Pada hari Sabtu, sekitar pukul 11.30 WIB, warga Selatpanjang Kepulauan Meranti kembali heboh setelah ditemukan dua mayat dalam waktu kurang dari enam jam. Penemuan pertama terjadi di Jalan Ismail Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebing Tinggi, sedangkan penemuan kedua berlokasi di taman hidroponik di Jalan Pembangunan I, Selatpanjang Kota.
Mayat pertama yang ditemukan adalah Warsono (52 tahun), seorang lelaki berusia lebih dari setengah abad. Istrinya, Wiji Wijayanti, menemukan suaminya tergantung di kamar mandi. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan menggunakan tali berwarna putih sepanjang sekitar 130 cm. Polsek Tebing Tinggi dan tim identifikasi Polres Kepulauan Meranti langsung mendatangi lokasi kejadian dan membawa jenazah ke RSUD Meranti untuk dilakukan visum et repertum luar.
Baru beberapa jam setelah penemuan pertama, kembali muncul kabar tentang penemuan mayat di taman hidroponik. Mayat yang ditemukan kali ini diduga kesetrum listrik. Seorang pekerja ditemukan dalam kolam, di tangannya masih memegang bor listrik yang tersambung ke kabel listrik. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian karena adanya indikasi kecelakaan kerja atau kesalahan penggunaan alat listrik.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa melalui Kapolsek Tebingtinggi Iptu Daniel Bakara menjelaskan bahwa hasil analisis awal menunjukkan kemungkinan korban mengalami sengatan listrik saat sedang bekerja. Pihak kepolisian segera melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kejadian ini menimbulkan banyak spekulasi di kalangan masyarakat. Beberapa warga khawatir apakah korban meninggal secara alami atau ada faktor lain yang menyebabkan kematian tersebut. Namun, hingga saat ini, penyidik masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Selain itu, kasus kematian diplomat Kemlu ADP di Jakarta juga menjadi perhatian publik. Kepolisian Metro Jaya menyatakan tidak menemukan keterlibatan orang lain dalam kematian ADP. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa korban memiliki riwayat masalah kesehatan mental dan tidak ditemukan bukti tindak pidana. Meskipun begitu, kejadian ini tetap menimbulkan pertanyaan tentang tekanan psikologis yang dialami para pegawai negara, terutama mereka yang bekerja dalam bidang perlindungan warga negara di luar negeri.
Dalam konteks ini, penemuan mayat di taman hidroponik Meranti menjadi peringatan akan pentingnya kesadaran akan keselamatan kerja dan penggunaan alat elektronik. Kepolisian dan instansi terkait diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama pekerja di lingkungan pertanian dan industri, agar lebih waspada terhadap risiko yang mungkin terjadi selama bekerja.
