Isi Artikel
Ringkasan Berita:
- Polda Sulawesi Utara selidiki kebakaran di Pantai Werdha Damai, Ranomuut, Paal Dua, Manado.
- Pengurus dan pemilik panti Werdha jalani pemeriksaan hari ini
- Polda Sulut sudah memeriksa 10 saksi
– Polda Sulawesi Utara memberikan informasi terbaru terkait penyelidikan kebakaran Pantai Werdha Damai di Lingkungan 7 Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado.
Hingga saat ini Polda Sulut sudah memeriksa 10 saksi.
“Termasuk penghuni yang melihat asal api dari dapur,” kata Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan, saat konferensi pers di RS Bhayangkara Manado, Selasa (30/12/2025).
Namun, mereka masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait penyebab pastinya.
Selain itu, pengurus termasuk Pemilik Panti Werdha, Olva Sumual, juga akan menjalani pemeriksaan lanjutan hari ini.
“Kemarin karena kondisinya sudah lemah dan usianya sudah 76 tahun juga, jadi dilanjutkan hari ini,” tambah Olva.
Rencananya, Polda Sulut juga akan memanggil saksi ahli terkait prosedur pengelolaan panti sosial.
Dari situ baru akan dipastikan apakah ada unsur kelalaian atau tidak.
Selain penyebab kebakaran, polisi juga masih terus menyelidiki penyebab pasti kematian salah satu penghuni yang jenazahnya masih utuh, Jansen Maringka.
Sebelumnya, ia disebut meninggal karena kehabisan napas.
Jenazah Jansen sendiri akan diserahkan ke keluarga hari ini.
Rencananya jenazah akan dimakamkan di Pekuburan Pemkot Manado.(*)
Kondisi Para Lansia Setelah Kebakaran Panti Werdha
Pemilik Panti Werdha Damai Ranomuut, Olva Sumual, mengungkapkan kondisi para lansia yang menjadi penghuni panti setelah peristiwa kebakaran pada Minggu (28/12/2025) malam.
Total penghuni panti Werdha tersebut adalah 35 orang.
Namun saat kejadian hanya ada 31 penghuni karena empat lainnya pulang ke rumah untuk merayakan Natal bersama keluarga.
“Yang ada di dalam panti saat itu 31 orang, terdiri dari lima laki-laki dan 26 perempuan,” ujar Olva, Senin (29/12/2025).
Selain para lansia, di dalam panti hanya terdapat sepasang suami istri yang bekerja sebagai pekerja dan memang tinggal di lokasi.
Pengurus lainnya tidak berada di tempat karena masih suasana perayaan Natal.
Sebagian penghuni berhasil menyelamatkan diri, termasuk beberapa lansia yang melompat pagar ke bangunan lain di bagian belakang panti yang tidak terdampak kebakaran.
Pasca kejadian, para korban selamat saat ini dirawat di RSUD Kota Manado, RSUP Kandouw, hingga Rumah Sakit JH Awaloei.
Menurut Olva, secara fisik para lansia dalam kondisi stabil, meski ada yang mengalami keterbatasan seperti kebutaan.
Namun, faktor trauma menjadi alasan utama mereka masih dirawat.
“Karena trauma, Pemkot Manado menginginkan mereka tetap di rumah sakit supaya lebih tenang. Tempat tidur dan makanan juga sudah disiapkan,” katanya.
Olva juga menyampaikan permohonan kepada Pemerintah Kota Manado agar dapat membantu menyediakan tempat penampungan sementara jika para lansia nantinya dipulangkan dari rumah sakit.
Pasalnya, tidak semua penghuni memiliki keluarga atau rumah untuk kembali.
“Ada lansia yang memang terlantar dan tidak punya rumah. Dari data kami, ada sekitar delapan orang yang benar-benar tidak memiliki keluarga,” jelasnya.
Olva menyebut pihaknya juga terus berkoordinasi dengan keluarga yang penghuni panti.
Terkait penyebab kebakaran, Olva mengaku belum mengetahui sumber awal api.
Saat kejadian, ia tidak berada di lokasi karena menghadiri acara Natal bersama keluarga
dan baru menerima kabar sekitar pukul 20.00 Wita.
Ke depan, Olva berharap Panti Werdha Damai dapat kembali dibangun mengingat masih banyak lansia yang membutuhkan tempat tinggal dan perawatan.
“Kalau melihat kebutuhan opa-oma yang memang membutuhkan tempat ini, harapannya bisa dibangun lagi. Tapi semua itu tentu tergantung pada bantuan dan kehendak Tuhan,” pungkasnya.(*)
9 Korban Dirawat di RSUD Manado
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manado merawat sembilan korban selamat insiden kebakaran Panti Werda Ranomuut pada Minggu (28/12/2025).
Seluruh korban merupakan lanjut usia dan saat ini berada dalam penanganan medis.
Sebanyak sembilan korban selamat dalam insiden kebakaran Panti Werda Ranomuut saat ini menjalani perawatan di RSUD Manado, Jalan Tololiu Supit, Tingkulu, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Pantauan pada Senin (29/12/2025) sekitar pukul 10.15 Wita, para korban dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Manado.
Korban tampak beristirahat di ranjang masing-masing.
Tampak Wakil Walikota Manado Richard Sualang berada di lokasi untuk memantau langsung kondisi para korban pascakebakaran.
Selain itu, influencer Sulawesi Utara, Didi Roa, juga tampak hadir di RSUD Manado.
Ia terlihat berinteraksi dan menyapa para korban selamat.
Identitas
Saat ini mereka sudah di bawa ke ruang inap lantai 6 untuk perawatan lebih lanjut.
Berdasarkan data resmi yang diterima, berikut daftar sembilan korban yang menjalani perawatan di RSUD Manado:
1. Yetti Kandou (86)
2. Lao Kiem Hoa (73)
3. Meske Merte (65)
4. Rolin Rungan (64)
5. Paulus Kaonang (70)
6. Chrishan Yusuf (67)
7. Rike Kaligis (73)
8. Sutinem (60)
9. Kwan She Poe (68)
Kisah Relawan Damkar Selamatkan Tujuh Lansia saat Kebakaran Panti Werdha Damai Ranomuut
Reki, seorang relawan Damkar, mengatakan ia dan sejumlah warga berusaha menyelamatkan penghuni panti.
Ia mengaku berhasil menyelamatkan tujuh orang.
“Ada yang sudah di kursi roda, kami naikkan ke pagar,” kata dia.
Seorang opa berhasil ia selamatkan.
Namun meninggal dunia karena terpapar banyak asap.
Hal sedih lainnya yang ia alami adalah seorang oma.
“Oma itu katakan ia akan bersama keluarganya pada tanggal 5, tapi ia meninggal dunia, itu yang sesali,” katanya.
Ia mengaku shock dengan kejadian itu. Sembari mengevakuasi penghuni, air matanya menetes.
(/Ara/Art/Fer)
–
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Baca berita lainnya di: Google News
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini
