Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF mengarahkan pujiannya kepada dua pemain Indonesia yaitu Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani penghujung 2025.
Sebuah artikel BWF yang rilis pada hari Sabtu (27/12/2025) lalu kembali mengingatkan para penggemar akan kerasnya persaingan pada turnamen Sudirman Cup 2025.
Pada ajang bulu tangkis beregu campuran paling bergengsi di dunia tersebut yang digelar di Xiamen, China, sejumlah pemain muda muncul dan mencuri perhatian.
Salah satu yang disorot BWF dalam artikel tersebut adalah Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani atau Putri KW yang menjadi andalan tim Indonesia pada tunggal putra dan putri.
Pada Sudirman Cup 2025 lalu, tim Merah Putih sendiri tergabung dalam Grup D, grup yang dianggap sebagai grup maut bersama Denmark, India dan Inggris.
Menjadi andalan pada tunggal putra, Alwi Farhan menciptakan sebuah kemenangan sensasional saat diturunkan pada laga terakhir penyisihan melawan Denmark.
Bagaimana tidak? Dia mampu menghempaskan perlawanan Anders Antonsen yang saat ini menduduki peringkat ketiga dunia saat ini melalui rubber game yang dramatis.
Akan tetapi, Alwi tak mampu meneruskan kegemilangannya karena dia digantikan oleh Jonatan Christie tatkala Indonesia memenangkan perempat final lawan Thailand.
Setelah itu, kiprah pemain yang kini berada di peringkat ke-17 dunia tersebut cukup menjanjikan di mana dia menjadi tunggal putra yang sukses diorbitkan Indonesia tahun ini.
Alwi berhasil meraih gelar perdana pada World Tour BWF pada turnamen level 300 bertajuk Macau Open 2025 dan puncaknya mengukir medali emas SEA Games 2025.
“Indonesia memiliki pemain muda potensial lainnya dalam diri Alwi Farhan yang menciptakan kejutan di turnamen ini dengan mengalahkan Anders Antonsen dalam tiga game,” tulis BWF.
Bergeser ke nomor tunggal putri, kiprah Putri KW juga tak kalah sensasional saat menggantikan peran Gregoria Mariska Tunjung sebagai tumpuan utama.
Bagaimana tidak? Pemain ranking keenam dunia itu selalu meraih kemenangan saat diturunkan sejak laga kedua penyisihan Grup melawan India hingga babak perempat final.
Ya, Putri KW sukses melumat perlawanan Pusarla Venkata (PV) Sindhu, sang juara dunia asal India dan andalan Denmark, Line Kjaersfeldt.
Dia juga berhasil membawa angka penting bagi Indonesia saat menjalani laga perempat final lawan Thailand yang mengandalkan Pornpawee Chochuwong.
Tren kemenangan Putri KW terhenti seiring dengan terjungkalnya Indonesia pada babak semifinal di tangan Korea Selatan.
Dia masih belum mampu membendung kegemilangan ratu bulu tangkis dunia yaitu An Se-young yang berhasil menang dua gim langsung dalam tempo 46 menit.
Meski gagal membawa pulang Piala Sudirman, kiprah Indonesia dipuji oleh BWF dengan salah satu alasannya adalah penampilan solid Putri KW di lapangan.
“Grup D secara luas disebut Grup Neraka karena menampilkan Indonesia, Denmark, India, dan Inggris,” tulis BWFBadminton.
“Bagi Indonesia, yang dipimpin dengan mengagumkan oleh Jonatan Christie, kejutan datang dari Putri Kusuma Wardani yang menggantikan Gregoria Mariska Tunjung yang cedera.”
“Putri mengalahkan Pusarla V Sindhu dan Line Kjaersfeldt di pertandingan grupnya, dan Pornpawee Chochuwong di perempat final.”
Sorotan BWF kepada Indonesia sangat berbeda jika dibandingkan Malaysia yang dianggap terpuruk dengan amunisi yang mereka turunkan.
Terpuruknya Negeri Jiran ini disebut datang setelah ganda putra terbaik mereka yang kini dibesut Herry Iman Pierngadi atau Herry IP, Aaron Chia/Soh Wooi Yik gagal meraih kemenangan.
Chia/Soh tumbang saat turun melawan Jepang dalam laga terakhir Grup C yang menurunkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi melalui rubber game yang ketat.
Kekalahan dengan skor tipis 2-3 ini membuat Malaysia tak bisa merebut label sebagai juara Grup untuk menghindari China yang menjadi lawan di perempat final dan akhirnya keluar sebagai juara.
“Seluruh perjalanan Malaysia bergantung pada ketidakmampuan mereka memanfaatkan dua match point melawan Jepang di laga terakhir Grup C,” tulis BWF.
“Dengan Malaysia unggul 2-1, Aaron Chia/Soh Wooi Yik hampir saja menutup pertandingan di laga keempat; namun Jepang berhasil bertahan dan akhirnya merebut posisi teratas.”
“Hasil tersebut memastikan Jepang tidak akan bertemu tim peringkat teratas lainnya di perempat final.”
“Sebaliknya, Malaysia diundi untuk menghadapi China, dan tantangan mereka berakhir dengan kekalahan 3-0.”
