Mengaku Sentuh Ijazah Jokowi, Roy Suryo Sebut Pengacara Eggi Sudjana Menyesatkan

Kuasa hukum Roy Suryo, Abdul Gofur, menyatakan bahwa pernyataan Elida Netti, pengacara Eggi Sudjana, mengenai ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo bersifat menyesatkan.

Sementara Elida Netti mengakui pernah menyentuh ijazah Jokowi saat proses penganugerahan gelar khusus beberapa hari yang lalu.

Bacaan Lainnya

Meskipun Polda Metro Jaya telah memerintahkan peserta untuk tidak menyentuh ijazah Jokowi saat ditunjukkan.

Hal itu memastikan peserta sidang khusus hanya bisa melihat, tanpa bisa menyentuh.

“Ada pengacara dari pihak Tuan Eggi Sudjana yang menyatakan bahwa beliau memiliki ijazah, lalu di sana merasa ada emboss dan watermark, saya memastikan bahwa informasi yang disampaikan itu menyesatkan masyarakat,” ujar Abdul Ghafur Sangadji mengutip dariTribunnewsbogor.com, selasa (23/12/2025).

“Mengapa? Karena ketika ijazah tersebut akan dibuka, saya bersama Ahmad Khozinudin adalah dua pengacara yang berdebat keras dengan pengacara Jokowi agar ijazah itu dapat dibuka dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum, dan juga didukung oleh Ombudsman Republik Indonesia,” katanya.

Gafur menerangkan, saat sidang khusus berlangsung dan ijazah Jokowi ditunjukkan, dirinya adalah orang pertama yang melihat ijazah Jokowi mulai dari dibuka segelnya hingga dipamerkan kepada seluruh peserta sidang.

“Pada saat dilakukan pemeriksaan khusus, saatnya ijazah tersebut akan dibuka, saya termasuk orang pertama yang mendekat dan berdiri di antara penyidik serta Pak Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Saya melihat sendiri dengan mata saya bagaimana ijazah tersebut dipotong dari segel penyidik Polda Metro Jaya, dan ijazah tersebut diperintahkan serta diberi arahan oleh Polda Metro Jaya ‘tidak boleh disentuh, tidak boleh dipegang, tidak boleh diraba’.

“Maka saya hanya melihatnya dari jarak yang sangat dekat, tetapi karena ada petunjuk dari penyidik Polda Metro Jaya agar ijazah tersebut tidak dipegang, maka saya tidak mengambil ijazah tersebut,” tegasnya.

Gafur menegaskan bahwa ijazah Jokowi disimpan dalam sebuah map berlapis hardcase dengan logo Universitas Gadjah Mada (UGM).

Selain itu, ijazah Jokowi dilapisi dengan plastik yang keras. Ijazah tersebut disimpan dalam satu map dengan hardcase yang memiliki logo UGM dan dilapisi plastik keras.

“Maka jika ada pernyataan dari pengacara Tuan Eggi Sudjana yang menyebutkan bahwa beliau memasukkan jarinya secara sembarangan, saya pastikan pernyataan tersebut adalah informasi yang menyesatkan masyarakat,” katanya.

“Keterangan tersebut tidak benar, karena informasi itu justru menimbulkan kebingungan di kalangan rakyat saat ini,” tambahnya.

Pernyataan Elida Netti bahwa ijazah Jokowi memiliki emboss atau huruf timbul serta watermark, menurut Gafur, merupakan pernyataan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

“Bunda Eli (mengatakan) ijazah itu memiliki emboss, ada watermark-nya, saya pastikan keterangan tersebut tidak sesuai dengan fakta dalam berkas perkara khusus,” ujarnya.

Lalu, bagaimana wajah Elida Netti?

Elida Netti merupakan seorang pengacara berpengalaman yang berasal dari Bengkalis, Riau.

Ia dilahirkan di Bengkalis pada tanggal 8 Agustus 1962.

Elida memiliki latar belakang pendidikan di bidang hukum dan terkenal dalam menangani berbagai kasus hukum.

Ia memperoleh gelar Sarjana Ilmu Hukum pada tahun 2010 dari Universitas Lancang Kuning.

Selain itu, Elida juga meraih gelar Magister Hukum pada tahun 2014 di universitas yang sama.

Elida Netty tercatat sebagai pengacara dan menjadi anggota dari Asosiasi Pengacara Indonesia (Peradi).

Elida Netti terdaftar sebagai anggota Tim Pembela Aktivis dan Ulama (TPAU).

Di tengah kariernya sebagai pengacara, ia pernah menjadi anggota tim hukum Razman Arif Nasution dan sering muncul sebagai kuasa hukum dalam berbagai kasus penting.

Elida pernah menangani kasus dugaan pencemaran nama baik, sengketa keluarga yang melibatkan tokoh terkenal, hingga bantuan hukum dalam proses yang berakhir di Mahkamah Agung.

Seorang perempuan berusia 63 tahun pernah memasuki dunia politik dengan mendaftarkan diri sebagai anggota DPR RI dalam Pemilu 2019 dan 2024.

Pada Pemilu 2019, dia berlaga melalui Partai Amanat Nasional (PAN).

Di Pemilu 2024, ia berusaha menguji nasib politiknya dengan bergabung bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Membuat Merinding Melihat Ijazah Asli Jokowi

Elida Netti pernah menceritakan momen yang penuh emosi saat menghadiri sidang khusus terkait dugaan ijazah palsu Jokowi di Polda Metro Jaya, Senin (15/12/2025).

Penyidik memperlihatkan ijazah asli milik Jokowi kepada peserta yang hadir dalam kesempatan tersebut.

Elida Netti mengakui bahwa dirinya merasa kagum dan terharu ketika melihat langsung ijazah asli Jokowi.

Surat tanda lulus Jokowi yang ditunjukkan, menurut Elida, memiliki ciri khas keamanan asli yang membantah tuduhan pemalsuan.

“Saya gugup. Ya Allah, akhirnya hal yang telah kita diskusikan selama bertahun-tahun, sekarang muncul di depan mata,” ujar Elida dalam tayangan kanal YouTube Cumicumi, Jumat (19/12/2025).

“Saya melihat, saya merasa kagum dan terharu,” katanya.

Menurut Elida, saat para penyidik membuka berkas penyitaan barang bukti yang ditanggal 23 Juni, di dalamnya terdapat ijazah SMA dan S1 milik Jokowi.

Ia mengakui, meskipun peserta dilarang menyentuh, Elida dan beberapa rekan pengacara dari klaster satu berusaha mendekat agar dapat memverifikasi keasliannya.

“Saya tusuk (tahan) menggunakan ujung jari saya. Saya pegang, terdapat emboss (huruf timbul), ada watermark, serta jalur stempel,” kata Elida.

Elida juga menyebutkan informasi mengenai kondisi fisik kertas yang menunjukkan usia dokumen tersebut.

“Pada bagian bawahnya sudah rusak, mungkin karena sudah lama. Kertas yang usang. Jadi bagi saya, ini asli, bukan hanya salinan fotokopi,” katanya.

(*/ )

Baca artikel lain dari TRIBUN MEDAN di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita menarik lainnya di Tribun Medan

Pos terkait