Mengenal Reli Dakar, balapan paling berat di dunia

JAKARTA, KOMPAScom – Reli Dakar 2026 digelar pada 3-17 Januari di Saudi Arabia. Para pebalap off rad terbaik dari penjuru dunia akan balapan di lintasan off road sejah ratusan kilometer.

Reli Dakar dikenal sebagai salah satu balapan paling berat di dunia. Lomba ini bukan sekadar soal kecepatan, tetapi juga soal ketahanan fisik, navigasi, dan strategi.

Bacaan Lainnya

Berbeda dengan balap sirkuit, Reli Dakar digelar di alam terbuka, melewati gurun, tanah berbatu, hingga jalur pegunungan. Pesertanya terdiri dari motor, mobil, truk, dan quad (ATV).

Sistem Balapan

Reli Dakar berlangsung selama 10 hingga 15 hari. Setiap hari hanya ada satu etape, tetapi jaraknya bisa ratusan kilometer. Jika dijumlahkan, maka total jarak yang ditempuh bisa mencapai ribuan kilometer.

Dalam satu etape, terdapat bagian terpenting yang disebut special stage (SS). Di bagian inilah waktu peserta dihitung. Siapa yang mencatat waktu tercepat, dialah yang berada di posisi atas.

Dikutip dari situs resminya, hasil harian ditentukan dari waktu tempuh di special stage, ditambah penalti jika peserta melanggar aturan.

Balapan Pakai Petunjuk

Salah satu hal unik dari Reli Dakar adalah sistem navigasinya. Peserta tidak menggunakan Google Maps atau GPS biasa.

Sebagai gantinya, pereli memakai roadbook, yaitu buku petunjuk arah yang berisi simbol dan catatan rute.

Roadbook baru dibagikan tepat sebelum etape dimulai. Artinya, peserta tidak tahu jalur balapan sebelumnya dan harus membaca petunjuk sambil melaju.

Karena itu, Dakar bukan hanya soal tancap gas, tetapi juga soal membaca arah dengan benar.

Urutan Start

Peserta tidak start bersamaan. Urutan start ditentukan dari hasil etape sebelumnya.

Peserta tercepat biasanya start lebih depan. Namun, start terlalu depan juga tidak selalu menguntungkan karena harus membuka jalur dan navigasi sendiri.

Jika ada peserta yang memiliki waktu sama, urutan start ditentukan dari nomor kendaraan.

Siapa yang Boleh Ikut

Dakar terbuka untuk peserta berusia minimal 18 tahun dari berbagai negara. Namun, tidak semua orang bisa langsung ikut.

Peserta wajib memiliki lisensi balap internasional FIA atau FIM. Kemudian sebelumnya peserta juga harus punya pengalaman mengikuti lomba reli atau balap lintas alam tingkat internasional.

Penyelenggara juga berhak menolak peserta yang dinilai belum cukup berpengalaman atau tidak siap secara fisik.

Etape 

Salah satu etape paling berat di Dakar adalah etape marathon.

Pada etape ini tidak ada bantuan mekanik tim, tidak ada kendaraan pendukung. Tiap peserta harus memperbaiki kendaraannya sendiri, dan peserta hanya boleh saling membantu dengan sesama pereli yang masih berlomba.

Inovasi

Pada 2024, Dakar memperkenalkan 48h Chrono, yaitu etape selama dua hari. Peserta harus berhenti sore hari di bivak terpencil tanpa bantuan luar, lalu melanjutkan balapan keesokan paginya.

Mulai 2026, Dakar menghadirkan format baru bernama Bivouac Refuge. Peserta bermalam di tenda sederhana di tengah gurun. Penyelenggara hanya menyediakan perlengkapan tidur dan jatah makan. Tidak ada fasilitas lain.

Format ini dibuat untuk menguji ketahanan fisik dan mental peserta.

Kesempatan Kedua 

Peserta yang gagal menyelesaikan etape lebih awal masih bisa melanjutkan balapan lewat kategori Dakar Experience.

Namun pebalap Dakar Experience masuk klasemen terpisah dan tidak boleh naik podium. Pebalap juga tidak boleh start di barisan depan.

Latar belakang kategori ini dibuat agar peserta tetap bisa merasakan kerasnya Dakar hingga garis finis.

Sistem Penalti 

  • Dakar memiliki aturan ketat. Peserta bisa terkena penalti jika:
  • Melewatkan titik rute (waypoint)
  • Melanggar batas kecepatan
  • Kendaraan tidak sesuai aturan
  • Melanggar aturan lalu lintas di jalan umum
  • Hukumannya bisa berupa tambahan waktu, denda, hingga diskualifikasi.

Alur Balapan 

Secara sederhana, dalam satu hari di reli Dakar, tiap pebalap akan melakukan kegiatan ini.

  • Berangkat dari bivak menuju lokasi start
  • Start special stage, waktu mulai dihitung
  • Lewat beberapa checkpoint
  • Finis special stage, waktu dicatat
  • Menuju bivak berikutnya melalui jalan umum

Artinya meski waktu balap sudah selesai, peserta tetap harus menempuh perjalanan panjang menuju bivak.

Lebih dari Sekadar Balapan

Dakar bukan hanya soal menjadi yang tercepat. Balapan ini menguji:

  • Ketahanan fisik
  • Konsentrasi
  • Kemampuan membaca arah
  • Mental bertahan di kondisi ekstrem

Karena itulah, menyelesaikan Dakar sering dianggap sebagai pencapaian besar, bahkan bagi peserta yang tidak naik podium.

Pos terkait