Pasar Induk Kramat Jati Terbakar, PD Pasar Jaya Pastikan Asuransi Pedagang Terlindungi

– Kondisi pagi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, yang biasanya penuh dengan aktivitas pedagang dan pengunjung tiba-tiba berubah pada Senin (15/12). Hal ini terjadi karena kebakaran yang menimpa Buah C2 dan mulai menyebar.

Kepala Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid menyampaikan, kejadian dimulai dari munculnya percikan api di lapak Cikurai yang bergerak dalam perdagangan klontong bahan baku plastik. Melihat tanda-tanda adanya api, petugas keamanan Pasar Induk langsung bertindak cepat dengan mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api portable (APAR) dan peralatan yang tersedia.

Bacaan Lainnya

“Namun, upaya ini gagal menghentikan api berkembang seiring berjalannya waktu. Api semakin membesar dan menyebar ke wilayah sekitarnya,” ujar Abdul Wahid (15/12).

 

Melihat situasi yang memburuk, pihak keamanan kemudian menghubungi Petugas Damkar Detasemen Kramat Jati. Sekitar pukul 07.40 WIB, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dan segera melakukan operasi pemadaman. Proses pemadaman berlangsung selama sekitar satu jam lebih lama, dan pada pukul 08.50 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, pihak keamanan langsung menghubungi Petugas Damkar Detasemen Kramat Jati. Sekitar pukul 07.40 WIB, tim pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian dan segera melaksanakan tugas pemadaman. Operasi pemadaman berlangsung hampir satu jam lebih lama, dan pada pukul 08.50 WIB, api akhirnya dapat diredupkan secara total. Dengan situasi yang memburuk, pihak keamanan kemudian menghubungi Petugas Damkar Detasemen Kramat Jati. Pada sekitar pukul 07.40 WIB, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung memulai operasi pemadaman. Proses pemadaman berlangsung selama sekitar satu jam lebih lama, sehingga pada pukul 08.50 WIB, api akhirnya bisa dipadamkan sepenuhnya.

“Sebanyak 20 unit Alat Pemadam Kebakaran (DPK) dikerahkan dalam upaya memadamkan api,” katanya.

Setelah itu, tim pemadam kebakaran melanjutkan proses pendinginan guna menghindari terjadinya kebakaran kembali. Sumber api diduga berasal dari korsleting listrik atau hubungan arus pendek. Berdasarkan data sementara, tidak ada korban jiwa maupun luka akibat peristiwa ini.

“Kerugian materi yang terjadi cukup besar, sekitar 350 lapak buah di Loss Buah C2 mengalami kebakaran,” ujarnya.

Pengusaha Mengalami Kerugian Jutaan Rupiah

Hamdi, salah satu korban yang mengelola kios buah, hanya mampu berdiri terpaku. Ia menangisi sisa kios yang telah habis terbakar. Barang dagangan buah pepaya yang menjadi sumber penghidupan sehari-hari hangus tanpa tersisa.

Saat api mulai menyebar, Hamdi segera menjauh dari sumber api untuk melindungi dirinya. Ia tidak lupa memberi tahu atasanannya, Taufik, pemilik kios, mengenai kejadian tak terduga tersebut. “Karena angin kencang, api langsung merambat,” kata Hamdi kepada para jurnalis.

Angin kencang memang menjadi penyebab yang mempercepat penyebaran api, sehingga membuat upaya pemadaman awal semakin sulit dilakukan. Taufik, yang mendengar informasi dari bawahannya, menyampaikan bahwa kebakaran hari ini menjadi bahan evaluasi bagi dirinya. Meskipun mengalami kerugian besar, dia tetap bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Semoga menjadi refleksi diri agar ke depan tidak terjadi kebakaran lagi,” harapnya.

Taufik yang memiliki 10 gerai di pasar, lima di antaranya menjual buah dan lima lainnya untuk kebutuhan sehari-hari, memperkirakan kerugian materinya mencapai Rp 75 juta. “Semua hilang, mungkin sekitar Rp 75 juta, tapi ini adalah ujian dalam hidup,” tegasnya.

 

Proses pemadam kebakaran akhirnya selesai pada pukul 11.30 WIB. Meskipun petugas keamanan telah berada di lokasi dan memasang garis polisi untuk menjaga ketertiban, beberapa pedagang tetap mencoba masuk ke area yang terbakar. Mereka ingin menyelamatkan barang dagangan yang mungkin masih bisa diselamatkan, menunjukkan betapa besar harapan mereka yang bergantung pada kios dan usaha tersebut.

 

Kepala Perusahaan Pasar Jaya Agus Himawan yang tiba di lokasi mengatakan, penutupan kerusakan akibat kebakaran yang terjadi di Pasar Kramat Jati telah dipersiapkan melalui asuransi. “Kami mohon kesabaran, karena ini di-cover oleh asuransi juga,” ujarnya.

Namun, mengenai besarnya asuransi yang akan diterima oleh masing-masing pedagang, hal ini perlu dihitung terlebih dahulu setelah aparat selesai melakukan penyelidikan dan menyelesaikan penelitian mengenai penyebab kebakaran serta melakukan inventarisasi kerusakan. “Bangunan di-coverasuransi. Kita lakukan inventarisasi terlebih dahulu, jadi tergantung pada besarnya kerugian juga belum tahu kan penyebab kebakaran harus kita ketahui terlebih dahulu. (Namun) asuransi pasti,” katanya.

Selama seluruh tahap pemadaman dan pendinginan, kondisi di lokasi tetap terkendali serta kondusif. Tidak ada kejadian signifikan yang mengganggu operasional atau menimbulkan risiko tambahan. Kejadian kebakaran ini selanjutnya akan ditangani oleh Polsek Kramat Jati dan Polres Metro Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.(ygi) 

Pos terkait