, KUDUS – Gerobak jualan nasi goreng milik Mudloha yang sehari-hari digunakan berjualan di Jalan Sunan Kudus sudah tidak lagi layak.
Gerobak yang sudah menemaninya sejak 2012 itu kini kondisinya sudah cukup aus.
Belum sampai Mudloha mengganti gerobaknya, kini dia telah mendapatkan gerobak baru bantuan dari Badan Pengelola Keuangan haji (BPKH).
Tentu dengan adanya gerobak baru tersebut, Mudloha merasa senang. Semangat untuk berjualan kian tumbuh akan hadirnya gerobak baru.
“Gerobak ini sangat membantu PKL (pedagang kaki lima), gerobak yang sebenarnya mulai minta diganti, kini bisa menikmati gerobak yang baru,” kata Mudloha yang juga sebagai Ketua Paguyuban PKL Kudus seusai menerima gerobak baru di Pendopo Kudus, Selasa (6/1/2026).
Dalam penyerahan bantuan dari BPKH kali ini terdapat 50 gerobak dan 50 tenda PKL.
Masing-masing PKL yang telah mendapatkan gerobak, tidak lagi mendapatkan tenda. Untuk gerobak, ukuran panjangnya sekitar 1,8 meter terbuat dari pelat logam. Sedangkan untuk tenda PKL yaitu berukuran 2×2 meter.
“Semoga ini menambah manfaat dan semangat teman-teman untuk berjualan,” kata Mudloha.
Gerobak maupun tenda tersebut secara simbolis diserahkan langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakilnya Bellinda Putri Sabrina Birton.
Bantuan gerobak dan tenda dari BPKH tersebut disalurkan berkat kerja sama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Solopeduli dalam Program Kemaslahatan 2025.
“Kegiatan tersebut menjadi wujud dukungan nyata terhadap penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pedagang kaki lima di Kabupaten Kudus,” kata Sam’ani.
Penyerahan bantuan gerobak dan tenda tersebut bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-13 Paguyuban PKL Kabupaten Kudus.
Dalam hal ini, Sam’ani mengapresiasi Komisi VII DPR RI, BPKH, dan LAZ Solopeduli sebagai mitra strategis dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut Sam’ani mengatakan, PKL di Kabupaten Kudus terus tumbuh dan berperan penting dalam menopang perekonomian daerah sekaligus mengurangi pengangguran.
Untuk itu pihaknya memberikan ruang seluas-luasnya kepada para PKL termasuk dalam perizinan.
“Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik, disertai komitmen menjaga ketertiban dan kebersihan agar PKL mampu naik kelas,” kata Sam’ani.
Sementara itu CEO LAZ Solopeduli Sidik Anshori mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Kemaslahatan 2025 yang dikelola BPKH melalui kemitraan dengan Solopeduli. Sidik menyatakan telah bermitra dengan BPKH untuk menyalurkan program-program kemaslahatan yang tepat sasaran.
“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan omzet usaha. Terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kudus, semoga ke depan semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” kata dia.
Kemudian Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Abdul Wachid mengatakan, program kemaslahatan bersifat berkelanjutan dan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penerima manfaat.
Pihaknya sebagai mitra strategis BPKH kembali mengusulkan dalam program serupa agar tahun 2026 ini kembali memberikan bantuan sebanyak 200 gerobak untuk PKL di Kabupaten Kudus.
“Program ini diharapkan mampu mengangkat perekonomian masyarakat. Kami terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus, termasuk melalui program lain seperti PIP (Program Indonesia Pintar) dan rumah layak huni,” ujar Abdul Wachid.
Pada kesempatan yang sama Kepala Divisi Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Kemaslahatan di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Dyah Rahayu mengatakan, bahwa program kemaslahatan tidak menggunakan dana setoran haji jemaah.
Melainkan menggunakan nilai manfaat dari dana abadi umat.
“Pokok dananya tetap terjaga, sedangkan nilai manfaatnya digunakan untuk mendukung program sosial, pendidikan, dan dakwah.
Jadi, anggapan bahwa program ini menggunakan dana haji tidak benar,” kata Dyah.
