Mengapa Vaksin Hepatitis B Penting untuk Bayi Baru Lahir?

Beberapa waktu terakhir, isu vaksin menjadi topik yang ramai dibicarakan dalam dunia kesehatan. Panel vaksin di Amerika Serikat (AS) yang dipimpin oleh Robert F. Kennedy Jr. mengumumkan bahwa tidak semua bayi baru lahir perlu menerima vaksin hepatitis B segera setelah lahir. Hal ini menandai perubahan rekomendasi dari kebijakan yang telah berlaku selama lebih dari tiga dekade di berbagai negara.

Pernyataan itu mendapat banyak kritik dari para ahli medis karena dinilai mengabaikan bukti ilmiah yang kuat tentang manfaat vaksin hepatitis B bagi bayi yang baru lahir.

Di Indonesia, vaksin hepatitis B merupakan bagian dari program imunisasi nasional yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan serta lembaga kesehatan global seperti WHO.

Keputusan medis yang diambil di suatu negara tidak selalu berlaku secara umum, terutama jika berkaitan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat yang memiliki kondisi epidemiologis yang berbeda. Dalam situasi di mana informasi mengalir deras, penting untuk memahami alasan vaksin hepatitis B direkomendasikan serta bahaya yang mungkin terjadi jika vaksin tersebut tidak diberikan kepada bayi baru lahir.

Mengapa bayi yang baru lahir langsung diberikan vaksin hepatitis B?

Virus hepatitis B (HBV) menyerang organ hati dan berpotensi menyebabkan kondisi kronis sepanjang masa, seperti sirosis serta kanker hati. Infeksi hepatitis B dapat menyebar dari ibu yang terinfeksi kepada bayi selama proses kelahiran (transmisi perinatal).

Karena risiko penyebaran yang tinggi dan infeksi yang terjadi pada masa kecil cenderung menjadi kronis, berbagai organisasi kesehatan menyarankan pemberian vaksin hepatitis B sejak lahir, sebaiknya dalam waktu 24 jam pertama setelah kelahiran.

Bayi yang tertular hepatitis B saat lahir memiliki peluang sekitar 90 persen untuk mengalami infeksi kronis, sementara orang dewasa yang terinfeksi memiliki risiko jauh lebih kecil untuk mengalami kondisi kronis.

Vaksin ini mampu memicu sistem imun bayi sejak awal, sehingga tubuhnya dapat menghindari infeksi meskipun terpapar virus melalui darah atau kontak dengan orang dewasa yang membawa virus.

Selain itu, karena banyak orang dewasa membawa virus tanpa menunjukkan gejala atau tidak menyadari kondisi kesehatan mereka, vaksinasi secara umum merupakan strategi pencegahan yang jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengarahkan pada kelompok berisiko tertentu.

Bahaya yang muncul jika bayi tidak diberikan vaksin hepatitis B

Jika vaksin hepatitis B tidak diberikan:

  • Risiko penyebaran infeksi selama persalinan meningkat, terutama jika ibu merupakan pembawa virus namun tidak diketahui selama masa kehamilan.

  • Bayi yang terinfeksi memiliki kemungkinan besar menjadi penderita hepatitis B kronis, yang berhubungan dengan komplikasi parah pada hati di masa depan seperti sirosis dan kanker hati.

  • Tanpa vaksinasi, bayi tetap rentan terhadap penyebaran penyakit dari lingkungan atau anggota keluarga yang mungkin membawa virus tanpa menunjukkan gejala.

Di sisi lain, manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan bahayanya. Vaksin hepatitis B telah digunakan secara luas selama beberapa dekade, terbukti aman dan efisien, serta respons imun yang lebih dari 95 persen pada bayi sehat mampu memberikan perlindungan jangka panjang terhadap infeksi.CDC

Efek samping yang dilaporkan umumnya bersifat ringan, seperti rasa sakit di area suntikan atau demam ringan, dan sangat jarang mengakibatkan kondisi yang parah.

Vaksin hepatitis B bagi bayi yang baru lahir bukan hanya bagian dari jadwal vaksinasi. Ini merupakan tindakan pencegahan yang sangat penting untuk menjaga kesehatan anak-anak dari penyakit hati berat yang dapat terjadi sepanjang hidupnya.

Meskipun beberapa rekomendasi di luar negeri mengalami perubahan atau kontroversi, bukti ilmiah tetap jelas menunjukkan bahwa vaksin hepatitis B sangat penting diberikan sejak bayi lahir.

Ingat, tujuan vaksinasi tidak hanya untuk melindungi seseorang, tetapi juga menghentikan penyebaran penyakit dalam masyarakat, sehingga generasi berikutnya bisa berkembang lebih sehat dan tangguh.

WHO: Hepatitis D Dikategorikan sebagai Zat Karsinogenik Vaksin Hepatitis B pada Usia Berapa? Ini Aturannya Cara Mengatasi Hepatitis A dan B yang Bisa Dilakukan di Rumah

Referensi

Kelompok CDC tidak lagi merekomendasikan vaksin hepatitis B untuk bayi baru lahir. Ini artinya apa?Market Watch. Diakses Desember 2025.

Sudah lengkap? Berikut daftar vaksinasi untuk bayi baru lahir.Kemenkes RI. Diakses Desember 2025.

Di Periksa Fakta: Vaksin Hepatitis B yang Diberikan kepada Bayi Baru Lahir Mengurangi Risiko Infeksi Kronis.American Academy of Pediatrics. Diakses Desember 2025.

Vaksinasi hepatitis B dan pencegahan penularan dari ibu ke anak.World Health Organization. Diakses Desember 2025.

Informasi Vaksin Hepatitis B Perinatal.CDC. Diakses Desember 2025.

Pos terkait