Mengapa Desil Masih Tinggi? Pahami Aturan Desil 1-10 DTKS, Ini Penyebab Bansos PKH dan BPNT Terhenti!

OKE FLORES.COM – Banyak masyarakat yang merasa bantuan sosial (bansos) belum cair bantuan sosial (bansos) masih tertunda bantuan sosial (bansos) belum diterima bantuan sosial (bansos) belum turun bantuan sosial (bansos) belum cairkan bantuan sosial (bansos) belum dicairkan bantuan sosial (bansos) belum terealisasi bantuan sosial (bansos) belum diberikan bantuan sosial (bansos) belum cair secara penuh bantuan sosial (bansos) belum bisa diterima, meskipun merasa berhak menerimanya.

Salah satu penyebab utama adalahstatus desil yang masih tinggidi dalam Sistem Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Bacaan Lainnya

Untuk menghindari kesalahpahaman, penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan desil, bagaimana cara kerjanya, serta faktor-faktor yang mempengaruhi status desil.

Apa yang Dimaksud dengan Desil dalam Data Bantuan Sosial?

Desilmerupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang dibagi menjadi10 kelompok, mulai dari Desil 1 (paling miskin) hingga Desil 10 (paling mampu).

Pemerintah mengacu pada desil sebagai dasar penentuan prioritas dalam pendistribusian bantuan sosial.

Desil menentukan jenis bansos yang bisa diterima, mulai dari PKH, BPNT, PIP, BLT, hingga bansos tambahan di wilayah tertentu.

Apakah Desil Bisa Naik atau Turun?

Status desil tidak permanen.

Masyarakat dapat mengajukan pembaruan atau penurunan desil jika kondisi ekonomi berubah, misalnya kehilangan pekerjaan, penghasilan menurun, atau bertambah tanggungan keluarga.

Proses penurunan desil dapat dilakukan melalui:

  1. Petugas desa/kelurahan

  2. Aplikasi atau sistem Cek Bansos secara mandiri

Hasil survei dan verifikasi inilah yang menentukan apakah seseorang layak turun desil atau tidak.

Proses Pengajuan Penurunan Desil

Perlu diketahui, proses ini tidak instan.

Perubahan posisi desil biasanya membutuhkan waktu:

  • Paling cepatsekitar satu periode pencairan bantuan sosial (sekitar 3 bulan)

  • Dalam beberapa kasus, proses dapat memakan waktu hingga bertahun-tahun

Ketekunan serta kelengkapan informasi menjadi faktor penting agar permohonan perbaikan desil dapat berhasil.

Penyebab tingginya angka kemiskinan yang tidak bisa turun

Meskipun telah mengajukan pembaruan, beberapa hal bisa menyebabkandesil tetap tinggi:

  1. Memiliki penghasilan tetap

    Orang yang memiliki penghasilan tetap biasanya berada di kisaran desil atas.

  2. Usia masih produktif

    Orang yang masih bekerja atau mampu menghidupi diri secara finansial terkadang tidak dianggap sebagai prioritas dalam penerimaan bantuan sosial.

  3. Tidak memiliki anggota keluarga yang rentan

    Keluarga yang tidak memiliki anak kecil, lansia, ibu hamil, atau orang dengan disabilitas umumnya dianggap lebih mampu secara finansial.

  4. Pengeluaran relatif tinggi

    Jika pengeluaran harian sangat besar atau tidak seimbang dengan pemasukan, tingkat desil tetap bisa tinggi.

  5. Memiliki aset

    Kepemilikan rumah, kendaraan, atau aset lainnya dapat memengaruhi posisi desil.

Jenis Bansos Berdasarkan Desil

Tingkat desil juga memengaruhi jenis bantuan sosial yang dapat diajukan:

  1. Desil 1–4: Berpeluang menerima

    • PKH (Program Keluarga Harapan)

    • BPNT / Sembako

    • PIP (Program Indonesia Pintar)

    • BLT (Bantuan Langsung Tunai)

    • Bansos tambahan lainnya

  2. Desil 5: Biasanya hanya memiliki kesempatan untuk menerima

    • BPNT / Sembako

  3. Desil 6–10: Bukan lagi menjadi prioritas penerima bantuan sosial

Jika bansos tidak mencair karena kadar gula yang tinggi, masyarakat tidak perlu panik.

Status desil dapat diperbarui melalui mekanisme resmi, baik via petugas desa/kelurahan maupun aplikasi Cek Bansos.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua permohonan penurunan desil berhasil, karena faktor ekonomi, usia, kondisi keluarga, dan kepemilikan aset turut menjadi pertimbangan.

Memahami aturan desil 1–10 akan membantu masyarakat tidak salah pahamterkait prioritas penerima bantuan sosial dan meningkatkan kesempatan cairnya bantuan secara tepat waktu.

Pos terkait