Isi Artikel
HARGEISA, – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi mengumumkan pengakuan terhadap Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat.
Langkah ini menjadikan Israel sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Somaliland sejak wilayah tersebut memisahkan diri dari Somalia pada 1991.
Lalu, apa bedanya Somalia dengan Somaliland?
Lokasi Somaliland
Somaliland terletak di bagian barat laut Somalia, menempati wilayah bekas Protektorat Inggris di Somalia Utara.
Wilayah ini berbatasan langsung dengan Djibouti di barat laut, Ethiopia di barat dan selatan, serta Teluk Aden di bagian utara.
Wilayah timurnya masih dipersengketakan oleh kelompok yang menolak gerakan separatis di Ibu Kota Hargeisa.
Dikutip dari BBC, Somaliland membentang seluas kira-kira 177.000 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 5,7 juta jiwa berdasarkan data per 2 Januari 2024.
Meski tidak diakui oleh negara mana pun di dunia, Somaliland memiliki sistem pemerintahan sendiri yang berfungsi penuh.
Mereka memiliki parlemen, kepolisian, mata uang, hingga presiden yang kini dijabat oleh Abdirahman Mohamed Abdullahi, yang dikenal dengan nama Abdirahman Cirro.
Apa bedanya Somaliland dengan Somalia?
Somaliland memiliki sejarah yang berbeda dari Somalia. Wilayah ini merupakan protektorat Inggris hingga 1960.
Setelah merdeka, Somaliland memutuskan bergabung dengan wilayah Somalia yang kala itu merupakan bekas jajahan Italia.
Namun, penggabungan tersebut tidak berjalan mulus. Warga Somaliland merasa dipinggirkan karena kebijakan sentralisasi kekuasaan yang berpusat di bagian selatan.
Mengutip Council on Foreign Relations, pada 1980-an, muncul kelompok pemberontak Somali National Movement (SNM) di Somaliland yang menentang kekuasaan junta militer Presiden Siad Barre.
Pada Januari 1991, SNM bersama kelompok pemberontak lain berhasil menggulingkan Barre.
Namun, alih-alih bergabung dengan pemerintahan baru yang dibentuk milisi lain, SNM memilih mendeklarasikan kemerdekaan Somaliland pada Mei 1991.
Hargeisa ditetapkan sebagai ibu kota. Selama satu dekade berikutnya, Somaliland merumuskan konstitusi baru yang akhirnya disahkan melalui referendum pada 2001.
Referendum itu menjadi tonggak peralihan dari sistem berbasis klan menuju demokrasi multipartai.
Meski mendapat pujian dari sejumlah pengamat internasional, proses tersebut tidak diakui oleh negara mana pun, termasuk anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Hingga kini, Somaliland belum memperoleh pengakuan diplomatik resmi selain dari Israel, meskipun wilayah ini dikenal jauh lebih stabil dibandingkan Somalia.
Kondisi ekonomi Somaliland
Minimnya pengakuan internasional berdampak pada terbatasnya akses perdagangan dan investasi asing bagi Somaliland.
Pemerintah melaporkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) negara ini pada 2022 mencapai sekitar 7 miliar dollar AS (kini Rp 117,4 triliun).
Sebagian besar pendapatan berasal dari kiriman uang para diaspora Somaliland yang bekerja di luar negeri.
Namun, pengangguran tetap menjadi masalah serius, terutama di kalangan anak muda.
Pemerintah juga menyuarakan kekhawatiran tentang potensi brain drain, yaitu migrasi warga terdidik ke negara lain demi mencari peluang ekonomi yang lebih baik.
Ekspor utama Somaliland meliputi ternak dan produk hewani yang dikirim ke Djibouti, Ethiopia, serta negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan Oman.
Meskipun PDB per kapitanya hanya sekitar 1.500 dollar AS (Rp 25,17 juta)—salah satu yang terendah di dunia—angka ini masih hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan Somalia.
Sumber: (Penulis: Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor: Ahmad Naufal Dzulfaroh)
