Pdt Adolf Wenas Gantikan Hein Arina sebagai Ketua Sinode GMIM

Profil Pdt Adolf Wenas, Ketua Sinode GMIM yang Baru

Pdt Adolf Wenas adalah sosok yang kini menjadi Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) setelah sebelumnya menjabat sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM. Ia terpilih melalui Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) ke-38 di Bukit Inspirasi, Tomohon, pada Rabu 17 Desember 2025. Proses pemilihan ini berlangsung dengan dinamika yang cukup menarik, karena Pdt Adolf Wenas meraih suara terbanyak dengan total 143 suara, mengalahkan calon lainnya seperti Pdt Djefry Saisab yang mendapat 129 suara.

Pemilihan tersebut merupakan momen penting dalam sejarah GMIM. Dalam proses perhitungan suara, persaingan antara Pdt Adolf dan Pdt Djefry sangat ketat. Jika saja jumlah suara Pdt Adolf hanya mencapai 142, maka pemilihan akan berlangsung dalam dua putaran. Namun, akhirnya Pdt Adolf berhasil memenuhi syarat mayoritas suara setengah tambah satu peserta sidang.

Bacaan Lainnya

Sebelum dipilih sebagai Ketua BPMS GMIM 2022–2027, Pdt Adolf Wenas telah menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Misi dan Hubungan Kerja Sama di struktur BPMS GMIM. Selain itu, ia juga pernah ditunjuk sebagai Pjs Ketua BPMS melalui rapat BPMS pada Senin 27 Oktober 2025. Tugasnya sebagai Pjs termasuk mempersiapkan pelaksanaan SMST dan melaksanakan pelayanan di Sinode.

Profil Singkat Pdt Adolf Wenas

Biodata:
– Nama: Adolf Katuuk Wenas

– Tanggal Lahir: 19 November 1971

– Nama Istri: Meiny Nelwan

– Nama Anak:

– Willy Wenas

– Wulan Wenas

Pendidikan:
– SMA: SMA Negeri 1 Bitung

– Universitas: UKIT Tomohon (Magister dan Doktor Teologi)

Selain itu, Pdt Adolf Wenas juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota jemaat dan pelayan khusus GMIM atas polemik kepemimpinan BPMS yang terjadi. Ia menyatakan bahwa situasi tersebut tidak patut terjadi di gereja kita, dan mengharapkan agar jemaat tetap menjaga iman serta konsistensi dalam pelayanan.

Peran Gereja dalam Masyarakat

Gereja Masehi Injeli di Minahasa (GMIM) memiliki visi untuk menjadi berkat bagi orang banyak di mana pun dan kapan pun. Dalam Tata Gereja 2021, GMIM merumuskan panggilannya dalam tiga bentuk: terpanggil untuk bersekutu, bersaksi, dan melayani; terpanggil untuk melengkapi anggota-anggotanya; serta terpanggil untuk mengelola anugerah dan karunia Tuhan Allah dalam segala bentuk.

Panggilan ini didasarkan pada pola pelayanan dan pemerintahan Kristus, yang penyelenggaraannya berada di aras Jemaat, Wilayah, dan Sinode, baik di tanah Minahasa maupun di luar tanah Minahasa.

Kehadiran Gubernur Sulawesi Utara

Dalam acara SMST ke-38, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) hadir dan memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi terhadap peran gereja di tengah masyarakat, serta menekankan bahwa GMIM harus terus hadir sebagai garam dan terang bagi kehidupan masyarakat Sulawesi Utara. YSK juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan gereja dalam membangun daerah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Calon-Calon yang Dipilih

Dalam pemilihan Ketua BPMS GMIM, terdapat beberapa nama yang diusulkan, yaitu:
– Pdt Dr Evert AA Tangel MPdK

– Pdt Joice CW Sondakh MTh

– Pdt Janny Ch Rende MTh

– Pdt Adolf K Wenas MTh

– Pdt Christian Luwuk MTh

– Pdt Richard JH Mengko MTeol

– Pdt Djefry E Saisab STh

Namun, tiga dari mereka menyatakan diri tidak bersedia dipilih, sehingga hanya empat calon yang dipertimbangkan. Akhirnya, Pdt Adolf Wenas terpilih sebagai Ketua BPMS GMIM 2022–2027.

Harapan untuk Masa Depan

Pemilihan ini menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan jemaat terhadap BPMS. Dengan kepemimpinan Pdt Adolf Wenas, GMIM diharapkan dapat terus memperkuat iman, membangun karakter, serta memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan di bumi Nyiur Melambai.

Pos terkait