Isi Artikel
Ringkasan Berita:
- Malaysia Open sebagai turnamen pembuka awal musim acapkali bertabur kejutan
- Menilik musim 2025, 5 sektor menyuguhkan gebrakan dari masing-masing jawara
- Songsong Malaysia Open 2026, menarik dinanti kejutan di Negeri Jiran
– Agenda BWF World Tour 2026 akan dibuka dengan turnamen bertajuk Malaysia Open 2026 yang akan berlangsung pada 6-11 Januari mendatang.
Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, akan jadi venue berlangsungnya turnamen berlabel super 1000 tersebut.
Menariknya dari gelaran Malaysia Open acapkali menyuguhkan kejutan di lima sektor yang dilombakan jika melihat edisi-edisi sebelumnya.
Sebagai contoh musim 2025 lalu, Malaysia Open yang konsisten sebagai turnamen pembuka menunjukkan kelasnya sebagai gelaran yang penuh kejutan.
Shi Yu Qi Pecah Telur
Tunggal putra China, Shi Yu Qi, tampil konsisten nyaris tiap ia mentas di Malaysia Open dengan jarang tersisih di babak pertama.
Walau tercatat dua kali – 2017 dan 2023, angkat koper lebih cepat, Yu Qi bisa bangkit di edisi berikutnya seperti pada 2024.
Penampilan buruk andalan China edisi 2023 dibayar dengan performa mengesankan pada 2024 dengan capaian ke final namun harus puas keluar sebagai runner-up.
Tapi Yu Qi enggan menyerah. Setelah kalah dari Anders Antonsen (Denmark) ketika ketemu di final edisi 2024, ia membalaskan dendamnya saat bersua lagi di final tahun 2025.
Hasilnya, Shi Yu Qi berhasil meraih gelar Malaysia Open pertamanya. Selain itu, juara Malaysia Open 2025 membuat ia menambah koleksi gelar super 1000 jadi 3 trofi.
Bukan cuma gelar yang berhasil ia amankan di Malaysia Open 2025. Raihan itu jadi bukti selaku tunggal putra nomor 1 dunia yang berhasil mengamankan gelar di turnamen pembuka.
Jelang Malaysia Open 2026, Shi Yu Qi masih membuka peluang back to back juara mengingat konsistensi performanya sepanjang 2025.
An Se-young Back to Back Juara
Gelar pertama An Se-young (Korea) musim 2025 didapat lewat Malaysia Open. Di mana kala itu ia berhasil mencatatkan back-to-back juara.
Tahun 2024 lalu ia berhasil meraih gelar Malaysia Open pertamanya setelah Akane Yamaguchi (Jepang) selaku juara bertahan absen, An tampil ciamik dan berhasil mengamankan gelar.
Setelah terakhir kali Tai Tzu Ying pada 2017, 2018, 2019 bisa back to back to back juara, akhirnya ada lagi tunggal putri yang mengikuti jejak pemain veteran asal Taiwan tersebut.
Dalam perolehan gelar yang didapatnya, An juga menegaskan dominasinya ketika berhadapan dengan musuh bebuyutannya, Wang Zhi Yi (China).
Apalagi tak lama sebelum Malaysia Open 2025 berlangsung, An baru saja menelan pil pahit dengan kekalahan atas Wang di BWF World Tour Finals 2024 lalu.
Gebrakan Duet Anyar Kim/Seo
Di ganda putra, andalan Korea lainnya menyalakan tajinya setelah An Se-young tampil mengesankan dan meraih gelar lebih dulu.
Kim Won-ho/Seo Seung-jae yang melakoni partai debutnya sebagai pasangan anyar asal Korea, menunjukkan tuahnya langsung.
Turun sebagai pasangan non-unggulan, Kim/Seo membantai lawan-lawannya lewat straight game semua kecuali ketika berebut gelar di final.
Melawan Chen Bo Yang/Liu Yi (China) yang merupakan duet underdog, Kim/Seo harus berjuang hingga 3 gim sebelum akhirnya keluar sebagai juara.
Raihan gelar dari debutan Malaysia Open 2025 ini jadi yang pertama kalinya. Diprediksi konsistensi keduanya masih akan berlanjut pada 2026.
Jika keduanya kembali jadi juara, maka Kim/Seo jadi ganda putra pertama yang mengikuti jejak Rexy Mainaky/Ricky Subagja (Indonesia) back to back juara.
Ya, Rexy/Ricky jadi ganda putra terakhir yang mampu juara dua edisi beruntun pada 1993-1994 silam.
Kejutan Pasangan Baru Yuki/Mayu
Bukan hanya Kim/Seo di nomor ganda yang bikin gebrakan, pasangan anyar asal Jepang di ganda putri, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto juga turut beri kejutan.
Yuki/Mayu dipasangkan pada akhir musim 2024, mereka langsung bisa debut di Malaysia Open 2025 dan tampil epic.
Bagaimana tidak, performa mereka sama persis dengan Kim/Seo yang tak kehilangan satu game pun dari babak pertama hingga semifinal.
Padahal yang mereka hadapi jelas wakil elite dunia mengingat ini adalah turnamen super 1000. Tapi Yuki/Mayu mampu membukukan hasil-hasil manis.
Baru ketika berebut gelar di final, Yuki/Mayu kecolongan satu gim ketika berduel dengan Jia Yifan/Zhang Shuxian yang bertarung lewat rubber game.
Hasilnya mereka keluar sebagai juara dan menghentikan dominasi China dalam dua edisi terakhir. Sekaligus bikin ganda putri Jepang ada yang juara lagi setelah terakhir pada 2018 lewat Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.
Rusaknya Dominasi Ganda Campuran China
Menilik daftar juara Malaysia Open nomor ganda campuran, sejatinya dominasi ganda campuran China telah runtuh sejak 2024.
Sebab kala itu Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang) berhasil keluar sebagai juara. Padahal sebelumnya sejak edisi 2017 selalu ganda campuran China yang keluar sebagai jawara.
Ternyata, dominasi utusan China di Malaysia Open belum kembali menyala pada 2025 setelah Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (Thailand) yang menjadi juara.
Pasangan anyar asal Thailand tersebut bermain solid dengan memulangkan wakil elite mulai Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (China) hingga Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia).
Puncaknya, Dechapol/Supissara berhasil menumbangkan Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China) di partai final.
Menuju Malaysia Open 2026, diprediksi kuat utusan China akan kembali berjaya lewat wakil ganda campurannya jika melihat kiprah Jiang/Wei dan Feng/Huang sepanjang 2025.
(/Niken)
