Miliki riwayat tak patuh tugas, diduga jadi alasan anggota Polres Malteng dianiaya atasan

Ringkasan Berita:

  • Viral di media sosial dugaan kekerasan terhadap salah seorang Anggota Polres Maluku Tengah oleh atasannya.
  • ‎Anggota Polres Maluku Tengah diketahui bernama Mario Nanlohy itu diklaim memiliki riwayat tak patuh penuhi tugas di Satuan Samapta Polres Maluku Tengah. 
  • ‎Hal itulah yang menjadi alasan ia diberi disiplin oleh atasannya.
  • ‎Demikian disampaikan Kasat Samapta Polres Maluku Tengah, AKP Rido Masihin kepada , Minggu (28/12/2025).

Laporan Jurnalis , Silmi Sirati Suailo

Bacaan Lainnya

‎MALTENG, Viral di media sosial dugaan kekerasan terhadap salah seorang Anggota Polres Maluku Tengah oleh atasannya.

‎Anggota Polres Maluku Tengah diketahui bernama Mario Nanlohy itu diklaim memiliki riwayat tak patuh penuhi tugas di Satuan Samapta Polres Maluku Tengah. 

‎Hal itulah yang menjadi alasan ia diberi disiplin oleh atasannya.

‎Demikian disampaikan Kasat Samapta Polres Maluku Tengah, AKP Rido Masihin kepada , Minggu (28/12/2025).

‎”Terkait dengan permasalahan awal yang diangkat itukan terkait dengan keterlambatan 3 menit yang beredar di medsos itu begitu. Padahal yang bersangkutan ini sudah seringkali melakukan pelanggaran dalam arti apel terlambat, terus konsumsi miras. ‎Sebagai oknum polisi tentunya tahu bahwa miras dilarang,” ujar Kasat Samapta AKP Rido Masihin.

‎AKP Rido Masihin menerangkan runtutan kronologis sebelum puncak permasalahan, dimana kejadian bermula sejak 24 Desember 2025 malam.

‎Ia menyampaikan pesan di grup agar personil yang beragama Nasrani diizinkan kembali ke keluarga untuk merayakan Natal.

‎”Lalu pada tanggal 26 Desember 2025 pagi tetap kembali untuk melakukan absen seperti biasa. Tujuan beta dalam mengambil keputusan supaya dong (mereka) bisa dengan keluarga (di momen Natal). Tapi di Tanggal 26 Desember pagi, yang  bersangkutan dan beberapa orang seng (tidak) ada lalu beta suruh senior untuk cek,” jelas AKP Rido.

‎Berlanjut di tanggal 26 Desember siang, dilaksanakan apel pengecekan ulang karena ada kunjungan tim Mabes Polri. Kasat Samapta meminta pengecekan (ulang) lantaran saat itu dalam keadaan siaga.

‎”Jangan sampai seng (tidak) ada karena katong (kita) dalam keadaan siaga, jangan sampai ditegur. Karena kalau sampai ditegur beta sebagai Kasat ditegur juga. Setalah dicek pada apel jam 4 sore yang bersangkutan juga tidak ada.  Di sore itu ada sekitar 3 orang anggota yang tidak ada, setelah dicek lagi masih sama tidak ada, dihubungi tidak bisa,” lanjutnya.

‎Sayangnya total tiga anggota termasuk Mario Nanlohy tak ada pada saat digelar apel pukul 16.00 WIT, dan pukul 21.00 WIT.

‎”Malam jam 9 apel di tanggal yang sama bertujuan untuk tetap menjaga kondisi agar tetap kondusif, mengingat pasti banyak yang mengonsumsi miras. Di jam yang sama total tiga anggota tidak ada. Tiga orang itu kemudian beta suruh cek jangan sampai bablas, setalah dicek ternyata dia (Mario Nanlohy) salah satunya,” imbuh Kasat.

‎Kata AKP Rido Masihin, usai apel malam, tiba tiba yang bersangkutan (Mario Nanlohy) datang dengan dua orang.  AKP Rido mengaku, pengambil apel ialah seorang senior di satuan mereka.

‎”Si senior kemudian mohon petunjuk di beta, beta sampaikan agar beri pembinaan agar kedepan jangan lagi karena (Mario Nanlohy) sudah  senior. Tapi selama proses nasehat berlangsung yang bersangkutan tidak mengindahkan, dia tetap bersikap acuh tak acuh dan fokusnya ke hp. Posisinya beta baru dari rumah ke kantor dan melihat kejadian itu beta kemudian duduk di depan kantor sambil mengamati,” ulasnya.

‎AKP Rido Masihin menyampaikan, Mario Nanlohy terlihat acuh tak acuh, si penasehat kemudian menegur Mario dan memberi pendisiplinan dengan menyuruh mereka melakukan push up 20 kali. Teman (Mario) sudah mulai mengambil posisi push up sedangkan yang bersangkutan (Mario) enggan melaksanakan.

‎Melihat itu, AKP Rido Masihin menyeletuk bahwa perintah dari senior sama halnya perintah langsung darinya, jika tak dipatuhi, berarti tak patuh perintah Kasat. 

‎”Lalu dia (Mario Nanlohy) melirik ke beta, kemudian dia mulai melakukan push up, di tengah aktivitas yang dong (mereka) dua lakukan, herman (salah satu senior) menghentikan aktivitas push up yang dong (mereka) dua lakukan agar mulai kembali dari awal dan menghitung secara bersamaan,” jelasnya.

‎Tapi, Mario Nanlohy sudah jengkel duluan, situasi kian memanas, Kasat Samapta sempat melontarkan kalimat tegas ke Nanlohy.

‎”Kemudian beta nyeletuk ke dia se seng tarima ka, kalau se seng tarima berarti se tantang beta. Pas dia nganga (melihat) beta dengan sinis, beta lalu tandang dia deng kaki kiri, tapi dia blok lalu dia melakukan posisi ancang-ancang mau baku pukul,” urainya.

‎Dari motif itulah Mario Nanlohy dipukul satu satu kali oleh AKP Rido Masihin. 

‎”Abis pukul langsung beta bilang kalau seng tarima deng beta punya tindakan, se ke Propos langsung lapor beta,” tegas AKP Rido menceritakan kejadian pemukulan kala itu.

‎AKP Rido Masihin bilang, yang bersangkutan memang membangkang bahkan sebelum bergabung ke Satuan Samapta, (Mario Nanlohy) sudah terkenal dengan (kebiasaan) suka membangkang.

‎”Bidang awal  bersangkutan di polsek telutih, tapi memang masalahnya disana juga dikarenakan miras makanya dipindahkan ke Samapta untuk melakukan pembinaan,” tukas AKP Rido.

‎Walau begitu, Kasat Samapta menegaskan, pada prinsipnya yang ia lakukan semata untuk pembinaan anggota-anggotanya.

‎Ia juga membenarkan bahwa kejadian tersebut telah diambil alih oleh Propam.

‎”Sementara dari Propam yang sudah ambil alih masalah ini,” pungkasnya. (*)

Pos terkait