
Salah satu keunggulan film Sebelum Dijemput Nenek adalah karya sutradara Fajar Martha Santosa yang menggabungkan mitos daerah dengan konflik keluarga yang personal. Upacara adat, interaksi sederhana antar anggota keluarga, serta simbol-simbol budaya setempat disisipkan dalam setiap adegan.
“Film ini menggabungkan mitos yang umum diketahui dengan konflik keluarga yang pribadi,” kata Sunil Samtani sebagaimana dilaporkan dariAntaranews. “Sehingga penonton bisa merasakan kedekatan emosional dengan ceritanya, bukan sekadar ketakutan semata.”
Rapi Films menegaskan komitmen mereka untuk menghadirkan karya yang relevan dengan budaya lokal sekaligus memberi ruang bagi talenta baru di industri perfilman nasional. Cuplikan trailer ini menjadi pemanasan untuk publik, sekaligus memperlihatkan kualitas visual dan narasi yang kuat.
Pemain dan detil produksi
Selain Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto, film ini dibintangi oleh Oki Rengga, Wavi Zihan, dan Nopek Novian. Film diproduksi oleh Rapi Films, dengan Sunil Samtani sebagai produser dan Fajar Martha Santosa sebagai sutradara.
Film ini direncanakan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2025. Trailer dan poster resmi yang dirilis memperlihatkan ketegangan cerita, dinamika tokoh, serta perpaduan horor dan drama keluarga yang dekat dengan keseharian masyarakat.
Sunil menekankan harapannya: “Kami berharap Sebelum Dijemput Nenek dapat menjadi tontonan yang seru dan menghibur, sekaligus memberi pengalaman sinematik yang berkesan bagi penonton.”
Kombinasi horor dan drama keluarga
Film ini tidak hanya menampilkan kisah teror semata, tetapi juga relasi keluarga dan emosi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Konflik antara Hestu dan Akbar menghadirkan ketegangan yang realistis, dengan tema pilihan hidup, tanggung jawab, dan kasih sayang keluarga.
Adegan yang menampilkan Hestu di kota dan Akbar di desa menekankan perbedaan dunia mereka, sekaligus menggarisbawahi dilema emosional yang dialami keduanya. Trailer memperlihatkan potongan adegan menegangkan, namun tetap menonjolkan sisi keluarga dan sentimental.
Film ini memadukan elemen horor dengan budaya lokal, menjadikannya tontonan yang tidak hanya menegangkan tetapi juga relevan dan emosional bagi penonton Indonesia.***
