Rakerwil Lazismu Babel 2026 Digelar, Kukuhkan Inovasi Sosial Berdampak dan Berkembang

, BANGKA— Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Wilayah Kepulauan Bangka Belitung secara resmi menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Tahun 2026 di Sungailiat, Kabupaten Bangka pada 19-20 Desember 2025.

Acara tahunan ini berfungsi sebagai wadah strategis untuk mengevaluasi kinerja, merumuskan arah kebijakan serta memperkuat inovasi sosial yang terpadu, berkelanjutan dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Rapat wilayah dimulai dengan sambutan Ustadz Jauhar, Lc., M.A., yang mewakili Ketua LAZISMU Wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Ustadz Heru Kurniawan, S.T.

Pada pidatinya, ia menyampaikan bahwa Rakerwil adalah kegiatan yang penting dalam memperkuat berbagai program andalan LAZISMU yang telah memberikan manfaat besar kepada masyarakat Bangka Belitung.

Ia memberikan contoh program beasiswa pendidikan perguruan tinggi yang seluruh penerima manfaatnya adalah putra-putri daerah, serta prestasi penghargaan yang diperoleh LAZISMU Bangka Belitung dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

Dengan tema “Penguatan Inovasi Sosial yang Terintegrasi, Berdampak, dan Berkembang,” Rakerwil 2026 dihadiri oleh peserta LAZISMU dari berbagai kabupaten/kota di Kepulauan Bangka Belitung.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan LAZISMU Pusat, Dr. Nuryadi Widjharyono, S.E., M.M., yang menyatakan bahwa kehadiran LAZISMU adalah bagian dari upaya Muhammadiyah dalam memajukan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan yang tercantum dalam Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah.

Ia menekankan perlunya profesionalisme dan integritas para amil zakat, yang meliputi kejujuran, akuntabilitas, dan tanggung jawab, serta komitmen LAZISMU dalam melakukan audit berkala sebagai wujud transparansi pengelolaan dana umat.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bangka. Mewakili Bupati Bangka, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Budi Hamzah, S.T. menyampaikan rasa apresiasi terhadap peran penting LAZISMU, khususnya melalui program beasiswa dan upaya mengurangi tingkat kemiskinan.

Ia menekankan bahwa zakat tidak boleh hanya bersifat konsumsi, tetapi harus bersifat produktif dan berkelanjutan, serta mendorong penguatan kemitraan antara LAZISMU, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan.

Pada kesempatan itu juga disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka bekerja sama dalam mengumpulkan dana bencana, dengan 70 persen dana yang terkumpul dialirkan melalui LAZISMU.

Sambutan pembukaan sekaligus penutup Rakerwil disampaikan oleh Drs. KH. Sahirman Djumli, M.Si. Ia menekankan bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya tercapai ketika seseorang mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain.

Menurutnya, kinerja nyata LAZISMU yang dirasakan langsung oleh masyarakat menjadi gambaran wajah Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Dengan menyebut Bismillahirrahmanirrahim, Rakerwil LAZISMU Tahun 2026 secara resmi dibuka. Atau: Ia mengatakan, aksi nyata LAZISMU yang dirasakan langsung oleh masyarakat merupakan wajah Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Rakerwil LAZISMU Tahun 2026 secara resmi dibuka. Atau: Baginya, keberhasilan LAZISMU yang terasa langsung oleh masyarakat mencerminkan wajah Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Dengan menyebut Bismillahirrahmanirrahim, Rakerwil LAZISMU Tahun 2026 resmi dibuka.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar yang berjudul “Optimalisasi Zakat Perkebunan dan Pertambangan dalam Memajukan Kesejahteraan Umat di Bangka Belitung”. Seminar ini menjadi kesempatan penting untuk mendorong pemanfaatan zakat dari sektor andalan daerah sebagai alat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Seminar terbagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama mengupas zakat perkebunan, mencakup aturan, mekanisme, dan cara penghitungan zakat. Materi disampaikan oleh Dr. Yudi Sapta Pranoto, S.P., M.Si., yang membahas tantangan, peluang, serta arah kebijakan usaha perkebunan di Bangka Belitung; Maladi, S.H., M.Si., yang menjelaskan komoditas strategis perkebunan beserta peluang bisnis dan teknologi; serta Dr. Dadang Syarifudin, M.A., Ketua DPS LAZISMU Pusat, yang memaparkan zakat perkebunan strategis sebagai fondasi kesejahteraan umat dari sudut pandang syariah.

Sesi kedua mengulas tentang zakat pertambangan, dengan materi terkait peraturan dan pengelolaan pertambangan yang berkelanjutan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Dwi Haryadi, S.H., M.H.; peluang bisnis, pasar, serta teknologi di sektor pertambangan oleh Ahmad Dhani Virsal, S.T., M.B.A.; serta penjelasan teknis dalam perhitungan dan pendistribusian zakat pertambangan sesuai prinsip syariah oleh Dr. Dadang Syarifudin, M.A.

Kegiatan pada hari pertama diakhiri dengan sesi diskusi dan penguatan lembaga LAZISMU se-Kepulauan Bangka Belitung sebagai wadah berbagi pengalaman dan memperkuat kerja sama.

Pada hari kedua, 20 Desember 2025, Rakerwil dilanjutkan dengan rapat komisi yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Komisi Kepatuhan Syariah, Komisi Kelembagaan dan SDM, Digitalisasi serta Keuangan, dan Komisi Penghimpunan, Pendistribusian, serta Pendayagunaan.

Hasil rapat komisi selanjutnya dibahas dalam sidang pleno agar ditetapkan sebagai rekomendasi dan pedoman kebijakan Rakerwil.

Setelah semua rangkaian kegiatan selesai, Rakerwil LAZISMU Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026 secara resmi ditutup oleh Dr. Nuryadi Widjharyono, S.E., M.M. yang mewakili LAZISMU Pusat.

Penutupan ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat inovasi sosial dan pengelolaan zakat, khususnya dari sektor perkebunan serta pertambangan, sebagai fondasi utama untuk mewujudkan kesejahteraan umat yang maju di Kepulauan Bangka Belitung.(*/E0)

Pos terkait