Penjelasan terkini sisa 1 bulan TPG triwulan 4 dan nasib TPG THR 100 persen yang masih misterius di 2025

PR SURABAYA – Di penghujung tahun 2025, sejumlah isu terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG) masih menyisakan tanda tanya bagi ribuan pendidik. Dua hal utama yang menjadi perhatian adalah pencairan sisa satu bulan TPG Triwulan IV yang belum merata dan ketidakpastian jadwal TPG THR 100%.

Artikel ini akan mengupas update terkini dari dua hal tersebut berdasarkan informasi yang beredar, serta menyajikan sekilas proyeksi anggaran pendidikan untuk tahun 2026.

Bacaan Lainnya

Bagi guru yang masih menunggu, informasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan sekaligus mengatur ekspektasi dengan tepat.

Status TPG Triwulan 4: 96% Tercair, Sisa 4% Terkendala Data

Berdasarkan informasi dari Dirjen GTK Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), realisasi penyaluran TPG hingga saat ini telah mencapai 96%. Angka yang tinggi ini menunjukkan mayoritas guru sudah menerima haknya. Namun, masih ada sekitar 4% yang pencairannya tertunda.

  • Penyebab Penundaan 4%: Keterlambatan ini umumnya disebabkan oleh masalah teknis administrasi, seperti data yang tidak valid (miss-match data) atau rekening penerima yang tidak aktif, sehingga dana dikembalikan (retur) ke kas negara.

  • Kunci Utama: Untuk memastikan kelancaran di periode mendatang, guru disarankan untuk selalu memperbarui dan memvalidasi data di Info GTK serta memastikan SKTP (Surat Keputusan Tunjangan Profesi) telah terbit dengan benar.

Misteri TPG THR 100%: Masih Terbatas dan Menunggu Kejutan Akhir Tahun?

Sementara TPG reguler sudah hampir tuntas, nasib Tunjangan Hari Raya (THR) 100% bagi guru ASN daerah masih menjadi misteri yang lebih dalam.

  • Situasi Saat Ini: Hingga informasi ini dirangkum, belum ada perkembangan signifikan yang dilaporkan secara luas. Satu-satunya daerah yang banyak dikonfirmasi telah melakukan pencairan adalah Provinsi Kalimantan Tengah.

  • Pola dari Tahun Lalu: Mengacu pada pola di tahun 2024, banyak pencairan justru terjadi di detik-detik terakhir tahun, bahkan ada yang masuk pada tanggal 31 Desember. Hal ini memberikan harapan, meski disertai ketidakpastian, bahwa gelombang pencairan masih mungkin terjadi sebelum pergantian tahun.

  • Saran untuk Guru: Pantau terus informasi dari kanal resmi pemerintah daerah (dinas pendidikan setempat) dan waspada terhadap informasi yang belum terverifikasi. Proses ini sangat bergantung pada kesiapan administrasi dan anggaran di masing-masing daerah.

Sekilas Anggaran Pendidikan 2026: Signal untuk Kesejahteraan dan Peningkatan Mutu

Dalam paparan ke Komisi X DPR, pemerintah menyampaikan pokok-pokok rencana anggaran pendidikan untuk 2026, yang memberikan sinyal positif:

  1. Tunjangan Guru Non-ASN: Dialokasikan Rp 13,6 triliun untuk sekitar 985.000 guru non-ASN (baik di sekolah negeri maupun swasta), dengan tujuan meningkatkan taraf hidup dan motivasi mengabdi.

  2. Revitalisasi Satuan Pendidikan: Dilanjutkan dengan target 11.668 satuan pendidikan dan anggaran Rp 14,18 triliun.

  3. Peningkatan Nilai PIP (Usulan): Terdapat usulan penyesuaian satuan biaya Program Indonesia Pintar (PIP) untuk mempertimbangkan inflasi:

    • Jenjang SD: Dari Rp 450.000/siswa/tahun menjadi Rp 600.000/siswa/tahun.

    • Jenjang SMP: Dari Rp 750.000/siswa/tahun menjadi Rp 1.000.000/siswa/tahun.

Anggaran ini masih dalam tahap pembahasan, namun menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan.

Kesimpulan dan Langkah yang Bisa Diambil

Tahun 2025 ditutup dengan realisasi TPG reguler yang tinggi, namun disertai ketidakpastian bagi penerima sisa 4% dan para guru yang menunggu THR 100%. Langkah terbaik yang dapat diambil adalah:

  1. Verifikasi Data Diri: Pastikan data di Info GTK dan status rekening aktif.

  2. Mengandalkan Sumber Resmi: Ikuti perkembangan hanya melalui saluran resmi dinas pendidikan daerah atau Kemdikbudristek.

  3. Mengatur Ekspektasi: Untuk TPG THR 100%, bersiaplah untuk kemungkinan pencairan di akhir tahun, sambil tetap berharap prosesnya dipercepat.

Dengan kesabaran dan kewaspadaan, diharapkan semua hak guru dapat diselesaikan tepat waktu, menyambut tahun 2026 dengan program dan anggaran yang lebih baik untuk dunia pendidikan. ***

Pos terkait