Pelatih Valencia tewas dalam kecelakaan kapal di Labuan Bajo NTT, ini kesaksian kru

– Pelatih Valencia Woman B, Fernando Martin Carreras, bersama tiga anaknya, meninggal dunia pada sebuah kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat hendak menuju Labuan Bajo pada Jumat (26/12/2025) malam.

Hingga hari ini, Minggu (28/12/2025), jasad keempat korban belum ditemukan.

Bacaan Lainnya

Mengutip Kompas.com, kapal yang mengalami insidem tenggelam itu adalah kapal wisata, dan sedang ditumpangi 11 orang wisatawan.

Kapal dilaporkan mengalami kerusakan mesin sebelum akhirnya terbalik akibat gelombang tinggi sekitar 1,5 meter.

Akibat insiden tersebut, tujuh penumpang berhasil diselamatkan, sementara empat orang dinyatakan meninggal dunia.

Korban meninggal terdiri dari Fernando Martin Carreras yang berusia 44 tahun dan tiga anaknya yang masih di bawah umur. 

Sementara itu, istri Fernando serta seorang anak perempuannya berusia tujuh tahun berhasil selamat dari kecelakaan tersebut.

Kata Mertua 

Enrique Ortuno, ayah mertua Fernando mengungkapkan detik-detik insiden kapal tersebut. Ia mengaku terus berkomunikasi dengan putrinya yang selamat dari kecelakaan kapal wisata itu. 

“Anak perempuan dan cucu perempuan saya terlempar dari perahu karena mereka berada di bagian yang lebih tinggi,” jelas Enrique dikutip dari Mundo Deportivo.

“Mereka jatuh ke laut dan telah diselamatkan, tetapi tiga cucu saya dan menantu laki-laki saya mungkin terjebak di dalam perahu, yang hancur dan tenggelam dengan cepat,” lanjutnya.

Kesaksian Kru Kapal

Mengutip TribunFlores, Seorang kru Kapal Wisata Barakati, mengatakan, kapalnya sedang berada di sekitar lokasi kejadian saat insiden KM Putri Sakinah terjadi.

Haris mengatakan, pada malam kejadian pihaknya sempat melakukan pencarian awal sebelum Tim SAR tiba di lokasi. Namun, keterbatasan jarak pandang, kondisi laut gelap, dan cuaca buruk membuat upaya pencarian tidak membuahkan hasil maksimal.

“Kami sempat mencari, tetapi situasi gelap dan jarak cukup jauh. Kami fokus mencari bangkai kapal,” ujar Haris kepada TribunFlores.Com, Sabtu pagi.

Ia menyebutkan, kru Kapal Barakati juga sempat bertemu dengan seluruh kru KM Putri Sakinah yang telah bertahan menggunakan sekoci milik kapal tersebut. Seluruh kru kapal wisata itu dilaporkan selamat. 

Menurut Haris, dua wisatawan mancanegara yang selamat dievakuasi menggunakan sekoci kapal lain, bukan sekoci Kapal Barakati. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kapal mana yang melakukan evakuasi terhadap kedua wisatawan tersebut.

“Kami tidak tahu sekoci kapal apa yang mengevakuasi tamu,” katanya.

Haris menambahkan, setelah Tim Basarnas tiba di lokasi, kru Kapal Barakati memutuskan kembali ke kapal induk karena keterbatasan bahan bakar sekoci.

Ia menegaskan, saat kejadian terjadi cuaca buruk, gelombang dan arus laut sangat kuat. 

Sementara itu, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian sejak Jumat malam dan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi (27/12/2025). dengan menyisir perairan sekitar Pulau Padar dan lokasi yang diduga menjadi titik korban berada.

Cerita Kru Kapal Neptune Temukan Para Korban

Kru Kapal Neptune, Bas Rein, menuturkan dirinya bersama awak kapal lain melakukan evakuasi terhadap penumpang KM Putri Sakinah setelah menemukan sekoci kapal tersebut di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat malam (26/12/2025).

Dua wisatawan, seorang ibu dan anak, menjadi korban pertama yang dievakuasi karena kondisi keduanya basah kuyup, sebelum tim SAR gabungan tiba di lokasi kejadian.

Bas Rein mengatakan, Kapal Neptune tiba di perairan Pulau Padar dan langsung melakukan pencarian terhadap korban insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah.

Pencarian dilakukan selama sekitar 30 menit hingga akhirnya awak kapal menemukan sekoci KM Putri Sakinah yang membawa sejumlah kru kapal dan dua wisatawan.

“Kami yang evakuasi. Awalnya kami mau mencari mereka karena kapal kami sudah sampai di Padar. Sekitar setengah jam pencarian, kami menemukan speed atau sekoci KM Putri Sakinah. Di situ ada kru kapal dan dua tamu, ibu dan anak,” kata Bas Rein, Sabtu (27/12/2025).

Menurut Bas Rein, kondisi ibu dan anak tersebut basah kuyup sehingga evakuasi diprioritaskan. Keduanya kemudian dibawa ke Kapal Neptune untuk mendapatkan penanganan awal.

“Karena mereka basah, kami evakuasi duluan. Ibu dan anak kami antar ke Kapal Neptune,” ujarnya.

Sementara itu, kru KM Putri Sakinah bersama sejumlah awak kapal lain tetap melanjutkan pencarian terhadap kapal yang dilaporkan tenggelam. Upaya pencarian berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WITA.

Bas Rein menyebutkan, unsur TNI Angkatan Laut lebih dulu tiba di lokasi kejadian, kemudian disusul oleh tim Basarnas. Namun, keterbatasan baterai telepon seluler membuat awak Kapal Neptune akhirnya kembali ke kapal.

“Sekitar setengah jam setelah kami kembali ke kapal, Basarnas datang untuk menjemput para tamu,” kata Bas Rein.

 

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Pos terkait