Isi Artikel
– Seorang polisi Indonesia yang bergabung sebagai tentara bayaran Rusia viral di media sosial, ini profilnya.
Seorang anggota Polisi Negara Republik Indonesia dari wilayah hukum Polda Aceh mendapat perhatian masyarakat.
Bripda Muhammad Rio diketahui berani bergabung dengan pasukan bayaran Rusia dalam konflik antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung sejak 24 Februari 2022 hingga saat ini.
Peran aparat Indonesia yang terlibat dengan militer asing bukanlah hal yang baru.
Sebelumnya telah ada Satria Kumbara, mantan anggota marinir TNI AL yang menjadi pelindung Presiden Rusia Vladimir Putin.
Satria Kumbara kini telah hilang dari perhatian setelah dilaporkan mengalami luka dalam pertempuran.
Maka siapakah sosok Muhammad Rio?
Muhammad Rio sehari-hari bekerja sebagai anggota Korps Brigade Mobile Polda Aceh.
Brimob adalah satuan operasional khusus kepolisian yang berperan dalam mengatasi ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat yang bersifat intensif.
Muhammad Rio pada akhirnya memiliki pangkat terakhir sebagai Brigadir Polisi Dua atau disebut Bripda, yaitu pangkat paling bawah di kalangan Bintara dalam Polri.
Sedangkan lambang pangkatnya berupa tanda 1 batang panah perak di bahunya.
Rekam Jejak
Sebelum menjadi tentara Rusia, Muhammad Rio memiliki catatan sebagai seorang polisi yang bermasalah.
Ia pernah mendapatkan sanksi demosi, pengurangan jabatan selama 2 tahun.
Muhammad Rio pernah menjabat di Yanma Brimob Polda Aceh.
Kepala Divisi Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto mengungkapkan, pihak terkait ketika itu tertangkap selingkuh.
Sangat memprihatinkan lagi ia menikahi perempuan itu.
Bripda Muhammad Rio pernah menghadapi masalah karena melanggar kode etik profesi Polri dengan melakukan hubungan terlarang hingga menikah secara siri.
“Perkara tersebut telah mendapat keputusan melalui Sidang KKEP pada 14 Mei 2025 dengan Nomor: PUT KKEP/12/V/2025/KKEPP,” ujar Joko, dilaporkan oleh Serambinews.com, Minggu (18/1/2026).
Pelanggaran lain yang dilakukan Bripda Muhammad Rio adalah tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta meninggalkan tugas tanpa izin.
Kronologi Terbongkarnya Pendaftaran ke Angkatan Bersenjata Rusia Kronologi Penemuan Keterlibatan dalam Angkatan Bersenjata Rusia Kronologi Pengungkapan Keanggotaan di Tentara Rusia Kronologi Terbukanya Keterlibatan dalam Militer Rusia Kronologi Penemuan Partisipasi di Angkatan Bersenjata Rusia
Semua dimulai ketika Bripda Muhammad Rio tidak hadir di kantor sejak Senin, 8 Desember 2025.
Tidak lama kemudian, ia mengirimkan foto dan video saat berpakaian seragam militer Rusia kepada anggota Provos Sat Brimob Polda Aceh, Kasi Yanma, serta PS Kasubbagrenmin.
Ada pesan yang menyebutkan besaran gaji yang diterimanya sebagai tentara bayaran.
Anggota Provos telah berupaya menemukan keberadaan Bripda Muhammad Rio di rumah orang tua dan kediamannya sendiri.
Namun, pihak terkait tidak diketahui lokasinya.
Akhirnya dikeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan Nomor: DPO/01/I/HUK.12.10/2026 tanggal 7 Januari 2026.
Pemanggilan telah dilakukan tetapi tidak mendapatkan respons.
Akhirnya, Polda Aceh mengadakan sidang Komisi Kode Etik Profesi (Polri) pada hari Jumat, 9 Januari 2026.
Hasilnya, Bripda Muhammad Rio dipecat dari keanggotaan Polri.
Diduga motif ekonomi
Di sisi lain, Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mengungkapkan, Bripda Muhammad Rio telah meninggalkan Indonesia sejak 19 Desember 2025.
Ia awalnya pergi ke Tiongkok kemudian melanjutkan ke wilayah Rusia.
Kepala Biro Kepolisian Marzuki mengakui belum mengetahui secara pasti alasan Bripda Muhammad Rio bergabung dengan militer Rusia.
Namun, dugaannya berdasarkan alasan ekonomi.
“Jika motif saya belum bisa dipahami, belum menemukan orangnya. Jika kita mendengar cerita-cerita, mungkin itu (karena tertarik pada penghasilan yang lebih besar),” katanya, dilaporkan oleh Serambinews.com.
Kapolda Pol Marzuki menganggap Bripda Muhammad Rio telah melanggar sumpah kesetiaannya kepada Negeri.
Di sisi lain, ia mengakui terdapat kemungkinan adanya anggota polisi yang tidak baik meskipun sudah ada pengawasan.
Sementara kita sudah memiliki ajaran menjaga kerahasiaan negara, menjaga Negara Republik Indonesia.
“Ya, jika memang ada 1.000 orang yang diawasi, terkadang juga ada satu yang tidak sempurna,” tegasnya.
Sejarah Bripda Rio Bergabung dengan Tentara Rusia
Sersan Muhammad Rio dari Brimob Polda Aceh memutuskan untuk bergabung dengan Angkatan Bersenjata Rusia.
Bripda Rio kini diketahui berada di wilayah Donbass, daerah yang terkenal sebagai salah satu titik sengketa antara Rusia dan Ukraina.
Berikut rangkaian kejadian Bripda Rio bergabung dengan tentara Rusia:
- 14 Mei 2025 menerima hukuman mutasi dan penurunan jabatan selama dua tahun karena melanggar kode etik profesi Polri, yaitu perselingkuhan hingga menikah secara siri.
- Mulai tanggal 8 Desember 2025, Bripda Rio tidak hadir di kantor dalam menjalankan tugas tanpa memberikan penjelasan yang jelas.
- 24 Desember 2025, Polda Aceh mengirimkan surat pemanggilan kepada Bripda Rio, namun ia tidak hadir. Polda Aceh kemudian melakukan pencarian ke rumah Bripda Rio, tetapi yang bersangkutan tidak ditemukan.
- 2 Februari 2026, Polda Aceh kembali mengirimkan surat pemanggilan kedua kepada Bripda Rio.
-
7 Januari 2026, Bripda Rio mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada anggota Provos Sat Brimob Polda Aceh, Kasi Yanma, serta PS Kasubbagrenmin.
Selanjutnya, isinya berupa informasi yang dilengkapi foto dan video yang menunjukkan bahwa Bripda Rio telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia.
Dalam informasi tersebut, Bripda Rio melampirkan foto proses pendaftaran hingga besaran gaji yang diterima dalam mata uang rubel yang diubah ke rupiah.
- 9 Januari 2026, dalam sidang Komisi Kode Etik Polri, Bripda Rio menerima hukuman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).
- Hasil pencarian Polda Aceh menyebutkan bahwa Bripda meninggal di tanah air pada 18 Desember 2025 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Pudong, Shanghai (PVG). Pada 19 Desember 2025, Bripda Rio melanjutkan perjalanan penerbangannya dari Shanghai menuju Bandara Internasional Haikou Meilan.
Beberapa artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Polda Aceh belum mengetahui motif Bripda Muhammad Rio menjadi tentara bayaran Rusia
(Tribunnews.com/Endra)(SerambiNews.com/Rianza Alfandi)
