Pembalap Muda TTS Usia 13 Tahun Incar Kompetisi Internasional

Kiprah Nadya Afrilia, Pembalap Perempuan Muda yang Berjuang Menuju Level Nasional

Nadya Afrilia Evangelica Marintja (13), seorang remaja perempuan dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, menjadi satu-satunya pembalap motor perempuan di kelas Beginner. Ia memiliki ambisi besar untuk menembus level nasional hingga internasional dalam dunia balap motor. Karier balapnya dimulai sejak usia 7 tahun, dan kini ia telah mencatatkan beberapa kemenangan di ajang lokal serta terpilih sebagai pembalap persiapan Pra PON 2028.

Awal Mula Kecintaan pada Balap Motor

Nadya mengenal olahraga otomotif tanpa adanya pengenalan langsung dari orang lain. Ia jatuh cinta pada balap motor setelah menyaksikan video-video pendek tentang balap. “Awalnya saya nonton video balapan, nonton terus akhirnya suka dan mulai coba turun lapangan dan langsung menang,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Perkenalannya dengan dunia balap motor berawal dari event Balap Lanud El Tari Kupang Tahun 2021. Di sana, Nadya dengan keberanian penuh memulai karirnya bersama AKRT team. Ia menjadi satu-satunya peserta perempuan di kelas mini jp waktu itu, dan berhasil memperlihatkan kemampuannya.

Kegigihan dan Kesuksesan Awal

Meski tidak selalu berjalan mulus, Nadya tetap optimis. Beberapa kali, ia gagal meraih kemenangan karena kesalahan teknis pada motornya. Namun, hal ini tidak membuatnya putus asa. Ia terus berlatih dan belajar dari setiap kesalahan.

Nadya sering tampil di kelas rocky bersama pembalap yang lebih tua atau bahkan bersaing dengan pembalap laki-laki seusianya. “Kalau ada event yang saya balap dengan pembalap laki-laki atau ada juga yang balap dengan pembalap wanita kelas rocky,” jelasnya.

Dukungan dari Orang Tua dan Sekolah

Dukungan penuh dari orang tua, sekolah, dan tim menjadi modal utama Nadya untuk berkembang sebagai pembalap profesional. Orang tua Nadya, Dessy M. N. Boboy (45), mengaku yakin pada kemampuan anaknya karena Nadya berhasil membuktikan diri saat pertama kali berlomba di kelas mini jp.

“Setiap lomba, ia tidak main-main. Nadya buktikan kepada kami kalau dia bisa dan akan juara. Dan itu terbukti, waktu pertama kali dia eksekusi kelas mini jp, Nadya sampai overlap pembalap nomor urut tiga, dan dia perempuan satu-satunya waktu itu,” jelas Dessy.

Selain itu, Nadya juga didukung oleh sekolahnya. Meskipun aktif dalam balap motor, ia tetap menjaga prestasi akademiknya. “Yang bagusnya dua-dua beriringan. Prestasi di sekolah bagus, juga di balap baik. Sehingga kami orang tua tidak punya alasan untuk tidak mendukung Nadya,” tambah Dessy.

Persiapan untuk Pra PON 2028

Nadya telah terpilih sebagai pembalap persiapan Pra PON Tahun 2028. Ia berkomitmen untuk berlatih lebih keras, khususnya dalam jalur belokan, karena menurutnya ia masih kurang cepat saat melintasi jalur tersebut.

“Saya berterima kasih kepada tim MJB Suka Ramai Team, pada pelatih Om Gabby Gady di kelas matic dan Om Bolen waktu saya di Mini JP serta semua tim mekanik, Bos RJ,” ungkapnya.

Dessy berharap agar olahraga balap motor lebih diperhatikan oleh pemerintah. “Kedepan semoga pembalap lebih diperhatikan karena rata-rata semua pembalap itu orang tua yang tanggung, mulai motor dan perlengkapan. Hingga kalau ada prestasi luar biasa, baru tim tim besar rekrut,” harapnya.

Harapan dan Cita-Cita Masa Depan

Nadya ingin menjadi pembalap wanita profesional di kemudian hari. Ia yakin dengan dukungan penuh dari orang tua, ia dapat mewujudkan impian tersebut. Ia akan naik kelas rocky pada usia 14 tahun dan berharap dapat menjadi pembalap perempuan pertama dari TTS yang melaju ke event lebih tinggi.




Pos terkait