Perjuangan Ayah Tukang Parkir Indramayu Selamatkan Anaknya dengan Tumor Pembuluh Darah

Kehidupan Sukardi dan Keysa yang Penuh Cobaan

Di Indramayu, seorang ayah bernama Sukardi (47) tak pernah bisa menyembunyikan kecemasannya setiap kali melihat putrinya, Keysa Agustina (14), meringis menahan sakit. Ia merasa hatinya terus remuk ketika melihat kondisi anaknya yang semakin memprihatinkan.

Keysa menderita tumor pembuluh darah yang membuat lutut kirinya membengkak hebat. Kondisi ini semakin parah dalam sebulan terakhir. Keterbatasan ekonomi membuat Sukardi sempat putus asa. Sebagai tukang parkir di jalanan, ia mengaku tidak mampu membawa Keysa berobat jauh ke luar kota.

Namun, sebuah harapan baru muncul setelah tetangganya merekam kondisi Keysa dan mengunggahnya hingga viral di media sosial. Dalam video tersebut, tetangga itu meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Indramayu Lucky Hakim.

Kini, senyum kecil mulai kembali menghiasi wajah Sukardi. Berkat kejadian ini, pemerintah mengetahui keadaan Keysa dan memberikan bantuan. Sekarang, gadis yang duduk di bangku kelas 9 SMP ini dapat segera dirujuk ke Rumah Sakit Ortopedi Dr. Soeharso Surakarta.

“Saya yang tadinya putus asa, gak ada harapan, tapi semuanya demi anak. Saya bersyukur banget,” ujar Sukardi sambil merangkul Keysa.

Penyakit yang Menyerang Sejak Lahir

Sukardi menceritakan bahwa penyakit yang diderita Keysa sebenarnya telah tampak sejak ia lahir. Saat itu, tumor yang muncul hanya berupa bintik seperti tahi lalat. Awalnya, Sukardi tidak curiga, bahkan bidan yang membantu melahirkan Keysa juga menduga bintik tersebut hanya tanda lahir.

Gejala mulai muncul ketika Keysa duduk di bangku kelas 3 SD, lutut kirinya mendadak bengkak. Saat dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dokter menyatakan bahwa Keysa mengidap tumor pembuluh darah.

“Dikasih obat dari sana tuh pak, minum obat dua hari alhamdulillah bisa jalan lagi,” terang Sukardi. Meskipun dokter menyarankan kontrol rutin, pengobatan Keysa waktu itu terpaksa terhenti.

Bukan karena tidak ada biaya pengobatan, Keysa terjamin kesehatannya karena terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dengan iuran ditanggung pemerintah. Namun, kendala utamanya adalah biaya perjalanan dan pendampingan jika harus berobat ke luar kota.

Kesulitan Ekonomi yang Menghambat Pengobatan

Sukardi menjelaskan bahwa ia hanya bekerja sebagai tukang parkir, sehingga tidak mampu menanggung biaya bulak-balik Indramayu-Bandung, apalagi jika harus menginap beberapa hari.

“Waktu itu sudah gak kerasa, anaknya juga sudah bisa jalan ya sudah berhenti. Nah sudah berapa tahun ternyata kambuh lagi sebulan terakhir ini. Anak saya nangis terus, sakit banget katanya,” cerita Sukardi.

Keysa kala itu langsung dibawa ke RS Mitra Plumbon Indramayu untuk ditangani. Hanya saja, dari keterangan dokter, kondisi Keysa rupanya sudah parah dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Ortopedi Dr. Soeharso Surakarta.

Viral di Media Sosial dan Bantuan yang Datang

Sukardi menceritakan bahwa memviralkan Keysa di medsos sebenarnya bukan pilihan pertama. Ia sempat berpikir untuk mengambil hutang lagi dari bank keliling, mengingat tempo waktu pelunasan hutang sebelumnya tinggal satu tahun lagi.

Hutang itu rencananya untuk biaya ongkos dan beragam keperluan lainnya selama menemani Keysa berobat. “Cuma kendalanya bisanya itu (ambil hutang) satu tahun lagi, sedangkan anak sayanya sekarang sudah kerasa duluan sakitnya, malah makin parah,” ujarnya.

Saking parahnya, kata Sukardi, dari lutut anaknya itu keluar darah agak kehitaman. Bintik tumor seperti saat ia lahir juga muncul di bagian dada dan paha. Sukardi khawatir, tumor itu sudah menyebar.

Perasaan Lega Setelah Bantuan Datang

Perasaan Sukardi terasa lega setelah bantuan datang. Ia mengaku sangat bersyukur dan tidak menyangka ada banyak orang peduli kepada anak keduanya tersebut.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kecamatan Widasari datang membawa santunan dari pemerintah daerah guna bekal ongkos Keysa berobat ke Solo. Tak hanya itu, pemerintah juga memfasilitasi mobil untuk digunakan keluarga kecil tersebut sampai selesai pengobatan.

Bantuan juga datang dari Dandim 0616/Indramayu. Ia datang bersama jajarannya memberikan bantuan sebesar Rp 11 juta. Uang itu diberikan untuk membantu biaya perjalanan dan kebutuhan operasi Keysa di Solo.

Sukardi tampak menerima semua dengan mata berkaca-kaca, ia juga berulang kali mengucap terima kasih. “Terima kasih banyak untuk semuanya, semoga Keysa bisa sembuh,” kata Sukardi.

Pos terkait