Pilu Oman, pedagang kue pasar Lemahabang Cirebon, kiosnya nyaris habis akibat kebakaran

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

, CIREBON– Asap hitam masih menyisakan bau hangus di udara Pasar Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Selasa (30/12/2025) malam.

Bacaan Lainnya

Di tengah puing dan sisa kebakaran, Oman Rohman (50) hanya bisa berdiri terpaku, menyaksikan kios tempatnya mencari nafkah nyaris habis dilalap api.

Oman, pedagang kue yang telah bertahun-tahun berjualan di pasar tersebut, mengatakan kobaran api sudah sangat besar saat ia mengetahui kabar kebakaran.

“Oh, kondisinya sudah setengah, sudah mau habis semua. Dari belakang tadi sudah habis. Iya, pas mau dekat warung saya itu,” ujar Oman, dengan suara lirih saat diwawancarai media, Selasa (30/12/2025).

Saat kejadian, Oman mengaku tidak berada di lokasi. 

Ia baru mengetahui kebakaran setelah mendapat kabar dari keluarganya.

“Saya dikabari sudah besar apinya sama kakak saya,” ucapnya.

Kios yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya berada tak jauh dari pusat kobaran api.

Menurut Oman, saat ia tiba, api sudah melahap sebagian besar area pasar.

“Sudah habis. Tinggal dua jalur lagi dari sini, dua jalur,” jelas dia.

Oman memperkirakan area yang terbakar cukup luas.

Bahkan, jumlah kios yang terdampak diduga mencapai ratusan unit.

“Ada berapa blok ya, kira-kira delapan blok. Ya, ada ratusan kios, ada,” katanya.

Sehari-hari, Oman berjualan kue di Pasar Lemahabang.

Usaha kecil itu menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya.

“Jualan kue,” ujarnya, singkat saat ditanya jenis dagangan yang biasa ia jajakan.

Di tengah kepanikan dan kobaran api yang kian membesar, Oman masih bersyukur karena sebagian barang dagangannya bisa diselamatkan.

Barang tersebut merupakan kiriman yang baru datang pagi hari.

“Yang tadi pagi belanja itu, baru datang. Alhamdulillah ada teman-teman anak saya, jadi bisa diselamatkan. Kalau yang kemarin-kemarin sudah enggak bisa,” ucap Oman.

Ia mengaku masih sempat membawa keluar sebagian barang sebelum api mendekat ke kiosnya.

“Iya, alhamdulillah,” jelas dia, lirih.

Meski demikian, hingga Selasa malam, penyebab pasti kebakaran Pasar Lemahabang masih belum diketahui.

“Belum tahu,” katanya, singkat.

Sementara itu, berdasarkan pantauan sekitar pukul 22.00 WIB, petugas pemadam kebakaran, kepolisian, TNI, serta unsur terkait lainnya masih berada di lokasi.

Api dilaporkan sudah padam dan petugas melakukan proses pendinginan.

Namun demikian, jalan penghubung Lemahabang–Japura masih diblokade dari kendaraan roda empat karena mobil pemadam kebakaran masih keluar masuk lokasi untuk pengisian air.

Warga yang diperbolehkan masuk ke area pasar hanya mereka yang hendak mengambil barang-barang yang berhasil diselamatkan untuk dibawa ke tempat yang lebih aman.

Terlihat pula petugas Inafis berada di lokasi untuk melakukan identifikasi awal guna mengetahui dugaan sumber api.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Diberitakan sebelumnya, kepanikan menyelimuti warga Desa Lemahabang, Kabupaten Cirebon, setelah Pasar Lemahabang dilalap si jago merah, Selasa (30/12/2025) malam.

Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, saat aktivitas pasar mulai lengang dan sebagian pedagang bersiap menutup kios.

Namun suasana mendadak berubah mencekam ketika api terlihat membesar dari area tengah pasar.

Kobaran api yang cepat merambat membuat warga sekitar dan pengguna jalan panik.

Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat jelas dari Jalan Penghubung Lemahabang–Japura.

Warga berkerumun di sekitar lokasi untuk menyaksikan peristiwa tersebut dari dekat.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti jumlah kios atau lapak pedagang yang terbakar.

Petugas pemadam kebakaran dibantu kepolisian dan warga setempat sempat berjibaku memadamkan api yang belum sepenuhnya terkendali.

Sejumlah mobil pemadam kebakaran terlihat hilir mudik mengambil pasokan air, sementara petugas berupaya menjinakkan api dari berbagai sisi pasar.

Belum ada laporan resmi terkait korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pos terkait