Motif Pembunuhan Sadis di Muara Banta Kandangan HSS Terungkap,Emosi Korban Tak Bantu Bakar Ikan

Ringkasan Berita:

  • Korban Izai dan pelaku Amat datangi dua rekan mereka, Pansah dan Zaini yang sedang mabuk miras di Terminal Kota Kandangan, Jumat (26/12/2025) dini hari
  • Keempatnya lalu ke rumah kontrakan Zaini di Desa Muara Banta Kecamatan Kandangan Kota, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)
  • Di sana, korban dan pelaku serta Pansah sempat mengisap lem Fox di ruang tamu.
  • Saat pelaku Amat keluar mau bantu Zaini bakar ikan, korban ucapkan dia tahu beres saja. Amat tersinggung lalu ambil pisau dan tusuk korban

, KANDANGAN – Pembunuhan sadis terjadi di Desa Muara Banta Kecamatan Kandangan Kota, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Bacaan Lainnya

Kejadian pada Jumat subuh 26 Desember 2025 sekitar pukul 04.00 Wita itu melibatkan pelaku Muhammad Zailani alias Amat (25) warga Desa Ulin, Kecamatan Simpur dan korban Zaynaidi alias Izai (50) warga Muara Banta.

Kapolres HSS, AKBP Muhammad Yakin Rusdi, melalui Kasi Humas AKP Purwadi menuturkan, pelaku menikam pisau tiga kali ke bagian dada, perut dan tangan kiri korban.

“Begitu mendapatkan informasi, personel kami datangi lokasi dan menemukan korban 

tergeletak di tanah. Kaus merah yang dipakai korban penuh noda darah di bagian dada,” beber AKP Purwadi, Minggu (28/12/2025).

Hanya hitungan jam kasus ini langsung terungkap. “Pelaku menyerahkan diri ke Polres HSS pada pagi harinya,” ujar Purwadi.

Persoalan Bakar Ikan

Saat diperiksa, Amat mengaku tersinggung dan emosi, karena korban tidak ikut membantu pada saat kegiatan bakar-bakar ikan.

Ada pun pisau yang dia gunakan habisi nyawa Izai , dibuang Amat ke sungai di Desa Simpur untuk menghilangkan barang bukti.

Kronologi kejadian yang didapat polisi, bermula pada sekitar 00.30 Wita.

Saksi Pansah dan Zaini mengonsumsi minuman beralkohol di Terminal Kota Kandangan. 

Tidak lama datang korban Izai bersama pelaku Amat lalu ikut minum miras.

Setelah itu korban Izai mengajak bakar-bakar ikan di rumah kontrakan saksi Zaini.

Saat saksi Zaini bersihkan ikan di luar rumah, Pansah, korban dan pelaku bersama-sama mengisap lem Fox di ruang tamu.

Saat pelaku keluar dari rumah, korban mengucapkan kalimat, “Aku tahu makan aja lah.” 

Mendengar perkataan tersebut, pelaku kembali ke dalam rumah dan duduk di sofa di antara keduanya, 

Tiba-tiba pelaku berdiri mengambil pisau dari atas lemari ruang tamu.

Dia kemudian mendekati korban lalu tusukkan pisau beberapa kali.

Saat itu, korban Izai sempat mengucapkan kata “maaf-maaf” lalu berlari keluar rumah.

Saksi Pansah bergegas keluar dan pulang, sedangkan pelaku tetap berada di depan rumah. 

Kejadian itu dilaporkan pihak keluarga korban ke Polres HSS.

Anggota Polsek Kandangan Kota, Bripda M Afif Maulana menerima laporan adanya perkelahian di Muara Banta.

Saat itu dia piket di Pos Pelayanan (Posyan) Islamic Center dan menghubungi Satreskrim untuk bersama-sama menuju TKP.

“Setibanya di TKP situasi sepi. Petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan noda darah di badan jalan,” cerita AKP Purwadi.

Penyisiran lanjutan, imbuhnya, polisi mendapati jenazah korban mengenakan kaus warna merah dengan noda darah pada bagian dada.

Purwadi membeberkan, menurut keterangan dokter RSUD Hasan Basry Kandangan, korban mengalami beberapa luka.

Luka pada bagian perut atas sebelah kanan kedalaman sekitar 3,5 cm, luka dada sebelah kanan kedalaman sekitar 2,5 cm, serta tangan sebelah kedalaman sekitar 1 cm.

(/adiyat ikhsan)

Pos terkait