Menhub Dudy tutup posko Nataru 2025/2026, penumpang angkutan umum naik 12,48 persen

Ringkasan Berita:

  • Menhub Dudy resmi menutup Posko Angkutan Nataru 2025/2026, menyatakan penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru berjalan lancar, terkendali, dan aman.
  • Jumlah penumpang angkutan umum meningkat 12,48 persen menjadi 21,46 juta penumpang, dengan kenaikan signifikan pada angkutan laut (43,42 persen) dan penyeberangan (35,05 persen).
  • Data Nataru dijadikan dasar antisipasi Angkutan Lebaran 2026, termasuk kesiapan sarana prasarana, manajemen operasional, keselamatan, dan pemanfaatan sistem digital.

 

Bacaan Lainnya

– Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, secara resmi menutup Posko Pusat Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Menhub Dudy menyampaikan, penyelenggaraan Angkutan Nataru 2025/2026 secara umum berjalan baik, lancar, dan terkendali.

“Berdasarkan pemantauan posko sejak dibuka 18 Desember 2025 hingga saat ini, secara umum penyelenggaraan angkutan Nataru 2025/2026 berjalan dengan baik, lancar, dan terkendali.”

“Seluruh dinamika pergerakan masyarakat di lapangan, seperti aspek keselamatan, arus kendaraan, hingga ketepatan waktu layanan, telah tercatat dan terhimpun secara digital guna evaluasi secara menyeluruh,” ujar Menhub Dudy, dikutip dari laman resmi kemenhub.go.id, Selasa (6/1/2026).

Menhub Dudy menambahkan, masa libur Nataru 2025/2026 merupakan momen yang tidak biasa.

Pasalnya, di satu sisi, Pemerintah dan seluruh stakeholder transportasi harus melayani mobilitas masyarakat dalam skala nasional.

Namun, di sisi lain juga dihadapkan pada berbagai kejadian bencana di sejumlah wilayah, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Data Angkutan Nataru Jadi Dasar Antisipasi Angkutan Lebaran

Menurut Menhub, data yang dihimpun selama penyelenggaraan Nataru tidak hanya dijadikan laporan, tetapi juga akan menjadi dasar penting dalam menyusun langkah antisipatif untuk Angkutan Lebaran 2026.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, angkutan Lebaran memiliki kompleksitas lebih tinggi dibandingkan Nataru.

Sebagai tindak lanjut evaluasi, Menhub menyoroti beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama untuk penyelenggaraan angkutan Lebaran maupun Nataru di masa mendatang:

  • Pertama, kesiapan sarana dan prasarana khususnya moda kereta api, bus, penyeberangan, dan angkutan laut harus mulai dipastikan sejak jauh-jauh hari, baik dari segi jumlah armada maupun kondisi teknisnya.
  • Kedua, penguatan manajemen operasional dan pengaturan kapasitas di simpul-simpul transportasi, termasuk terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara, agar lonjakan pergerakan dapat dikelola secara lebih terkendali.
  • Ketiga, aspek keselamatan dan pengawasan tetap harus menjadi prioritas utama, melalui inspeksi teknis, pengendalian operasional, serta disiplin terhadap standar keselamatan.
  • Terakhir, optimalisasi pemanfaatan data dan sistem digital dalam mendukung pengambilan keputusan lintas sektor, agar seluruh stakeholder dapat merespons lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Menhub Dudy berharap, evaluasi dan pembelajaran dari penyelenggaraan Nataru 2025/2026 dapat menjadi bekal penting bagi seluruh stakeholder dalam menyiapkan Angkutan Lebaran 2026.

“Semoga angkutan Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih aman, selamat, dan tertib,” tuturnya. 

Penumpang Angkutan Umum Naik 12,48 Persen

Kemenhub mencatat, selama periode Angkutan Nataru 2025/2026, yakni 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, jumlah penumpang angkutan umum mengalami peningkatan signifikan.

Secara keseluruhan, pengguna angkutan umum mencapai 21.461.491 penumpang atau naik 12,48 persen dari periode sebelumnya yaitu 19.079.881 penumpang.

Hal ini dijelaskan oleh Dudy Purwagandhi saat menutup Posko Pusat Angkutan Nataru 2025/2026 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, pada Senin (5/1/2026).

“Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan mulai 18 Desember 2025 sampai dengan 4 Januari 2026, penumpang angkutan umum naik 12,48 persen dari periode Nataru tahun lalu, atau berjumlah 21,46 juta penumpang.”

“Hal ini tentunya menunjukkan pelaksanaan angkutan Nataru tahun ini telah berjalan dengan baik sesuai dengan kebijakan dan rencana operasi yang telah disusun,” ujar Menhub.

Adapun secara rinci jumlah penumpang angkutan umum selama Nataru 2025/2026 yakni:

  • Angkutan Udara sebesar 4.768.675 penumpang, naik 0,73 persen dari sebelumnya 4.734.198 penumpang.
  • Angkutan Laut sebesar 2.254.733 penumpang naik 43,42 persen dari sebelumnya 1.572.099 penumpang.
  • Angkutan Perkeretaapian sebesar 7.573.881 penumpang, naik 12,92 persen dari sebelumnya 6.707.053 penumpang.
  • Angkutan Penyeberangan sebesar 3.725.343 penumpang, naik 35,05 persen dari sebelumnya 2.758.565 penumpang.
  • Angkutan Jalan tahun 2025/2026 tercatat 3.138.859 penumpang, tahun sebelumnya 3.307.966 penumpang.

Kenaikan juga tercatat pada arus kendaraan keluar-masuk Jakarta melalui jalan tol, sebesar 3,39 persen, sedangkan kendaraan yang melewati jalur arteri mengalami peningkatan 17,3 persen.

“Pada tahun 2025/2026 waktu tempuh rata-rata pada ruas tol Cawang – Banyumanik secara kumulatif dapat ditempuh selama 5 jam 4 menit atau turun 5,24 persen dibanding tahun sebelumnya. Adapun untuk arus sebaliknya waktu tempuh turun 10,1 persen,” kata Menhub Dudy.

Arus kendaraan yang keluar wilayah Jabodetabek melalui jalan tol didominasi menuju sejumlah daerah, seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Pulau Sumatra, serta beberapa wilayah di Jawa Barat, yakni Puncak dan Sukabumi.

Selama masa Posko berlangsung, terdapat 1.549 (Seribu Lima Ratus Empat Puluh Sembilan) titik pemantauan data pada simpul dan jaringan seluruh moda dengan rincian sebagai berikut:

  • Terminal 222 titik pemantauan data;
  • Pelabuhan Penyeberangan 248 titik pemantauan data;
  • Pelabuhan Laut 264 titik pemantauan data;
  • Bandar Udara 257 titik pemantauan data;
  • Stasiun Kereta Api 471 titik pemantauan data;
  • Gerbang Tol 43 titik pemantauan data;
  • Jalan Arteri 44 titik pemantauan data.

(/Latifah)

Pos terkait