Perjuangan Pak Asdar: Menyeberangi Laut dengan Motor Bawa MBG untuk Anak-anak Pulau Osi

Kisah Haru Pak Asdar, Pengantar Makan Bergizi di Pulau Osi

Di balik keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ada kisah-kisah luar biasa yang sering kali tidak terdengar. Salah satunya adalah kisah Pak Asdar, seorang pengantar makanan yang berjuang keras untuk memastikan anak-anak di Pulau Osi, Seram Bagian Barat, Maluku, mendapatkan makanan bergizi setiap hari.

Pak Asdar adalah petugas distribusi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Resetlemen Pulau Osi. Ia bertugas melayani 16 sekolah, termasuk dua sekolah yang berada di ujung Pulau Osi. Lokasi tersebut memiliki akses terbatas, sehingga hanya bisa dicapai melalui jembatan kayu yang sempit dan tidak stabil.

Bacaan Lainnya

Perjalanan Berat dengan Sepeda Motor

Setiap pagi, Pak Asdar memulai perjalanan dengan mengendarai motornya, membawa kotak besar yang berisi puluhan porsi makanan bergizi. Jarak yang ditempuh sekitar tiga kilometer, namun kondisi jembatan kayu menjadi tantangan utama.

Jembatan kayu yang sempit dan licin karena letaknya di tengah hutan mangrove sering kali tergenang air saat pasang. Hal ini membuat Pak Asdar harus berhati-hati agar makanan tidak tumpah dan anak-anak bisa menerima makanan tepat waktu.

“Kalau air laut pasang, air bisa naik sampai ke jembatan. Kadang ada papan yang rusak, jadi harus hati-hati, jalannya pelan supaya makanan tidak tumpah dan anak-anak bisa makan tepat waktu,” ujar Pak Asdar dengan senyum tulus.

Tiga Kali Bolak-Balik Melewati Jembatan Kayu

Setiap harinya, Pak Asdar membawa 149 porsi makanan bergizi. Namun, karena motor hanya mampu membawa 63 porsi dalam satu perjalanan, ia harus melakukan tiga kali bolak-balik melewati jembatan kayu. Meski melelahkan, rasa lelah itu langsung hilang ketika tiba di sekolah.

Anak-anak SD Negeri Pulau Osi dan PAUD At-Taqwa selalu menyambut Pak Asdar dengan antusias. Mereka berlari menyambut, melambaikan tangan, dan tersenyum lebar. Senyum-senyum itu menjadi bensin semangat bagi Pak Asdar.

Senyum Anak-Anak Membuatnya Bahagia

Menurut Guru Kelas IV SDN Pulau Osi, Heni, kehadiran Pak Asdar selalu membuat siswa-siswi senang. “Kalau Pak Asdar datang mereka sangat senang langsung lari menyambut, rebutan membantu menurunkan ompreng,” ujarnya sambil tersenyum.

Heni juga menyampaikan bahwa dedikasi Pak Asdar sangat besar. Meskipun jalan yang ditempuh memprihatinkan, ia selalu datang tepat waktu. Dedikasi ini membuat Pak Asdar semakin bersemangat menjalankan tugasnya.

Harapan untuk Kelanjutan Program MBG

Pak Asdar berharap Program MBG dapat terus berlanjut agar anak-anak di Pulau Osi tetap mendapatkan makanan bergizi. “Saya berharap program ini jangan dihentikan, karena sangat bermanfaat,” ujarnya dengan penuh harap.

Kisah Pak Asdar menjadi bukti nyata semangat besar yang jarang tersorot, namun punya peran krusial dalam kelancaran program MBG di pelosok negeri.

Pos terkait