Naik 46 Persen, Harga Cabai Wonosobo Picu Kenaikan Komoditas Lainnya

WONOSOBO, https://mediahariini.com— Mendekati perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, harga cabai di pasar tradisional Kabupaten Wonosobo mengalami kenaikan yang cukup besar hingga 46 persen.

Peningkatan harga ini juga diikuti oleh beberapa komoditas lainnya.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Wonosobo, Joko Widodo, menyampaikan bahwa dalam menghadapi kenaikan harga yang terus berlangsung, Pemkab Wonosobo melakukan Pengawasan dan Penilaian (Monev) terhadap ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) serta penyaluran energi (BBM/elpiji). Tindakan ini dilakukan guna mencegah kemungkinan kenaikan harga yang lebih besar pada akhir tahun.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari perintah pemerintah pusat. Tugas pemerintah daerah ialah memastikan inflasi tetap terkendali, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru. Pemantauan ini penting agar kita mendapatkan data yang akurat mengenai harga dan persediaan pangan, sehingga masyarakat dapat berbelanja dengan aman tanpa khawatir adanya kenaikan harga yang tidak wajar,” katanya dalam keterangan resmi pada Jumat (12/12/2025).

Berdasarkan pendapat Joko, terdapat tiga tujuan utama dalam Monev Nataru, yakni mengumpulkan data nyata mengenai stok dan perkembangan harga 11 komoditas strategis, memastikan kelancaran pasokan serta sistem distribusi BBM dan elpiji, serta mengidentifikasi kemungkinan penimbunan, kenaikan harga yang tidak wajar, dan hambatan dalam distribusi.

Pengawasan dilakukan oleh dua tim yang melakukan peninjauan di Pasar Induk Wonosobo, Pasar Garung, PT Aji Gamita Selokromo (SPBE), PT Era Gas Sentosa Selomerto (SPBE), SPBU Gontor, serta SPBU UD Metro Group Krasak.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil pengawasan hari ini, pasokan kebutuhan pokok dalam kondisi aman dan harga tetap berada pada tingkat wajar. Kami menghimbau para pedagang agar tidak melakukan penyimpanan berlebihan atau menaikkan harga secara tidak wajar. Pemerintah akan terus memastikan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan lancar dan nyaman,” tegasnya.

Pengawasan di Pasar Induk Wonosobo dan Pasar Garung menunjukkan bahwa sebagian besar harga kebutuhan pokok tetap stabil, sementara persediaan bahan pokok dipastikan cukup hingga setelah perayaan Nataru.

Namun, beberapa komoditas mengalami kenaikan karena cuaca hujan, penurunan pasokan, harga yang tinggi di kalangan petani, serta meningkatnya permintaan dari masyarakat.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain: cabai rawit merah mengalami kenaikan terbesar sebesar 46 persen menjadi Rp 83.750 per kilogram, wortel naik 25 persen, daging ayam ras meningkat 12 persen, telur ayam ras naik 4 persen, minyak goreng curah naik sedikit 1 persen menjadi Rp 18.500 per kilogram, minyakita naik 3 persen menjadi Rp 18.000 per liter, beras premium naik 3 persen, dan beras SPHP meningkat 4 persen.

“Sementara komoditas seperti gula pasir, terigu premium, beras medium, dan minyak goreng kemasan premium tetap stabil tanpa adanya perubahan harga,” lanjutnya.

Di bidang energi, pasokan bahan bakar minyak di SPBU Ngasinan dan SPBU UD Metro Group terlihat stabil, dengan Pertalite, Pertamax, serta Solar tersedia dalam jumlah yang cukup tanpa menghadapi antrean yang panjang.

Harga bahan bakar minyak sesuai dengan aturan pemerintah.

Pengadaan elpiji di SPBE PT Aji Gamita dan PT Era Gas Sentosa berlangsung lancar, dengan persediaan tabung elpiji 3 kg serta non-subsidi terjamin keamanannya.

Namun demikian, beberapa pengelola SPBU mengingatkan agar persediaan solar subsidi tetap diawasi karena peningkatan permintaan yang terjadi menjelang Nataru.

Di sisi lain, para pedagang pasar mengeluhkan berkurangnya pasokan cabai serta meningkatnya permintaan, yang menyebabkan harga komoditas tersebut melonjak.

Selain itu, pasokan kacang tanah dari beberapa pemasok dilaporkan terbatas.

“Dengan situasi ini, masyarakat diharapkan tetap cerdas dalam berbelanja dan menghindari tindakan pembelian berlebihan, sementara pemerintah menjamin pengawasan akan terus dilakukan hingga pergantian tahun,” tutup Joko.

Pos terkait