Isi Artikel
Pemindahan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati ke Tempat Sementara
Sejumlah pedagang yang menjadi korban kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, akan dipindahkan ke tempat sementara agar bisa tetap berjualan. Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, mengatakan pihaknya sedang menyiapkan tempat penampungan untuk para pedagang di Pasar Kramat Jati yang terdampak kebakaran agar bisa kembali mengais rezeki.
Ia memastikan, dalam waktu tiga hari ke depan, para pedagang sudah bisa kembali berjualan seperti biasa. “Insya Allah, dalam tiga hari sudah bisa dipergunakan. Pasar Induk Kramat Jati akan tetap normal,” ujar Agus, Selasa (16/12/2025).
Lokasi sementara para pedagang berada di dekat tempat penampungan sampah (TPS) atau di sisi Selatan Pasar Induk Kramat Jati. Ia mengaku, pasca kejadian, pihaknya sudah melakukan pengerjaan pembuatan tempat penampungan sementara. Agus meminta para pedagang untuk bersabar karena pihak Perumda Pasar Jaya akan tetap memberikan perhatian usai kebakaran.
“Langsung kami kerjakan selama 24 jam. Secara umum aktivitas perdagangan tetap berjalan. Masih ada unit C, Jakgrosir, Blok C1, dan area lainnya yang beroperasi normal. Masyarakat masih bisa belanja di Pasar Induk,” tandas Agus.
Penyebab Kebakaran dan Tindakan Darurat
Sebelumnya, kebakaran terjadi di Pasar Induk Kramat Jati, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (15/12/2025) pagi. Api muncul pertama kali sekira pukul 07.28 WIB dan langsung berusaha dipadamkan warga maupun pedagang yang ada di dalam.
Salah satu warga yang ada di lokasi, Kevin, menceritakan, awalnya ia mendengar teriakan dari sejumlah orang adanya kebakaran. “Pas teriakan kebakaran itu, langsung pada fokus ke titik api semuanya,” katanya, Senin.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat suara soal kebakaran serta besarnya kerugian yang ditanggung para pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Dirinya menyebutkan para pedagang tidak perlu khawatir, sebab kerugian imbas kebakaran akan dijamin oleh pihak asuransi.
“Pasar Jaya telah membeli laporan untuk kerugian itu karena diasuransikan. Dengan demikian, di-cover oleh asuransi untuk yang kebakaran di Kramat Jati,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (15/12/2025).
Pramono mengatakan, ia belum mengetahui apakah barang pribadi maupun uang yang ikut hangus akan diganti. Namun, yang pasti, asuransi tersebut mencakup buah-buah yang dijual pedagang. “Yang jelas pasti yang menyangkut barang dagangan,” kata dia.
Kerugian Ditaksir Capai Rp10 Miliar
Kerugian akibat kebakaran yang menghanguskan 350 los buah di Pasar Induk Kramat Jati ditaksir mencapai Rp 10 miliar. “Nah, kalau kerugian kalau bisa kita kasat mata ya, itu lebih kurang hampir 10 Miliar-an lah kira-kira begitu. Dari total keseluruhan ya, baik dari struktur bangunannya terus kemudian sama barang dagangannya,” ucap Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun di Pasar Induk Kramat Jati, Senin (15/12/2025).
Dia memastikan seluruh pedagang yang terdampak kebakaran akan direlokasi ke tempat penampungan sementara. “Kami pastikan mereka tertampung semua. Iya, betul. Kira-kira begitu (tidak terbatas waktu di tempat sementara),” tambahnya.
Selain itu, Agus memastikan para pedagang yang menjadi korban kebakaran juga akan mendapatkan uang kerohiman dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Meski demikian, ia belum mengetahui besaran uang kerohiman yang akan diberikan kepada para pedagang terdampak.
Bentuk Tim Investigasi dan Penanganan Darurat
Pemprov DKI Jakarta telah menginstruksikan jajaran untuk menangani kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (15/12/2025). Staf khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, mengatakan pihaknya bakal membentuk tim investigasi untuk mengusut penyebab kebakaran.
Selain penanganan darurat, Pemprov juga akan membentuk tim investigasi guna menelusuri penyebab kebakaran tersebut. Dalam upaya pemadaman, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan 16 unit mobil pemadam dengan dukungan 80 personel.
Fokus utama petugas adalah membatasi perambatan api agar tidak meluas ke bagian lain pasar, mengingat Pasar Induk Kramat Jati memiliki peran strategis sebagai pusat distribusi pangan di ibu kota. Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan skema pemulihan bagi para pedagang yang terdampak.
Sejumlah opsi tengah dikaji, mulai dari relokasi sementara hingga penyaluran bantuan logistik darurat, yang akan dilaksanakan melalui koordinasi dengan PD Pasar Jaya dan pihak kelurahan setempat.
Puslabfor Polri Dikerahkan Usut Penyebab Kebakaran
Sebanyak 350 kios buah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, terbakar, Senin (15/12). Untuk mengungkap penyebab kebakaran tersebut, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dikerahkan melakukan penyelidikan.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal mengatakan, hingga saat ini petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan di lokasi guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali. Alfian menambahkan, olah TKP akan dilakukan bersama tim Puslabfor Polri untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian atau faktor lain.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, ratusan kios pedagang hangus terbakar dan kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Polisi mengimbau masyarakat dan pedagang untuk tidak mendekati area kebakaran hingga proses penyelidikan selesai demi keselamatan bersama.
[DILANJUTKAN]
