Isi Artikel
Persipura Jayapura: Kesiapan Skuad di Tengah Tantangan Bursa Transfer
Persipura Jayapura tampaknya masih memilih untuk tetap tenang menjelang dibukanya bursa transfer paruh musim Championship 2025–2026. Hingga saat ini, manajemen belum mengumumkan satu pun nama pemain baru, meskipun sebelumnya sempat beredar kabar bahwa klub akan mencari hingga tiga pemain tambahan.
Pertanyaan muncul: apakah skuad Mutiara Hitam saat ini sudah cukup kuat, atau justru masih membutuhkan amunisi baru? Dalam waktu dekat, Persipura akan menghadapi dua laga penting sebelum jendela transfer resmi dibuka pada Januari 2026. Dua pertandingan tersebut menjadi tolok ukur terakhir sebelum keputusan transfer diambil.
Dengan komposisi 30 pemain, Persipura sejatinya masih kompetitif dan mampu bersaing di papan atas Championship dalam perebutan tiket promosi ke Super League. Meski demikian, tidak ada tim yang benar-benar sempurna. Setiap lini memiliki kekuatan sekaligus celah yang perlu dibenahi.
Pelatih Rahmad Darmawan saat ini memilih fokus mematangkan strategi permainan, khususnya transisi dari menyerang ke bertahan yang kerap menjadi titik rawan.
Komposisi Pemain Persipura Jayapura
Kiper
Adzib Al Hakim masih menjadi pilihan utama di bawah mistar. Ia didukung oleh Samuel Reimas, Geril Kapoh, dan Yerimia Merauje sebagai pelapis.
Lini Belakang
Persipura memiliki stok bek yang cukup melimpah. Artur Vieira menjadi poros utama di jantung pertahanan, didampingi Ferry Ayomi, Alex Dusay, dan Sukandar Kansai. Di sisi kiri, pengalaman Ruben Sanadi memberi stabilitas, sementara Febrianto Uopmabin menawarkan opsi lebih agresif. Pos bek kanan diisi Marckho Merauje dan Yustinus Pae yang relatif seimbang dalam bertahan maupun membantu serangan.
Lini Tengah
Yeter Amohoso dan Ian Kabes berperan sebagai penyeimbang permainan. Kreativitas lebih bertumpu pada Takuya Matsunaga dan Todd Ferre. Todd Ferre tetap menjadi pembeda lewat visi, keberanian menusuk, dan kemampuan menciptakan peluang, dibantu Markus Madjar serta Dennis Ivakdalam dari lini kedua.
Sayap
Inilah sektor terkuat Persipura. Elisa Basna, Ramai Rumakiek, Jeam Kelly Sroyer, Gunansar Mandowen, hingga Rafael Sunuk memberi kecepatan dan variasi serangan. Kehadiran Boaz Solossa menambah ketenangan dan pengalaman, terutama dalam pengambilan keputusan di momen krusial.
Penyerang Tengah
Matheus Silva menjadi tumpuan utama di lini depan, dengan Reno Salampessy sebagai pelapis.
Peta Kekuatan dan Kelemahan Persipura
Jika merujuk pada posisi masing-masing pemain, di lini belakang, Persipura cukup solid secara jumlah. Namun, peningkatan chemistry dan disiplin posisi masih dibutuhkan, terutama saat menghadapi serangan balik cepat. Secara statistik, pertahanan Persipura terbilang cukup baik dengan hanya kebobolan tujuh gol dari 12 pertandingan.
Lini tengah kuat dari sisi teknik dan penguasaan bola. Namun, berkurangnya gelandang pekerja membuat Persipura relatif rawan dalam duel fisik saat tempo permainan meningkat. Sektor sayap menjadi senjata utama. Banyaknya pemain cepat dan agresif membuat Persipura sangat berbahaya dalam skema serangan balik dan permainan terbuka.
Sementara itu, lini depan masih menjadi pekerjaan rumah. Terbatasnya opsi penyerang murni membuat efektivitas serangan belum maksimal. Hal ini tercermin dari catatan produktivitas gol. Persipura baru mengoleksi 16 gol, tertinggal dari tim pesaing seperti Barito Putera dan PSS Sleman yang telah menembus angka 20 gol.
Kesimpulan
Persipura Jayapura memiliki kekuatan utama di sektor sayap dan pertahanan yang mulai kokoh di bawah kepemimpinan Artur Vieira. Namun, jika ingin konsisten bersaing di jalur promosi, tambahan pemain—terutama penyerang tajam atau gelandang bertipe pekerja—masih layak dipertimbangkan. Dua laga ke depan akan menjadi penentu, apakah Persipura benar-benar siap dengan skuad yang ada, atau perlu bergerak di bursa transfer Januari 2026.
