Profil John Herdman! Pelatih baru Timnas Indonesia kelahiran Inggris, jejak mendunia dan tantangan Garuda

—Profil John Herdman menjadi sorotan setelah PSSI resmi menunjuknya sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Pelatih kelahiran Inggris itu dipercaya memimpin skuad Garuda dengan reputasi internasional dan rekam jejak panjang di level tim nasional.

Nama John Herdman ramai dibicarakan dalam satu bulan terakhir menjelang pergantian tahun. Dia muncul bersama sejumlah kandidat lain seperti Heimir Hallgrimsson, Jesus Casas, Giovanni Van Bronckhorst, dan Timur Kapadze.

Bacaan Lainnya

Spekulasi soal Herdman kian menguat dalam pekan-pekan terakhir. Namanya disebut sebagai sosok terdepan untuk mengisi kursi pelatih yang sebelumnya ditempati Patrick Kluivert.

PSSI akhirnya memastikan pilihan jatuh kepada Herdman pada Sabtu (3/1) sore. Penunjukan ini sekaligus menandai era baru bagi Timnas Indonesia dengan pendekatan kepelatihan modern.

John Herdman lahir pada 19 Juli 1975 di Consett, County Durham, Inggris. Dia tidak memiliki karir panjang sebagai pemain profesional karena sudah memilih jalur kepelatihan sejak usia muda.

Pilihan tersebut justru membentuk karakter Herdman sebagai pelatih yang fokus pada pengembangan tim. Sejak awal, dia dikenal tertarik membangun fondasi dan budaya sepak bola yang kuat.

Pada usia 28 tahun, Herdman memulai petualangan penting dengan hijrah ke Selandia Baru. Di sana dia mengawali karir sebagai pelatih tim muda dan mulai dikenal di level internasional.

Karirnya berlanjut ke timnas putri Selandia Baru pada 2006. Herdman menangani skuad senior putri hingga 2011 dan membangun struktur pembinaan yang solid.

Prestasinya bersama Selandia Baru terbilang gemilang. Dia membawa tim tersebut lolos ke Piala Dunia Wanita FIFA 2007 dan 2011.

Tidak hanya itu, Herdman juga mengantar timnas putri Selandia Baru ke Olimpiade Musim Panas 2008 di Beijing. Capaian tersebut mengukuhkan namanya sebagai pelatih potensial di level global.

Kesuksesan itu menarik perhatian Kanada pada 2011. Federasi sepak bola Kanada menunjuk Herdman sebagai pelatih kepala timnas putri.

Di Kanada, karir Herdman benar-benar menanjak. Pelatih berlisensi UEFA Pro itu memimpin lebih dari seratus pertandingan internasional.

Bersama Kanada, Herdman mencatat sejarah di ajang Olimpiade. Dia mempersembahkan dua medali perunggu pada Olimpiade 2012 dan 2016.

Keberhasilan tersebut membuat Herdman mendapat kepercayaan lebih besar. Pada 2018, dia mengambil keputusan penting dengan beralih menangani timnas putra Kanada.

Langkah itu sempat diragukan, namun Herdman menjawabnya dengan prestasi. Dia membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, penampilan pertama setelah 36 tahun penantian.

Tidak hanya lolos ke Piala Dunia, wajah tim putra Kanada juga berubah drastis. Mereka menjadi kekuatan kompetitif di kawasan CONCACAF.

Herdman mencatatkan sejarah unik dalam perjalanan karirnya. Dia menjadi satu-satunya pelatih yang membawa tim putri dan tim putra dari satu negara ke Piala Dunia.

Masih pada 2018, Herdman juga sempat menangani Tim U-23 Kanada. Peran tersebut mempertegas fokusnya pada kesinambungan pembinaan pemain.

Nama Herdman sangat dihormati di Kanada. Banyak pihak menilai dia meninggalkan warisan penting bagi perkembangan sepak bola Negeri Daun Maple.

Meski demikian, kebersamaannya dengan timnas Kanada berakhir pada 2023. Perpisahan itu menutup satu fase besar dalam perjalanan kepelatihannya.

Herdman kemudian mencoba tantangan baru di level klub. Dia menerima tawaran melatih Toronto FC yang berlaga di Major League Soccer pada 2023.

Karir klub tersebut berlangsung hingga 2024. Setelah itu, Herdman sempat dikaitkan dengan timnas Jamaika meski tidak tercapai kesepakatan.

Kini, Herdman resmi mengemban tugas sebagai pelatih Timnas Indonesia. Tantangan besar menantinya untuk membentuk Garuda yang lebih kompetitif dan berkarakter.

Profil John Herdman menghadirkan harapan baru bagi sepak bola nasional. Selamat bertugas, coach Herdman, Indonesia menanti karya dan sejarah berikutnya.

Pos terkait