DEPOK, Pemeliharaan menyeluruh Jalan Mampang Indah I, Kota Depok, yang dalam kondisi sangat rusak dan penuh lubang, perlu segera dilakukan. Beberapa lubang bahkan mencapai kedalaman hingga 30 sentimeter sehingga berisiko bagi pengendara.
Kepala UPT Pemeliharaan Jalan PUPR Depok Yustinos Sudono Sigit menyampaikan, pihaknya sudah menerima laporan mengenai kerusakan jalan pada 17 November 2025.
Setelah melakukan evaluasi, pihaknya mendapatkan data bahwa kerusakan jalan akan diperbaiki oleh pengembang perumahan yang berada di sekitar lokasi yang rusak.
“Kita pergi ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak RT dan RW. Dari sana disampaikan bahwa kerusakan akan diperbaiki oleh pihak perumahan,” ujar Sigit saat diwawancarai., Jumat (19/12/2025).
Perjanjian tersebut telah dikonfirmasi melalui surat pernyataan yang ditandatangani oleh perwakilan pengurus lingkungan RT dan RW setempat dengan menggunakan meterai sebesar Rp 10.000.
Di dalam surat tersebut, PUPR Depok diminta untuk melakukan perawatan jalan di lokasi lain di Jalan Mampang Indah I, sementara lubang yang parah ditangani sendiri oleh pengembang.
“Untuk titik lokasi lain yang mengalami kerusakan pada Jalan Mampang Indah I yang saat ini menjadi perbincangan (viral) di media akan dilakukan perbaikan jalan berupa pengecoran atau betonisasi secara mandiri oleh pihak pengembang Aradena Residence,” demikian isi surat pernyataan tersebut.
Pemerintah Kota Depok siap mengambil alih perbaikan
Dinas PUPR Kota Depok kembali melakukan inspeksi di lokasi pada hari Kamis (18/12/2025) dan menemukan bahwa pihak pengembang belum melakukan tindakan perbaikan.
Sigit mengatakan pengembang berjanji akan segera memperbaiki jalan pada Desember 2025. Jika janji itu tidak terpenuhi, PUPR Depok akan mengambil alih penanganan kerusakan pada 2026.
“Kami akan menunggu hingga tanggal 3 Januari 2026 untuk melihat apakah pengembang melakukan perbaikan atau tidak. Jika ternyata tidak diperbaiki, baru kami ambil alih,” kata Sigit.
Namun, perbaikan yang dilakukan oleh Pemkot Depok memiliki beberapa ketentuan khusus, yaitu hanya berupa penutupan lubang dan pengaspalan jalan.
Pengajuan pembangunan jalan harus dilakukan melalui pengajuan proposal ke Bina Marga PUPR Depok atau diajukan melalui program pokok pikiran (Pokir) DPRD Depok.
“Jika pengecoran tidak bisa dilakukan, kita hanya memperbaiki dengan cara menambal lalu mengaspal. Karena dalam pemeliharaan, Satgas hanya diberi tugas untuk menutup lubang saja karena aturannya adalah 30 persen kerusakan yang diperbaiki,” jelas Sigit.
Kondisi kerusakan
Saat ini, kerusakan jalan di Jalan Mampang Indah I mengganggu kenyamanan serta mengancam keselamatan warga.
Pantauan Pada hari Kamis (18/12/2025), terdapat kerusakan sepanjang 20 hingga 25 meter. Permukaan jalan mengelupas, batu pecah berceceran, dan puing genting menutupi beberapa lubang di permukaan jalan.
Pada suatu titik yang paling buruk, penduduk meletakkan meja persegi panjang dengan kertas laminasi yang bertuliskan “Hati-Hati Lubang Dalam” dalam huruf merah yang mencolok.
Di bawah meja, tumpukan ranting, daun kering, pecahan genteng, dan potongan kayu sengaja disusun untuk menutupi genangan air berwarna cokelat. Genangan yang tingginya sekitar 5-7 sentimeter menggenangi paling tidak bagian punggung kaki.
Di lokasi lubang lainnya, genangan air lebih dangkal, namun tetap menyulitkan kendaraan untuk melewati area tersebut. Beberapa pengendara sepeda motor tampak ragu-ragu dan memilih jalur yang paling aman karena beberapa bagian jalan juga memiliki gundukan.
Kerusakan jalan telah terlihat sejak lebih dari setahun yang lalu. Namun, keadaan semakin memburuk dalam enam bulan terakhir.
Seorang warga setempat yang bernama Yose (50) memperkirakan kedalaman salah satu titik lubang sekitar 30 sentimeter.
“Kedalaman lubangnya sekitar ini, sekitar 20-30 sentimeter. Sebelumnya tidak separah ini,” kata Yose saat diwawancara. di lokasi, Kamis.
Yose mengakui telah dua kali tergelincir saat memarkir motornya. Beberapa tetangganya juga pernah jatuh akibat kondisi jalan yang rusak.
“Saya saat berkendara sempat menghindar, bahkan saya beri tanda di titik jalan yang tidak terlalu dalam (dengan menggunakan kayu). Namun tetap saja tertabrak,” ujar Yose.
