Ringkasan Berita:1. GPM terbentuk dari kerja sama antara Pemprov Maluku Utara, Kajati Maluku Utara dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Maluku Utara.
2. GPM bukan hanya sebuah upacara formal, tetapi merupakan bentuk intervensi nyata dari pemerintah dalam menghadapi peningkatan permintaan barang atau bahan pokok.
3. Samsuddin: Tanpa tindakan strategis seperti pasar murah ini, kemungkinan kenaikan harga yang signifikan bisa memicu ketidakstabilan sosial
, SOFIFI– Mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru atau Nataru 2025-2026, Gubernur Maluku Utara Sherly laos menegaskan komitmennya dalam menjaga kemampuan beli masyarakat serta mengendalikan tingkat inflasi.
Hal itu diwujudkan dengan peluncuran kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman kantor Kajati Maluku Utara, Kelurahan Stadion, Kecamatan Ternate Tengah, Jumat (19/12/2025).
Kegiatan GPM dihasilkan dari kerja sama antara Pemprov Maluku Utara, Kajati Maluku Utara, dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Maluku Utara.
Gubernur yang diwakili oleh Sekprov Maluku Utara Samsuddin A Kadir dalam pidatinya menekankan bahwa GPM bukan hanya sekadar upacara formal.
Namun berupa bentuk intervensi nyata pemerintah dalam menghadapi peningkatan permintaan barang atau bahan pokok yang biasanya terjadi pada akhir tahun dan menjelang perayaan keagamaan.
“Pastinya, ibu gubernur memberikan perhatian besar terhadap stabilitas harga. Ia berharap memastikan bahwa menjelang Natal, pasokan pangan tersedia dalam jumlah yang cukup dan harganya tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi saudara-saudara kita yang akan merayakan hari besar keagamaan,” katanya melalui rilis yang diterima redaksi.
Ia bahkan menegaskan bahwa tanpa langkah strategis seperti pasar murah ini, kemungkinan kenaikan harga yang signifikan dapat memicu ketidakstabilan sosial dan mengurangi kemampuan beli masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam kegiatan ini, pemerintah mendistribusikan sebanyak 9 ton barang kebutuhan pokok yang dibagi menjadi 1.000 paket. Setiap paket bahan makanan yang disediakan berisi, 5 kg beras, 2 kg gula pasir, dan 2 liter minyak goreng.
Terhadap hal tersebut, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Maluku Utara Eny Sufari dalam laporannya menyampaikan apresiasi terhadap dukungan penuh yang diberikan oleh pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Sherly Laos.
Ia berharap kerja sama antara IAD, Kejaksaan, dan pemerintah provinsi dapat terus berlangsung agar mengurangi beban ekonomi keluarga di Malut.
Kegiatan semacam ini tidak hanya diadakan di Kota Ternate, tetapi juga terdapat beberapa lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Maluku Utara.
“Ini bertujuan untuk memastikan distribusi akses pangan terjangkau bagi seluruh penduduk di Bumi Moloku Kie Raha,” katanya.
Perhatian gubernur tersebut mendapatkan respons emosional dari salah seorang warga Kelurahan Foramadiahi, Yahya Abas, yang juga menjadi penerima manfaat, menyampaikan rasa terima kasihnya yang sangat dalam.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Gubernur Sherly atas kebaikan dan perhatiannya, Ibu adalah contoh yang cerdas.
“Kami berdoa semoga Ibu diberi kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang melimpah karena telah memperhatikan masyarakat kecil seperti kami,” ujar Yahya dengan penuh perasaan. (*)
